Ketika sakit yang diderita Sayidah Khadijah mulai parah,  Beliau ra berwasiat kepada Rasul saw dan berkata: “wasiat pertamaku: “ sesungguhnya aku telah tidak dapat menunaikan hakmu, maka tolong maafkan aku wahai Rasulullah.”
Rasul saw berkata: “sungguh sama sekali tidak, aku sama sekali tidak melihat kesalahan darimu, engkau telah berusaha dengan sesungguhnya dan engkau telah merasakan puncak kelelahan didalam rumahku, dan sungguh engkau telah habiskan seluruh hartamu dijalan Allah swt.
Kemudian Sayidah Khadijah berkata: “wahai Rasulallah, wasiatku yang kedua adalah dia (sambil menunjuk kepada Sayidah Fatimah as), sesungguhnya dia akan menjadi yatim dan akan menjadi asing setelah kepergianku, maka aku mohon jangan sampai ada seorang pun dari perempuan Quraysh yang mengganggunya, jangan sampai menampar pipinya, jangan sampai memukul wajahnya, dan jangan sampai mereka melihatnya dibenci.”
Kemudian beliau melanjutkan perkataannya “sedangkan wasiatku yang ketiga, maka aku akan memberitahukannya kepada Fatimah, maka dia yang akan memberitahukannya kepadamu, karena aku malu darimu wahai Rasulallah.” Maka Rasul saw pun berdiri dan keluar dari kamar. Kemudian Beliau ra memanggil Fatimah dan berkata kepadanya: “wahai kecintaanku dan penyejuk mataku, katakanlah kepada Ayahmu bahwa “sesungguhnya ibuku telah berkata: “Aku takut dari kubur, aku ingin darimu (Rasul saw) rida’ mu(sejenis jubah) yang engkau kenakan saat turunnya wahyu, dan engkau kafani aku dengannya.”
Kemudian Sayidah Fatimah as keluar dari kamar dan menyampaikan wasiat ketiga kepada ayahnya saw.
Maka bergegaslah Rasul saw dan memberikan Rida’nya kepada Fatimah as untuk disampaikan kepada Istri tercintanya Khadijah ra, dan beliau ra sangat gembira setelah menerima rida’ dari suami tercintanya.

Sungguh besar kedudukan Sayidah Khadijah ra, karena khidmat beliau ra kepada Rasul saw.  Sayidah Khadijah ra termasuk orang kaya Quraysh, akan tetapi setelah menikah dengan Rasul saw, seluruh harta yang dimilikinya diserahkan kepada Rasul saw demi berlangsungnya dakwah Rasul saw. Akan tetapi beliau ra di akhir hayatnya malu untuk meminta rida’ Rasul saw.

Salah seorang dari pecinta Ahlulbayt as mendatangi salah seorang ulama dan berkata : “wahai syekh , saya minta anda untuk mengisi acara malam asyura’ di majlis kita.” Syekh tersebut berkata: “ saat ini saya sangat kecapekan , mungkin saya akan terlambat dan hadir di dalam majlis kalian pukul 1 malam.” Orang tersebut berkata : “wahai syekh, kami siap untuk mendengarkan ceramah darimu.”
Pada pukul 1 malam Ulama itu datang ke majlis tersbut. Beliau melihat bahwa majlis telah dipenuhi oleh para hadirin.
Pemilik rumah sekaligus Panitia acara  meminta Ulama tersebut untuk membacakan kesedihan-kesedihan Fatimah Az-Zahra. Ulama tersebut bertanya : “kenapa?(saati itu adalah malam asyura)” dia berkata : “setelah acara selesai saya akan menjelaskan kenapa saya meminta anda untuk membacakan kesedihan-kesedihan Fatimah Az-zahra.”
Ketika ulama tersebut mulai membaca terdengar jerit tangis hadirin dan jerit tangis para wanita yang berada didalam rumah..
Setelah selesai acara, pemilik rumah sekaligus panitia acara mendatagi ulama tersebut dan berkata : “wahai syekh, ini adalah anakku hasan (sambil menunjuk ke arah anaknya), nama dia sebelumnya bukanlah hasan, dan aku ubah nama tersebut karena Az-zahra as ibu al-Hasan wa al-Husain telah menyelamatkannya dari kematian.”
“ Ketika dia masih kecil, dia membawa uang koin dirham dan menaruh dirham tersebut didalam mulutnya, sampai-sampai dirham tersebut masuk kedalam tenggorokannya dan tersangkut didalamnya. Dokter-dokter yang berada di Bahrain tidak mampu untuk mengeluarkan dirham tersebut dari tenggorokannya. Kemudian kami membawanya ke London. Setelah diperiksa oleh dokter. Dokter tersebut berkata : “ 99% anak ini akan mati, akan tetapi ada 1% kemungkinan untuk bisa selamat dari bencana ini.” Kemudian dokter itu menyodorkan kertas dan berkata : “jika anda menandatangani  ini maka kami akan menjalankan operasi ini.” (hal ini tidak lagi hanya sekedar masalah uang dirham yang tersangkut ditenggorokannya akan tapi masalah ini sudah menyebar ke otak dan beberapa organ tubuh lainya karena darah yang mengalir ke otak terhambat.) kemudian saya menandatangani kertas tersebut. Saat saya menandatangani kertas tersebut seolah saya telah menandatangani kepergian anakku dari dunia ini. Kemudian para dokter membawanya ke ruang operasi. Saat itu pula saya teringat bahwa para khatib mimbar berkata bahwa Az-Zahra  alaihassalam akan selalu hadir jika seorang dari pengikutnya memanggilnya dan meminta bantuan darinya, saat itu pula saya menyendiri dan menghadapkan wajahku ke arah madinah dan saya berkata: “wahai junjunganku jika perkataan para khatib mimbar (yang mereka berceramah tentang al-Husain as anakmu) adalah benar maka hadirlah disini dan tolong selamatkan anakku ini.” Setelah selesai dari doa dan tangisan, saya melihat dokter berlari menuju kepadaku, dan berkata : “marilah ikut denganku dan lihatlah apa yang terjadi dengan anakmu.” Kemudian dokter memasukkanku kedalam ruang operasi. Didalam saya melihat anakku duduk diatas tempat tidurnya dan tidak sedikitpun terlihat efek dari sakit yang dialaminya. Dan saya tidak tahu gerangan apa yang telah terjadi. Dokter itu dengan nada terheran bertanya kepadaku : “apa yang anda lakukan ?” saya menjawab : “aku tidak melakukan apa-apa.” Dokter bertanya lagi : “tidak mungkin, anda sekarang telah melakukan hal yang sangat agung, katakanlah apa yang telah anda perbuat?” saya balik bertanya : “anda yang seharusnya memberitahuku apa yang telah terjadi.” Dokter kemudian mulai menjelaskan apa yang telah terjadi : “ketika kami membawa anak anda ke ruang operasi, anak anda terbatuk dan keluarlah dirham dari mulutnya. Kemudian kami dengan alat-alat operasi yang ada berusaha untuk memeriksa organ-organ tubuh yang kekurangan darah akibat dirham yang tersangkut didalam tenggorokannya. Setelah kami letakkan alat-alat tersebut, kami tidak menemukan penyakit didalam tubuhnya. Dan tidak ada sedikitpun sakit yang dia derita. Darah yang berada di otaknya kembali normal, begitu juga organ-organ tubuh lainnya kembali normal. Sekarang katakanlah apa yang telah anda lakukan?” saya menekankan kembali pernyatan dokter : “ demi Tuhan, apakah anda telah berkata jujur?” dokter berkata : “ ini anakmu, sekarang dia tidak mengalami sakit apapun.” Kemudian saya berkata : “sebenarnya saya telah meminta kepada Ibu al-Hasan dan al-Husain Fatimah Az-Zahra as dia adalah Putri Nabiku saw untuk hadir disini dan menolong anakku, dan sekarang anda mengembalikan anakku tanpa ada sakit lagi yang dideritanya.” Dokter yang beragama Kristen itu berkata : “ sungguh agung dan ini adalah benar, saya percaya dengan apa yang anda katakan. Az-Zahra Putri Rasul, ini pertama kali saya mendengar namanya, ini adalah benar dan saya mempercayainya.”
Az-Zahra akan selalu hadir jika seorang dari pengikutnya memanggilnya dan meminta bantuan darinya.
Allahummarjukna syafaata Fatimah az-Zahra alaiha salam.
Allahummarjukna hubba Muhammadin wa ali Muhammadin.
Nasalukumuddua.

.
Syekh Abdul Hamid al-Muhajir seorang ulama irak pada tahun 1984 di bulan mei selama 4 bulan berada di salah satu rumah sakit di London karena mengalami kelumpuhan. Setelah para dokter rumah sakit mengadakan operasi di bagian punggung beliau, datang seorang dokter yahudi yang dengan sengaja menyuntik beliau dengan cairan dengan tujuan supaya beliau meninggal. Setelah kejadian tersebut  para dokter rumah sakit tidak mampu lagi untuk memulihkan keadaan beliau. Tidak lama setelah itu Kepala rumah sakit mendatangi beliau dan menyatakan kepada beliau bahwa kelumpuhan yang dialaminya tidak bisa lagi diatasi, dan beliau akan mengalami kelumpuhan ini sampai akhir hayatnya.
Kemudian setelah mendengar kabar dari Kepala rumah sakit, beliau menyalakan lampu merah  kamar pasien yang berarti tidak ada satu orangpun yang boleh masuk kamar untuk menjenguknya. Dan disaat  yang sunyi itu beliau bertawajjah kepada Az-Zahra as(menghadapkan dirinya ke keagungan Az-Zahra Putri Rasul saw) , dan beliau berkata : “wahai junjunganku, dari masa kecilku aku duduk di depan pintumu ( beliau dari kecil telah mempelajari ilmu-ilmu agama {ilmu yang diajarkan oleh Rasul saw dan Ahlulbayt as} dan semenjak umur 9 tahun beliau telah mengenakan imamah {pakain ulama} dan berkhidmat kepada masyarakat islam ) ,” kemudian beliau melanjutkan perkataannya : “ wahai junjunganku dengan seluruh umur yang aku lalui ini apakah engkau akan meningglkanku ditangan orang-orang yahudi dan nasrani ini.???” 
Setelah itu beliau menangis  sampai beliau tertidur. Di alam mimpi beliau melihat bahwa dirinya sudah berada di husainiah Ali Yasin di Kuwait (Kejadian ini terjadi 2 minggu sebelum bulan muharram, dan telah terjadwal bahwa di bulan muharram beliau akan mengisi acara di husainiyah Ali Yasin Kuwait.). Didalam mimpi tersebut beliau masih dalam keadaan lumpuh, dan acara yang diadakan di husainiyah tersebut adalah acara malam pertama bulan muharam, didalam husainiyah tersebut beliau melihat  perempuan yang dipenuhi dengan kewibawaan dan muka yang dipenuhi dengan cahaya  duduk di sebelah kanan mimbar (minbar di sebagian Negara arab berupa kursi tinggi yang mana penceramah duduk diatasnya). Kemudian Perempuan tersebut mengangkat tanganya dan menunjuk ke arah beliau sambil berkata : “wahai Abdul Hamid, naiklah ke atas mimbar dan ceramahlah!”  beliau berkata : “ wahai perempuan yang mulia, aku lumpuh”. Perempuan yang bercahaya itu berkata lagi : “wahai Abdul Hamid, naiklah keatas mimbar, ketika mimbar anakku al-Husain ini menyentuh badanmu maka kelumpuhan itu akan pergi.” (dari perkataannya shekh Abdul hamid mengetahui bahwa Perempuan mulia tersebut adalah Fatimah az-Zahra as Putri Rasul saw) setelah itu beliau Syekh Abdul Hamid berkata : “wahai junjunganku, aku tidak punya tema untuk berceramah ?”  kemudian Sayidah Fatimah as mengangat tangannya dan mengarahkannya ke hadapan Syekh Abdul Hamid sambil berkata : “ini adalah temanya.”
Syekh melihat dari tangan Az-Zahra keluar cahaya yang sangat terang yang menuju kehadapannya dan setelah itu beliau mendapatkan tema yang akan dibawakannya diatas mimbar. Sebelum beliau berceramah Sayidah Fatimah memintanya untuk membacakan syair kesedihan yang biasa beliau baca sebelum ceramah, yang mana syair itu berkenaan tentang al-Husain as dan  Zainab Putra dan Putri sayidah Fatimah as.
Setelah itu Syekh terbangun dari tidurnya, dan dia melihat dirinya masih terlentang lumpuh di atas tempat tidur di rumah sakit di London. Dan saat itu dia sadar bahwa Az-Zahra menyuruhnya untuk pergi ke husainiyah Ali Yasin di Kuwait, dan dari mimbar al Husain beliau akan mendapatkan kesembuhan.  Kemudian beliau meminta kepada keluarganya dan orang-orang dekatnya untuk membawanya ke husainiyah Ali Yasin di Kuwait. Sesampainya di Kuwait panitia acara memintanya untuk berceramah hanya 10 menit karena keadaannya yang lumpuh, dan setelahnya maka khatib lain yang akan  berceramah. Kemudian beliau duduk diatas mimbar dan mulai berceramah, dan beliau memulai ceramahnya dengan syair kesedihan. Ketika beliau mulai membaca syair beliau lupa bahwa dirinya lumpuh dan beliau lupa tentang keadaannya, sampai-sampai beliau berceramah 1 setengah jam. Dan ketika beliau selesai dari ceramahnya beliau secara tidak sadar berdiri dari mimbar dan seluruh hadirin menyaksikan hal itu,dan sampai saat ini tidak ada sedikitpun efek kelumpuhan terlihat dari tubuhnya. Dan ini semua karena tawajjuh beliau kepada Fatimah Az-Zahra as.
Allahumma urjukna syafaata Zahra as.
Allahummarjukna hubba Muhammadin wa ali Muhammadin.
Nasalukumuddua.

Al-Hakim al-Huskani adalah salah seorang ulama besar ahlu sunnah, beliau memiliki buku yang sangat menjadi kebanggaan bagi umat islam ahlu sunnah dan buku itu adalah شواهد التنزيل syawahid al-Tanzil.
Beliau hidup di abad ke lima hijriah, salah seorang ulama ahlu sunnah lainnya yang bernama al-Hafidz al-dzahabi berkata Al-Huskani adalah seorang ahli hadis, dan dia adalah orang yang bijaksana serta dia adalah orang yang pandai dalam ilmu agama.
*Di dalam kitab شواهد التنزيل al-Hakim al-Huskani menulis sebuah riwayat yang bersanadkan kepada Sayidina Ali Karamallah wajhah. Dan isi riwayat tersebut adalah seperti ini: sayidina Ali pernah berkata: “Rasulullah saw berbicara kepadaku: “wahai Ali apakah kamu tidak mendengar Firman Allah swt:”إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) “sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu adalah khairil bariyyah/sebaik-baik makhluk.”? Kemudian Nabi saw meneruskan pembicaraannya: “mereka itu adalah engkau dan syiahmu/pengikutmu, dan tempat perjanjianku dan kalian adalah al-Haud (telaga), jika seluruh umat telah berkumpul untuk dihisab, maka kalian akan disebut sebagai orang-orang yang masyhur dan yang bercahaya.”( شواهد التنزيل :2/459) riwayat ini juga disebutkan didalam kitab الدرّ المنثور :6/379 oleh Ibn Mardawiyah dan al-Suyuti. Juga disebutkan didalam kitab المناقب : 265-266 oleh Al-Muwaffak ibn Ahmad.
*Al-Hakim al-Huskani juga menulis dalam kitab yang sama hadis yang kurang lebih sama, akan tetapi dengan perawi yang berbeda. Disebutkan bahwa Ibn Abbas berkata: “ketika ayat ini turun “إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) Nabi saw bersabda kepada Ali as: “Dia (khairil bariyyah/sebaik-baik makhluk) adalah engkau dan syiahmu/pengikutmu, dihari kiamat engkau dan syiahmu akan datang sebagai orang-orang yang diridhai dan meridhai, dan musuh-musuhmu akan datang pada hari kiamat sebagai orang-orang yang terkena marah Allah swt dan sebagai orang-orang yang terhinakan.” شواهد التنزيل : 2/461, hadis ini juga ditulis oleh Ibn Udai dan Al-Suyuti didalam kitab الدر المنثور : 6/379.
*Hadis yang sama juga ditulis oleh Beliau dengan perawi yang berbeda. Disebutkan bahwa Jabir (salah seorang sahabat Nabi saw) berkata: “ketika ayat ini turun “إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) Nabi saw bersabda kepada Ali: “dia (khairil bariyah) adalah engaku dan syiahmu, dihari kiamat engkau dan syiahmu akan datang sebagai orang-orang yang diridhai dan meridhai, dan musuh-musuhmu akan datang pada hari kiamat sebagai orang-orang yang terkena marah Allah swt dan sebagai orang-orang yang terhinakan.” شواهد التنزيل : 2/462,
*Beliau juga menuliskan hadis yang kurang lebih sama dengan sanad yang berbeda. Disebutkan bahwa Abi barzah al-Aslami berkata: “Rasulullah saw membaca ayat إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) kemudian Beliau saw bersabda kepada Ali ra: “mereka (khairil bariyah) adalah engkau dan syiahmu/pengikutmu…..” شواهد التنزيل : 2/463,
*Beliau juga menuliskan hadis dari Buraidah ibn Hashib al-Aslami, yang mana Buraidah berkata: “Rasulullah saw membaca إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) kemudian Beliau saw meletakkan tangannya diatas bahu Ali ra dan bersabda: “wahai Ali,Dia (khairil bariyah) adalah engkau dan syiahmu. Dihari kiamat engkau dan syiahmu adalah orang-orang yang lepas dari dahaga dan puas dengan minum, sedangkan musuh-musuhmu adalah orang-orang yang sangat kehausan dan terhinakan.” شواهد التنزيل :2/454.

قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Menurut hadis diatas kita ketahui bahwa sungguh mustahil untuk kita mengetahui seberapa besar kedudukan sayidina Ali ra disisi Allah swt dan kedudukan beliau ra disisi Rasulullah saw tanpa bantuan ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis Rasulullah saw.
قال الله سبحانه و تعالی: “ولسوف يعطيك ربّك فترضی” 1.
Allah swt berfirman didalam surat al-dhuha ayat 5: “dan sungguh Tuhanmu akan memberimu karuniaNya sampai Kamu puas/ridha.”
Rasulullah saw adalah kekasih Allah swt (habibullah). Beliau saw adalah makhluk Allah swt yang paling sempurna. Dan tidak ada satu makhlukpun yang dapat mencapai derajat kesempurnaan yang telah beliau saw capai. Oleh karenanya Allah swt akan memberi kepadanya karuniaNya sampai beliau merasa puas dan ridha.
Tidak ada satu Nabi pun yang menerima pemberian dari Allah swt sebesar pemberian Allah swt kepada Nabi besar Muhammad saw, karena setiap pemberian Allah swt kepada para Nabi as selain Nabi Muhammad saw memiliki batasan. Akan tetapi pemberian Allah swt kepada Nabi besar Muhammad saw batasannya adalah kepuasan dan keridhaan Beliau saw atau dalam kata lain tidak ada batasan didalam pemberian tersebut.
Lalu apakah pemberian Allah swt terhadap Nabi saw tersebut?
Kalau kita meneliti al-Quran maka kita akan mendapatkan jawaban tersebut. dan jawaban tersebut hanya satu dan itu terdapat didalam surat al-kautsar ayat pertama.
قال الله سبحانه و تعالی : “انّا أعطيناك الكوثر”. “sesungguhnya kami telah memberimu al-Kautsar.”
Ayat di atas menjelaskan tentang pemberian Allah swt , dan itu tidak lain adalah al-Kautsar.
Lalu apakah al-Kautsar tersebut?
Para mufasir al-quran, dan para ahli hadis serta para ahli sejarah menerangkan bahwa al-Kautsar tidak lain adalah Fatimah ra.

Dan kalau kita melihat sejarah hidup sayidatina Fatimah ra, maka kita akan melihat bahwa banyak dari pembesar-pembesar quraish ingin melamar beliau ra, termasuk khalifah pertama dan kedua, akan tetapi Rasulullah saw menolak mereka satu persatu. Akan tetapi ketika sayidina Ali ra melamarnya Rasulullah saw menerimanya bahkan Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Allah swt telah menyuruhku untuk menikahkan Fatimah dengan Ali.” (المعجم الكبيرللطبراني – كنزالعمال – معجم الزوائد – فيض القدير- الصواعق المحرقة)dan juga di buku(ذخائر العقبى)
Maka sungguh benar perkataan cucu Rasulullah saw Abu Abdillah ra:
“لولا انّ الله تبارك و تعالی خلق أمير المؤمنين لفاطمة ما كان لها كفو علی وجه الارض”
Jikalau Allah swt tidak menciptakan Amirul mu’minin (Ali ibn Abi Talib ra) untuk Fatimah, maka tidak akan ada kufu/pendamping baginya diatas bumi ini.
Fatimah adalah al-Kautsar.
Fatimah adalah pemberian Allah swt tersbesar dan terbaik bagi Nabi Muhammad saw, maka Hanya orang terbaiklah yang dapat memilikinya. Dan dialah Ali ibn Abi Talib ra.

*
قال الله: “مطاع ثم أمين” al-Takwir :21 “yang ditaati lagi dipercaya”.
Ayat diatas menerangkan tingkat kedudukan malaikat jibril, yang mana Jibril as adalah malaikat yang ditaati oleh para malaikat yang lain, dan Jibril as adalah paling mulianya malaikat serta paling agungnya mereka.
Akan tetapi ketika melihat hadis mi’raj kita akan mengetahui seberapa besar kedudukan Nabi saw dibandingkan dengan kedudukan malaikat Jibril as (paling mulianya malaikat).
Didalam hadis mi’raj disebutkan bahwa sesampainya Rasulullah saw dan malaikat Jibril di sidratul muntaha, Jibril as berkata kepada Nabi saw: “wahai Muhammad, pergilah kau (ke derajat berikutnya) sendiri”.
Kemudian Nabi saw berkata kepada Jibril: “wahai saudaraku Jibril, apakah didalam keadaan seperti ini kau akan meninggalkanku sendiri?”
Maka Jibril as berkata: “jika aku julurkan ujung jariku(kederajat selanjutnya) maka aku akan terbakar.”
Malaikat Jibril yang kita ketahui sebagai malaikat yang paling mulia dan paling agung serta dia adalah malaikat yang ditaati oleh malaikat yang lain, akan tetapi ketika sampai di sidratul muntaha beliau as tidak mampu maju dan naik ke derajat yang lebih tinggi, akan tetapi Nabi Muhammad saw maju dan naik ke derajat lebih tinggi. Rasulullah saw adalah makhluk Allah swt yang meraih kedudukan tertinggi disisi Allah swt dan tidak ada orang sebelumnya yang meraih kedudukan tersebut, dan tidak akan ada orang yang akan meraihnya.
Setelah kita melihat kedudukan Nabi saw yang begitu tinggi, marilah kita tengok seberapa besar kedudukan sayidini Ali ra disisi Allah swt dan Nabi saw.
قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Sesuai hadis diatas, wajib bagi kita untuk bertanya kepada al-Quran(firman Allah swt) seberapa besar kedudukan sayidina Ali ra disisi Allah swt dan Nabi saw.
Allah swt telah menerangkan kedudukan beliau ra di dalam ayat al-mubahalah
قال الله: “قل ندع ابناءنا و ابناءكم و نساءنا و نساءكم و أنفسنا و أنفسكم”
Para ulama ahlu sunnah seperti penulis kitab asbab nuzul, penulis kitab sohih muslim, penulis kitab sohih trimidzi dan para ulama ahlu sunnah lainnya serta para ulama syiah mengatakan bahwa أنفسانا adalah amirul mu’minin Ali ibn Abi Talib ra.
Rasulullah saw juga bersabda : “sesungguhnya Ali adalah dariku dan aku darinya dan dia adalah pemimpin para mu’min setelahku”
(صحيح الترمذي – مسند احمد ابن حنبل – مسند ابي داود – خصائص نسائي – كنزالعمال – الرياض النضرة)
Jadi sungguh jelas kedudukan beliau ra disisi Allah swt dan Nabi saw. Beliau adalah orang termulia setelah Nabi saw.

*
قال الله سبحانه و تعالى:”ولقد فضّلنا بعض النبيين على بعض”
Allah swt berfirman dalam al-Quran: ” Dan sungguh kami telah mengutamakan sebagian para nabi atas sebagian yang lain.”
Kita semua mengetahui bahwa setiap Nabi as adalah ma’sum dan ketaatan kepada seluruh Nabi as adalah kewajiban bagi seluruh umat manusia. Akan tetapi bersamaan dengan itu Allah swt mengutamakan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain.
Seperti halnya kalau kita lihat kita akan menemukan sebagian Nabi bukan ulul azm dan sebagian yang lain adalah ulul azm.
Dan kalau kita tengok keadaan para Imam kita, maka kita akan menemukan hukum diatas juga berlaku diantara mereka as, yakni Allah swt mengutamakan sebagian para Imam atas sebagian yang lain.
Dan hal ini bisa kita lihat dari perkataan Nabi saw dan perkataan Aimmah(para Imam) itu sendiri.
قال رسول الله (ص):” إنّ الحسن و الحسين سيّدا شباب اهل الجنّة و ابوهما خير منهماز”
Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya al-Hasan dan al-Husain adalah para pemimpin pemuda surga, dan ayahnya lebih utama dari mereka berdua.”
Hadis ini sungguh jelas menerangkan kedudukan sayidina Ali as dari kedudukan para pemimpin pemuda surga. Kita semua mengetahui bahwa sayidina Ali dan al-Hasan serta al-Husain, mereka semua adalah para Imam kita dan mereka adalah Ahlulbayt Nabi saw. Akan tetapi bersamaan dengan itu Allah swt melaluli lisan Rasulullah saw mengutamakan Sayidina Ali dari al-Hasan dan al-Husain.
Sekarang mari kita lihat apa perkataan para Imam as tentang kedudukan amirul mu’minin as.
سؤل الباقر(ع):” يابن رسول الله من منكم كأمير المؤمنين في عبادته؟”
قال(ع):”من منّا كأمير المؤمنين في عبادته؟” ” قل من منّا يشبه أمير المؤمنين في عبادته! ولا فينا احد إلاّ ابيّ السجّاد كان يشبه جدّي أمير المؤمنين.”
Imam Bagir as pernah ditanya: “wahai putra Rasulullah, siapakah dari kalian (aimmah/para imam as) yang sama seperti Amirul mu’minin dalam ibadahnya?” setelah mendengar pertanyaan ini beliau as menjawab : “siapa dari kami yang sama seperti Amirul mu’minin dalam ibadahnya?” kemudian Beliau as melanjutkan perkataannya “bertanyalah siapa dari kami yang menyerupai Amirul Mu’minin dalam ibadahnya! Dan tidak ada dari kami satupun yang menyerupai Amirul mu’minin as dalam ibadahnya kecuali ayahku as-Sajjad dialah yang menyerupai kakekku Amirul mu’minin as dalam ibadahnya.”
Riwayat diatas menerangkan bahwa hanya Imam as-Sajjad lah yang menyerupai Amirul Mu’minin dalam ibadahnya.
Lalu seberapa besarkah keserupaan yang ada diantara ibadah As-Sajjad as dengan ibadah Amirul mu’minin as?
Sebelum menjawab pertanyaan ini marilah kita lihat sekilas tentang as-Sajjad as.
Imam as-Sajjad as memiliki panggilan As-Sajjad tak lain dikarenakan banyaknya sujud dan banyaknya ibadah yang Beliau as lakukan. Dan dalam riwayat yang masyhur disebutkan bahwa Imam as-Sajjad dalam sehari semalam mengerjakan solat seribu rekaat. Dan kemasyhuran beliau as dalam ibadah tercatat dalam kitab-kitab ahlu sunnah juga.
Sekarang ini ketika kita sudah mengetahui betapa besar ibadah yang dilakukan oleh Imam as-Sajjad, maka marilah kita lihat seberapa besar keserupaan yang ada diantara ibadah beliau as dan ibadah kakeknya Amirul mu’minin as.
Didalam riwayat disebutkan bahwa
سؤل السّجّاد:”يابن رسول الله اين عبادتك من عبادة اميرالمؤمنين؟”
قال (ع):”و الله, كالقطر في بحر المحيط”
Imam sajjad as pernah diatanya : “wahai putra Rasulullah, dimanakah ibadahmu darai ibadah kakekmu Amirul mu’minin Ali Ibn Abi Talib?(yakni seberapa keserupaan yang ada di antara ibadah as-Sajjad dan ibadah Amirul mu’minin as).”
Imam Sajjad as menjawab: ” demi Allah, seperti satu tetes air didalam lautan samudera.”
Imam Ja’far as pernah berkata: “اعلم انّ أميرالمؤمنين أفضل عند الله من الأئمة كلّهم وله ثواب أعمالهم” “ketahuilah sesungguhnya Amirul mu’minin lebih utama disisi Allah swt dari para Imam seluruhnya, dan dia memiliki pahala seperti pahala mereka/para Imam seluruhnya.”
Mungkin banyak orang yang heran atas kedudukan beliau as yang sangat tinggi.
Akan tetapi, hal ini sudah dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam perang khandaq.
قال رسول الله (ص):”ضربة علي لعمرو يوم الخندق تعدل عبادة الثقلين” Rasulullah saw bersabda: ” pukulan Ali kepada Amr diperang khandaq sama seperti ibadah seluruh makhluk.”
Dari sini kita bisa mengetahui bahwa tidak ada orang yang bisa menyamai kedudukan Amirul mu’minin as (tentu saja selain Rasululla saw, karena Sayidina Ali pernah berkata bahwa dirinya adalah salah satu dari budak-budak Muhammad saw. Jadi derajat Rasulullah saw sangat jauh diatas derajat sayidina Ali as.)
Kita semua tahu bahwa pukulan beliau as hanya 2 atau 3 detik dari umurnya. Kalau 3detik dari umur beliau sudah menyamai ibadah seluruh makhluk, bagaimana dengan ibadah-ibadah beliau yang lain. lalu seberapa besarkah keseluruhan ibadah beliau dalam seluruh umurnya. Maka tidak ada satu orangpun yang tahu kecuali Allah swt dan RasulNya saw. Sungguh hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah saw ini:

قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Dan Rasulullah saw juga bersabda: “إنّ الله جعل لأخي علي بن ابي طالب فضائل لا يحصي عددها غيره…” “sesungguhnya Allah swt telah memberikan kepada saudaraku Ali ibn Abi Talib keutamaan-keutamaan yang tidak ada yang bisa menghitung jumlahnya kecuali dia sendiri…..”
Insyallah hari demi hari kita mendapatkan rizki untuk bisa mengetehaui keutamaan-keutamaan beliau as dan mendapatkan syafaatny kelak di hari akhir…..

قال رسول الله صلی الله عليه و اهل بيته: ستفترق أمّتي علی ثلاث وسبعین فرقة کلّها في النّار الاّ واحدة.

Rasulullah saw bersabda : umatku akan terpecah menjadi 73 golongan dan semuanya akan masuk neraka kecuali satu.

Hadis diatas ini kita bisa temukan di buku-buku syiah dan sunni, salah satunya ada didalam kitab الفجر الصادق halaman dua cetakan mesir tahun 1323 H.

Hadis tersebut diatas menunjukkan bahwa setiap muslim harus waspada dan harus meneliti golongan yang manakah yang bakal selamat.

Rasulullah saw sendiri secara terang-terangan sudah menunjukkan golongan manakah yang akan selamat dan masuk surga.

قال رسول الله (ص)(لعلي) : أنت و شيعتك راضين مرضيين.

Rasulullah saw bersabda (kepada sayidina ali) : engkau dan syiahmu/pengikutmu adalah orang-orang yang ridha dan diridhai.

Hadis tersebut diatas bisa kita temukan didalam buku-buku syiah dan sunni, dan berikut ini adalah beberapa kitab-kitab ahlu sunnah yang menuliskan hadis tersebut:  1. نور الابصار halaman70 cetakan mesir tahun 1312H.

                2. الدّرّ المنثور في تفسير بالمأثور jilid 6 halaman 379.

                3.  مناقب سيدنا عليhalaman  32.

                  4. تفسیرجامع البیان jilid 15 halaman 265.

                  5. الصواعق المحرقة halaman 161.

                  6. نظم درر السمطين  halaman 92.

Disebutkan juga bahwa Rasulullah saw bersabda: syiah Ali / pengikut Ali mereka adalah orang-orang yang menang dan beruntung di hari kiamat.

قال رسول الله(ص): شيعة عليّ هم الفائزون يوم القيامة.

Hadis ini bisa kita temukan didalam kitab ينابع المودّة  halaman 55 cetakan Istanbul juga didalam kitab مناقب سيدنا علي halaman 37, dan kita bisa temukan didalam kitab-kitab yang lain dari kitab-kitab sunni dan syiah.

Didalam kitab الصواعق المحرقة halaman 96 cetakan mesir tahun 1324H disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda (kepada sayidina Ali): Engkau dan syiahmu akan berada di surga. قال رسول الله(ص)(لعلي): أنت و شيعتك في الجنّة

Disebutkan juga dalam kitab مناقب سيدنا علي halaman 32 bahwa Rasulullah saw bersabda  kepada sayidina Ali : sebaik-baik manusia adalah engkau dan syiahmu.

قال رسول الله(ص)(لعلي): خیر البرية أنت و شيعتك.

Jadi sesuai hadis diatas bahwa umat Nabi saw akan terpecah belah menjadi 73 golongan dan hanya satu yang akan selamat maka wajib bagi setiap muslim untuk mencari golongan manakah yang akan terselamatkan.

Dan sesuai hadis-hadis yang berikutnya maka sungguh jelas bahwa hanya pengikut Ali(syiah Ali ) lah yang akan terselamatkan dan oleh karenanya syiah yang ada sekarang ini mengakui bahwa khalifah setelah Rasulullah adalah sayidina Ali dan bukan yang lain.

(semua hadis-hadis diatas saya nukil dari kitab-kitab ahlu sunnah)

Dan sekarang ketika kita melihat seluruh golongan-golongan islam yang ada maka kita akan mendapatkan bahwa pecinta Sayidina Ali dan pengikut beliau juga ada banyak. Lalu manakah yang benar?

Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, marilah kita kembali menengok perkataan-perkataan Nabi saw sebelum Beliau meninggal,

Disebutkan didalam kitab صحيح البخاري 9/147/79 didalam كتاب الاحكام, juga الترمذي في كتاب الفتن 4/501, bahwa Jabir ibn Samrah berkata bahwa aku mendengar Rasulullah bersabda: “akan ada setelahku 12 pemimpin” , kemudian Jabir berkata setelah itu aku tidak mendengar lagi perkataan Nabi saw, kemudian ayahku berkata kepadaku : “semuanya(para 12 pemimpin itu) dari Quraysh.”

Dari perkataan sahabat tersebut sunggguh jelas bahwa khalifah setelah Nabi saw ada 12 orang dan semuanya dari kaum Quraish, lalu siapakah mereka?

Sesungguhnya pertanyaan ini sudah dijawab oleh Nabi saw sendiri,

قال رسول الله (ص): أنا و علي و الحسن و الحسين و تسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون.

Rasulullah saw bersabda: “Aku dan Ali dan Hasan dan Husain dan 9 orang dari keturunan Husain adalah suci dan ma’sum.”

Hadis diatas dinukil didalam kitab كفاية الأثر hal19 , ينابع المودّة3/291/9, فرائد السمطين 2/133/430.

Disebutkan juga dalam kitab ينابع المودّة  bab 76 dan 94 yang mana hal ini dinukil juga dari kitab فرائد السمطين  bahwa Jabir ibn Abdillah berkata: Rasulullah bersabda: wahai Jabir, sesungguhnya wasi-wasiku dan para pemimpin muslimin setelahku yang pertama adalah Ali kemudian al-Hasan kemudian al-Husain kemudian Ali ibn al-Husain kemudian Muhammad ibn Ali kemudian Ja’far ibn Muhammad kemudian Musa ibn Ja’far kemudian Ali ibn Musa kemudian Muhammad ibn Ali kemudian Ali ibn Muhammad kemudian al-Hasan ibn Ali kemudian al-Qoim namanya seperti namaku dan kuniahnya seperti kuniahku.

Hal ini juga disebutkan dalam kitab منتخب الأثر halaman 114 dengan sedikit perbedaan yang mana disebutkan bahwa Nabi saw bersabda kepada sayidina Ali: “Aku lebih utama dari para mu’minin dari diri mereka sendiri, kemudian engkau ya Ali lebih utama dari para mu’minin dari diri mereka sendiri.” Kemudian menyebutkan satu persatu para pemimpin setelahnya sampai terakhir al-Hujjah ibn al-Hasan lebih utama dari para mu’minin dari diri mereka sendiri.”

Sekarang  kalau kita melihat dan meneliti satu persatu dari golongan-golongan dan madzhab-madzhab islam yang ada, maka kita akan temukan hanya syiah imamiah atau syiah itsna ashar lah yang memiliki 12 imam/pemimpin dan para pemimpin tersebutlah yang seluruh nama-nama mereka ada didalam hadis Nabi saw diatas.

Dan kalau kita mau sadar dan mau insaf maka kita tidak akan menemukan satu golonganpun kecuali syiah imamiah yang memiliki 12 pemimpin.

Insyallah ini bisa jadi bahan untuk kita memikirkan hari depan kita kelak di akhirat ketika kita menemui Rasulullah saw yang mana Beliau saw akan bertanya kepada kita sudahkah kita mengikuti pemimpin setelahnya.

 

Allah swt adalah Tuhan yang selamanya hidup dan Tuhan yang hidup tanpa awal dan tanpa Akhir.

Dialah Tuhan yang menciptakan Kehidupan dan mematikan kehidupan. Dialah Tuhan yang menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Dialah Tuhan yang tidak pernah menutup pintu rahmatNya bagi siapa saja yang ingin mendapatkan rahmatNya. Dialah Tuhan yang senang melihat hambaNya kembali kepadaNya.

Kalau kita lihat ketika kita ingin berbicara atau ingin makan atau bahkan inging bernafas berapa banyak dari sel-sel tubuh kita yang bekerja hanya untuk satu pekerjaan, kita contohkan saja kalau kita ingin bernafas berapa bagian dari tubuh kita yang kita butuhkan dalam pekerjaan ini, kita butuh paru-paru yang sehat, kita butuh hidung yang baik, kita butuh saluran-saluran yang menyampaikan oksigen dari hidung ke paru-paru, dan masih banyak lagi dari bagian tubuh kita yang kita butuhkan untuk satu kali tarik nafas. Dan didalam bagian-bagian tubuh tersebut terdapat ribuan bahkan jutaan sel yang bekerja dan semua sel tersebut harus dalam keadaan baik dan bekerja maksimal. Kalau dari sel-sel tersebut ada yang rusak maka secara otomatis tubuh kita akan memperbaikinya atau menggantinya. Kemudian setelah seluruh bagian tubuh yang dibutuhkan untuk bernafas siap kita juga membutuhkan udara segar yang bisa kita hirup dengan baik. Sadarkah kita bahwa ini semua bekerja di dalam alam bawah sadar kita, kita contohkan saja orang yang tidur dia tidak sadar sama sekali, akan tetapi dia bernafas dengan baik. Sadarkah kita bahwa ini semu ada campur tangan Allah swt. Allah swt lah yang mengirim malaikat-malaikatNya untuk membantu kita dalam menjalankan seluruh bagian tubuh kita. Di setiap sel kita terdapat malaikat yang menjalankannya, tanpa bantuan Allah swt kita tidak bisa melakukan apapun termasuk bernafas.

Allah swt adalah Tuhan yang penyayang, Tuhan yang selalu memperhatikan hambanya, akan tetapi hamba-hambanya lah yang selalu melupakanNya dan menjauhiNya…

Sungguh celaka dan sungguh merugi orang yang meninggalkan Allah swt atau bermaksiat kepadaNya, karena hanya neraka yang pantas menjadi balasan untuk perbuatannya.

Allah swt berfriman kepada salah satu NabiNya as (yang kurang lebihnya seperti ini) “…aku malu tidak memberi hambaku yang meminta kepadaku, akan tetapi mengapa hambaku tidak malu bermaksiat kepadaku.”

Allah swt adalah penguasa seluruh apa yang ada di dunia dan akhirat. Semua kembali kepadaNya. Yang baik akan mendapatkan RidhaNya dan yang jelek akan mendapat MurkaNya.

Siapakah di dunia ini yang lebih bekuasa dari Allah swt? Milik siapakah kekuasaan dunia dan akhirat? Milik siapakah seluruh ilmu yang ada? Milik siapakah kekuatan yang ada? Tahukah kita seberapa luasnya dunia ini? Tahukah kita batasan-batasan dunia? Kalau ada yang mengaku mengetahui batasan-batasan dunia, pertanyaan selanjutnya adalah dunia ini dibatasi oleh apa? Dan apakah ada sesuatu setelah batasan tersebut?

Kekuasaan Allah swt tidak terbatas, begitu juga IlmuNya. Sungguh bodoh orang yang mencoba bermaksiat kepadaNya. Orang yang mau sadar atas keadaannya maka dia tidak bisa melakukan apapun selain syukur kepada Allah swt. Syukur sendiri jika tidak dibantu oleh Allah swt maka tidak bisa terlaksanakan. Jadi syukur yang kita telah laksanakan adalah suatu nikmat yang harus kita syukuri. Allah swt selalu menerima tobat hambaNya yang mau kembali kepadaNya. Dan tidak ada kasih sayang yang lebih besar dari kasih sayang Allah swt terhadap hambaNya.

Kalau kita berpendapat bahwa ruh kita adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita maka kita telah salah, Karena Allah swt lebih dekat kepada kita dari ruh kita.

Kalau kita menganggap bahwa kita sulit kembali kepada Allah swt, maka kita telah salah, karena Allah swt telah membuka pintu rahmatNya untuk hambaNya yang kembali kepadaNya, dan kalau kita melangkah satu langkah menuju kepada Allah swt, maka Allah swt mendekat kepada kita 10langkah. Jarak langkah disini adalah sebuah kiasan bahwa Allah swt selalu menyeriusi/memperhatikan hambanya dan Allah swt selalu bersama hambaNya.

Ketika orang awam/bodoh/jahil membawa al-Quran dan para ulama’ sholeh juga membawa al-Quran, maka manakah dari mereka yang lebih dekat kepada al-Quran? Orang yang berakal pasti akan berkata bahwa ulama’ lebih dekat kepada al-quran daripada orang jahil. Karena para ulama’ mengetahui tafsir al-quran dan para ulama’ lebih banyak mengamalkan al-Quan daripada orang jahil. Padahal al-Quran yang ada ditangan ulama’ sama seperti al-Quran yang ada ditangan orang jahil.

 

Seorang petani bercerita tentang kejadian aneh yang dia lihat.

“ketika di hari panen gandum, saya pergi ke sawah. Sesampainya di sawah saya melihat seekor lebah terbang di atas kumpulan gandum yang habis dipanen, tak lama kemudian saya melihat lebah tersebut mengambil biji gandum kemudian terbang kembali. Saya berkata kepada diri sendiri kenapa lebah mengambil biji gandum, bukankah lebah tidak memakan gandum??. Karena lebah tidak terbang dengan cepat saya mengikuti kemana lebah tersebut pergi, ternyata lebah terseut pergi ke bangunan rusak yang tak jauh dari sawah. Sesampainya saya di bangunan tersebut saya melihat lebah pergi menghampiri burung yang buta yang tidak bisa terbang. Dengan suara kepakan sayap lebah, si burung membuka paruhnya dan si lebah meletakkan biji gandum tersebut di dalam paruh burung.”

Rizki seluruh makhluk Allah swt telah tertulis disisiNya, dan rizki tersebut pasti akan sampai kepada yang berhak. Kalau ada rizki belum sampai kepada hamba Allah swt walaupun satu suapan nasi, maka hamba tersbut tidak akan mati sampai satu suapan tersebut dimakannya.

Manusia sudah terjamin rizkinya, baik dia kerja atau tidak kerja. Islam selalu mengajarkan kita untuk menjalankan pekerjaan yang mulia. Rizki kita akan sampai kepada kita, dan tidak ada satu makhlukpun yang bisa menggagalkannya. Kalau manusia bekerja dengan cara halal maka dia akan mendapatkan rizkinya dengan halal dan dengan kemuliaan disisi Allah swt, kalau dia bekerja dengan cara yang dilarang agama, maka dia akan mendapatkan rizkinya dengan haram dan dengan kehinaan disisi Allah swt. Intinya rizki kita sudah tertulis disisi Allah swt, akan tetapi cara kita mendapatkannya itu ikhtiar/pilihan kita kalau kita ingin mulia, maka kita harus bekerja dengan cara yang dihalalkan oleh Allah swt. Kalau kita (na’udzubillah mindzalik)bekerja dengan pekerjaan yang hina atau merampok atau menipu, maka rizki kita tetap akan sampai kepada kita akan tetapi diiringi dengan dosa dan kehinaan disisi Allah swt.

Manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah swt. Jika kita lihat bahwa burung yang buta tidak dilupakan oleh Allah swt, manusia yang merupakan hamba yang dimuliakan olehNya pasti tidak akan dilupakanNya. Akan tetapi kita masih sering melupakanNya.

Allah swt berfirman kepada salah satu NabiNya as (yang kurang lebih isinya seperti ini): “… aku malu tidak memberi hambaku yang meminta kepadaKu, tapi mengapa hambaku tidak malu bermaksiat kepadaku.?”

Jadi sudah sepantasnya bagi seluruh manusia untuk selalu mengingat Allah swt dan melaksanakan hal yang diridhainya dan menjauhi hal yang dilarangnya.

 

Ya Allah swt engkau menciptakanku dengan keutamaan dan ilmu dan engkau telah menambahkan yang lebih kepadaku,

engkau telah mengirim Muhammad saw,

engkau telah menjadikannya sebagai Nabiku,

engkau telah menyuruhku untuk mencintainya,

engkau telah membuka jalan untuk aku menerima panggilannya,

dengan menerima panggilannya engkau telah memuliakanku,

engkau telah memilih untukku yang terbaik yang dengan nikmatnya engkau penuhi aku,

engkau telah memberitahuku {dengan perantaranya(Nabi saw)} makna taqwa yang dengan taqwa engkau indahkan dan baguskan diriku,

engkau telah menyuruhku untuk mengenal keluarganya yang perkenalan dengan mereka penyebab perkenalanku dengannya,

engkau telah kenalkan diriku dengannya yang perkenalan dengannya penyebab perkenalanku denganMu,

engkau menyuruhku untuk mencintai keluarganya yang kecintaaan kepada keluarganya penyebab kecintaanku kepadanya serta kecintaan kepadanya penyebab kecintaanku kepdaMu,

sedangkan Kecintaan kepadaMu adalah kemuliaan dan kebanggaan serta keabadian bagiku, engkau adalah penciptaku denganMu aku mulia dan denganMu aku bahagia,

engkau ciptakan Muhammad saw sebagai Nabi yang dengannya hubunganku denganMu terjalin dan dengannya kecintaanku kepadaMu terwujud,

kemudian engkau ciptakan keluarganya sebagai wasinya yang dengan mereka kecintaanku kepadaMu terjaga dan dengan mereka kecintaanku kepadaMu abadi,

hanya dengannya dan dengan keluarganya kecintaanku kepadaMu bisa terwujud dan bisa abadi… dan engkaulah pencipta mereka orang-orang suci as.

Hanya syukur yang bisa aku berikan kepadaMu…..

 Seorang Raja yang jahat merasakan sakit yang sangat parah ditangannya yang tidak pernah dia rasakan selama hidupnya, kemudian dia memanggil tabib pribadinya dan memintanya untuk memeriksa tangannya,Raja menerangkan kepadanya tentang sakit yang dideritanya, tabib kerjaan ini setelah mendengar keluahan Raja atas sakit yang ada di tangannya, segera memeriksa tangannya akan tetapi setelah beberapa lama memeriksa tangannya tabib tidak menemukan tanda-tanda penyakit ditangannya. Kemudian tabib berkata kepada Raja: “ wahai Raja, aku tidak menemukan tanda-tanda penyakit ditanganmu”. Setelah mendengar jawaban tabib Raja berteriak dengan kencang karena sakit ditangannya dan berkata kepada tabib: “akan tetapi wahai tabib, aku merasakan sakit yang sangat parah ditanganku.” Tabib dengan heran menjawab: “wahai raja aku tidak tahu apa sebabnya.” Dan pada saat itu lewatlah orang yang arif dan orang yang bijak yang dengan melihat tangan Raja, dia berkata: “wahai Raja aku tahu sebab dari sakit yang ada ditanganmu”. Raja dengan heran berkata kepada orang arif tersebut: “apa yang engkau ketahui?” orang arif menjawab: “Aku melihat ditanganmu bekas tetesan air mata seorang perempuan miskin yang terdholimi/teraniaya.”

 Cinta kita kepada Keluarga Nabi saw (Ahlulbayt as)adalah cinta kita kepada Nabi saw itu sendiri, tanpa kecintaan kita kepada Ahlulbayt as maka kecintaan kita kepada Nabi saw tidak terhitung sebagai cinta, jika kecintaan kita kepada Nabi saw tidak ada maka mustahil kita bisa mencintai Allah swt, karena Nabi saw adalah orang yang paling Allah swt cintai dan kecintaan kepadanya adalah kewajiban bagi kita dari sisiNya. Karena Ahlulbayt adalah dari Nabi saw dan Nabi saw dari Ahlulbayt as maka kecintaan kepada Ahlulbayt adalah kewajiban dari kita. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah keindahan. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah kesuksesan. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah kemenangan. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah rizki yang melimpah. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah kedahsyatan energi. Cinta kepada Ahlulabyt as adalah kebaikan. Cinta kepada Ahlulabyt as adalah keselamatan. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah kebahagiaan. Cinta kepada Ahlulabyt as adalah keabadian. Cinta kepada Ahlulabyt as adalah keridhaan Allah swt.Nabi saw adalah orang yang paling Allah swt cintai, dan Allah swt wajibkan bagi para makhluknya untuk mencintainya, dan Allah swt tekankan bahwa kecintaan kepadanya tidak akan sempurna tanpa kecintaan kepada keluarganya(Ahlulbaytnya as).(قل لا اسألكم عليه اجراً الاّ المودّة في القربى ومن يقترفْ حسنةً نزد له فيها حسناً)  {الشورى:23}Nabi saw bersabda: “sesungguhnya Allah swt telah menciptakan para Nabi as dari pohon-pohon yang berbeda-beda dan menciptakanku dari pohon yang satu dan aku adalah aslinya/akarnya/pankalnya, Ali adalah batangnya, Fatimah adalah bunganya, Hasan dan Husain adalah buahnya, maka siapa yang bergantung di salah satu ranting dari ranting-rantingnya maka akan selamat dan siapa yang menyimpang darinya maka akan jatuh dan celaka, walaupun telah beribadah antara shofa dan marwa selama seribu tahun kemudian seribu tahun lagi kemudian seribu tahun lagi kemudian tidak memahami perkataan kami maka Allah swt akan memasukkannya kedalam neraka” kemudian Nabi saw membaca ayat: قل لا اسألكم عليه اجراً الاّ المودّة في القربى hadis ini terdapat di kitab-kitab sunni(ahlu sunnah) seperti di Tarikh Demasyq 12/143 , di kitab syawahid al-Tanzil(2/203 hadis837) dan di kitab Kifayah al-Thalib:178(h318 bab87).Nabi saw tidak meminta dari kita sesuatu apapun atas dakwahnya kecuali kecintaan kepada Ahlulbaytnya as, permintaan ini adalah kemuliaan bagi kita. Karena kecintaan kepada Ahlulbayt as adalah perintah Allah swt dan keridhaanNya.

Dahulu kala di dalam hutan lebat nan indah terdapat Singa yang sombong yang tinggal di dalamnya. Singa ini tidak hanya hidup dengan sombong akan tetapi dia juga berkuasa didalam hutan tersebut. Dia adalah penguasa yang jahat dan memerintah dengan seenak hatinya, dan memerintah sekelompok hewan untuk menaatinya dan melakukan semua yang dia inginkan. Dan pekerjaan sehari-harinya adalah bermalas-malasan dan tidak bekerja. Dengan sekali perintah, hewan-hewan yang ada dijadikannya pelayan dan melayaninya dalam menyiapkan seluruh makanan yang dia inginkan.

Suatu hari beberapa ekor gajah dan beberapa hewan yang lain berkumpul dan bermusyawarah dalam mengatasi penguasa yang zalim dan jahat ini. Salah satu dari para gajah berkata: “apa yang harus kita lakukan dalam menanggulangi masalah ini? kita telah capek dari melayani singa pemalas dan zalim ini.” kemudian serigala berkata: “ya, kita sudah capek dan dari tingkah lakunya”. Setelah beberapa saat mereka mencari jalan keluar, seekor lebah berkata: “jika aku selamatkan kalian dari penguasaan singa yang jahat dan zalim, apakah kalian akan menerimaku sebagai pemimpin kalian?”

Kemudian kelinci dengan suara keras berkata: “kamu siapa? Dan bagaimana mungkin kamu akan menyelamatkan kami, kamu adalah hanya seekor lebah yang lemah dan kecil.”

Lebah tersebut untuk kedua kalinya mengutarakan apa yang ia inginkan. Setelah lebah selesai mengutarakan apa yang dia inginkan, sebagian besar hewan menyetujuinya dan akan menjadikannya raja hutan jika dia bisa menyelamatkan para hewan dari cengkraman singa.

Kemudian lebah tersbut terbang  dan berkata kepada seluruh binatang untuk mengikutinya, supaya mereka semua melihat apa yang akan dilakukan oleh lebah.

Dan ketika singa tidur si lebah masuk ke dalam telinga singa, dan mulailah si lebah menyengat bagian-bagian telinga dan mengeluarkan suara-suara yang membikin sakit singa.  Kemudian si singa bangun dari tidurnya dengan kesakitan dan memukul-mukul kepalanya karena suara-suara yang dikeluarkan oleh lebah. Si lebah terus-menerus mengeluarkan suara-suara yang keras dan menyengat bagian-bagian dalam telinga singa. Dan karena tidak si singa tidak bisa menahan suara-suara tersebut, dia menyeburkan dirinya ke dalam sungai, ketika si lebah tahu bahwa si singa akan tenggelam dia dengan cepat keluar dari telinga singa dan terbang menghampiri para hewan yang sedang menontonnya.

Dan berhasillah si lebah menyelamatkan para hewan dari cengkeraman dan penindasan yang dilakukan oleh singa yang jahat dan zalim.

Setelah para hewan menjadikan lebah sebagai raja mereka, si lebah berkata kepada mereka: “wajib bagi kalian untuk mencabut ketakutan yang ada di dalam diri kalian, dan hiasi diri kalian dengan keberanian dan hikmah, maka kalian akan hidup dengan tenang dan aman, penindas telah pergi dan syukur untuk Allah swt.”

Hadis seputar sayidina Ali as

1.         Dikeluarkan oleh Abu Na’im Al-Esbahani yang sanadnya bersambung sampai Ibn Abbas yang mana Beliau (Ibn Abbas) berkata : “ dulu kami (para sahabat Nabi saw) saling berbincang2 bahwa sesungguhnya Nabi saw telah memberi 70 janji kepada Sayidina Ali as yang Beliau saw tidak memberinya kepada satupun dari sahabat”. {huliyah al-auliya’ jilid 1 halaman 68 cetakan dar al-kitab al-arabi –Beirut-.}

2.         An-Nasa’i berkata yang sanadnya bersambung sampai Ibn Abbas  dari sayidin Ali as berkata: “ dulu aku memiliki kedudukan disisi Rasulullah saw, yang mana tidak  dimiliki oleh makhluk yang lain, dulu aku masuk ke dalam rumah Nabi saw setiap malam, dan jika Beliau saw sedang melaksanakan sholat maka Beliau mengucapkan tasbih (tanda izin Nabi saw) maka aku masuk kedalam rumahnya, dan jika tidak dalam keadaan sholat maka Beliau mengizinkan(dengan ucapan)  aku untuk masuk, maka akupun masuk”. {as-Sunan al-Kubra jilid 5 halaman 140  hadis ke 8399, kitab al-Khashaish halaman 166-167}

3.         An-Nasa’I berkata yang sanadnya sampai ke sayidina Ali as, yang mana Beliau (sayidina Ali as) berkata: “Jika aku bertanya atau meminta sesuatu kepada Nabi saw, maka aku pasti akan diberi (yang aku inginkan). Dan jika aku diam maka Beliaulah saw yang akan memulainya( menawarkan sesuatu baik ilmu atau  apapun)”. {as-Sunan al-Kubra jilid 5 halaman 142 , kitab al-khashaish halaman 170-171, al-hakim di dalam mustadraknya juga menukilnya(mustadrak  jilid 3 halaman 135 hadis 4630 cetakan dar al-kutub al-alamiah Beirut  th1411H)}

4.         An-Nasa’i juga berkata yang sanadnya dari Ummu salamah (istri Nabi saw ) yang berkata sesunggunya beliau (Ummu Salamah) berkata : “ demi yang Ummu salamah bersumpah atasnya(Allah swt)  sesungguhnya paling dekatnya manusia kepada Nabi saw adalah Ali as”. {as-Sunan al-Kubra jilid 5 halaman 154 bab 54}

5.         Para Ahli Hadis dan Para Sejarawan serta Para Mufasir  dalam pembahasan ayat  214 dari surah as-Syu’ara mereka berkata bahwa ketika ayat ini turun Rasulullah saw mengundang 40 laki-laki dari Bani Hasyim dan dari Para Pembesarnya, dan ketika mereka semua selesai dari makan, Rasulullah saw berkata kepada mereka semua : “Wahai Anak-anak Abdul Muttalib!! Sesungguhnya demi Allah, tidak ada pemuda di arab yang datang kepada kaumnya dan membawa sesuatu untuk mereka  yang lebih baik dari apa yang aku bawa kepada kalian,  Sesungguhnya aku telah datang dengan sebaik-baik dunia dan akhirat, Allah swt telah menyuruhku untuk mengajak kalian kembali kepadaNya, Maka siapa dari kalian yang percaya kepadaku dan membantuku dalam hal ini maka akan menjadi saudaraku, wasi(pengganti)ku, dan khalifah setelahku.” Ketika Nabi saw selesai, kaum(anak-anak Abu Muttalib/para paman Nabi saw) diam tidak berbicara dan seketika itu juga Sayidina Ali berdiri dan berbicara: “ Aku ya Rasulullah saw, yang akan menjadi penolong serta pembantumu atas apa yang Allah perintahkan kepadamu.” Rasulullah berkata kepadanya(sayidina Ali): “ duduklah.” Kemudian Nabi saw mengundang mereka semua untuk kedua kalinya sampai tiga kali. Akan tetapi setiap Nabi mengundang mereka, tidak satupun dari mereka yang berbicara, mereka semua diam dari apa yang dikatakan Nabi saw dan hanya sayidina Ali as lah yang selalu menjawab pertanyaan Nabi  saw serta beliau menyatakan kesediaannya untuk menjadi pembantu Nabi saw dalam perintah-perintah Allah swt, akan tetapi Nabi saw menyuruhnya untuk duduk di pertemuan pertama dan kedua, akan tetapi di pertemuan yang ketiga  Rasulullah saw mengangkat tangan Sayidina Ali dan berkata kepada kaum yang ada saat itu : “ sesungguhnya dia adalah saudaraku dan dialah wasiku serta khalifah setelahku, maka dengarkanlah  dia dan ta’atilah dia!” setelah mendengar hal ini berdirilah kaum dan menertawakan Abu Talib(ayah sayidina Ali as yang ikut hadir dalam pertemuan ini) dan berkata kepadanya: “dia telah menyuruhmu untuk mendengarkan anakmu dan menaatinya.” {Musnad Ahmad jilid 1 halaman 111, Tarikh al-Tabari jilid 2 halaman216, Takhir Ibn Al-Atsir jilid1 halaman 487, sayrkh Nahjul Balaghah (Ibn Abi al-hadid)jilid 3 halaman 267, Ghayah al-Maram jilid 3 halaman 279-286.(semua ini adalah ulama’ ahl as-sunnah)}

6.         Ditulis di oleh Al-Khatib Al-Khawarizumidi bab ke enam di dalam bukunya al-Manaqib  halaman 64-79 tentang hadis-hadis yang berkenaan dengan kecintaan terhadap Sayidina Ali as dan Ahlulbayt Nabi saw, yang tercatat  sekitar 30 hadis, dan ini adalah sebagian darinya:

·                        Jika seluruh manusia berkumpul dalam kecintaan kepada Ali ibn Abi Thalib maka Allah tidak akan menciptakan Neraka.

·                        Wahai Ali jika ada seorang hamba yang menyembah Allah swt seperti apa yang dilakukan Nabi Nuh as terhadap kaumnya dan jika dia memilik emas segunung uhud kemudian emas itu diinfakan dijalan Allah swt dan jika dipanjangkan umurnya sampai dia haji 1000tahun dengan jalan kaki kemudian terbunuh di antara safa dan marwa dengan terdholimi, akan tetapi dia tidak berwilayah kepadamu maka dia tidak akan mencium bau surga dan tidak akan masuk ke dalamnya.

·                        Siapa yang mencintai Ali as maka telah mencintaiku dan siapa yang membencinya maka telah membenciku.

·                        Sesungguhnya malaikat maut menghormati para pecinta Ali ibn Abi Thalib as seperti menghormati para Nabi as.

·                        Siapa yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepadaku dan kepada apa yang aku datang bersamanya(islam), akan tetapi dia membenci Ali as maka dia telah berbohong dan dia tidak mu’min.

 7.         Abdullah ibn Ahmad Ibn Hambal bekata: aku bertanya kepada ayahku : “apa pandangan anda terhadap keutamaan.”  Ayahku berkata: “didalam khilafah , Abu bakar dan Umar  dan Usman”. Maka aku bertanya kembali: “kalau Ali ?” ayahku berkata : “wahai anakku, Ali ibn Abu Thalib adalah dari Ahlulbayt maka tidak ada seorangpun yang bisa dibandingkan dengannya.” {Thabaqat al-Hanabalah jilid 2 halaman 120{

8.         Rasulullah saw berkata kepada Sayidah Fatimah az-Zahra as: “wahai Fatimah, apakah kamu tidak rela kalau suamimu adalah sebaik-baiknya umatku, yang masuk islam terlebih dahulu, paling banyak ilmunya, dan paling bijak dan sabar dari umatku.”{al-Khatib al-Khawarizumi didalam al-Manaqib halaman 106 hadis 111}

9.         Dari  Ibn Abbas yang berkata : “Dihidangkan kepada Nabi saw burung matang(makanan dari langit), kemudian  Nabi saw berkata : “Ya Allah, datangkanlah kepadaku orang yang paling kau cintai dari makhlukmu.” Maka datanglah Ali Ibn Abi Thalib. Kemudian Nabi saw berkata: “ya Allah dia juga orang yang paling aku cintai.”{al-Masdar al-Sabig halaman107-108 hadis ke 113-114}

10.     Rasulullah saw bersabda: “wahai Ali perumpamaanmu dan perumpamaan para pemimpin setelahmu dari anak-anakmu adalah seperti kapal Nuh, siapa yang menaikinya selamat dan siapa yang meninggalkannya tenggelam, dan kalian adalah seperti bintang-bintang, setiap  bintang menghilang maka bintang yang lain akan muncul sampai hari qiamat. {Faraid al-Simthain 2/243/517}

11.     Dan dari Jabir, yang berkata: “dulu kita (para sahabt Nabi saw) berada di samping Nabi saw dan kemudian Ali ibn Abi Thalib as datang, maka berkatalah Nabi saw: “sungguh telah datang saudaraku” kemudian beliau menuju menoleh ke ka’bah dan memukul ka’bah dengan tangannya kemudian berkata: “ demi yang yawaku berada ditangannya sesungguhnya dia dan syiahnya adalah orang-orang yang menang dan beruntung di hari kiamat,kemudian beliau melanjutkan perkataannya: “ seseungguhnya dia adalah paling dahulunya orang dari kalian yang beriman bersamaku, dan dia adalah orang yang paling menyampaikan -janji Allah swt- diantara kalian,dan dia adalah orang yang paling lurus -dalam menjalankan perintah-perintah Allah swt- diantara kalian,dan dia adalah orang yang paling adil -didalam ummat- diantara kalian, dan dia adalah orang yang paling bisa membagi -dengan sama rata dan adil- diantara kalian, dan dia adalah orang yang paling besar -kemuliaannya di mata Allah swt- diantara kalian.”kemudian Jabir berkata: “dan turunlah wahyu kepada Nabi saw(((انّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات اولئك هم خير البرية), dan jabir berkata: maka semenjak itu para sahabat Nabi saw jika kedatangan sayidina Ali as maka mereka berkata: “telah datang sebaik-baik makhluk.” {المصدر السابق halaman 111,112 hadis ke 120.}

12.     Rasulullah saw bersabda: “orang pertama yang sholat berasamaku adalah Ali”  (كنز العمال)

13.     Orang pertama yang sholat adalah Ali dan orang yang pertama islam adalah Ali (صحيح الترمذي- تاريخ طبري – الرياض النضرة) hal ini juga di riwayatkan di dalam buku-buku ini (مسند احمد ابن حنبل – مستدرك الصحيحين – خصائص نسائي – الطبقات الكبرى – اسد الغابة – كنزالعمال) dan juga tertulis di buku-buku ahlulsunnah dan syiah yang lain.

14.     Sayidina Ali as tidur di atas tempat tidur Nabi saw di malam kepergian Nabi saw ke Gua Hira untuk mengkelabuhi orang-orang quraysh yang ingin membunuh Nabi saw dan saat itu turun ayat “ومن الناس من يشرى نفسه ابتغاء مرضاة الله…”<البقرة 207> (التفسير الكبير للفخر الرازي – اسد الغابة – تاريخ دمشق)hal ini juga di terangkan di dalam buku-buku berikut ini (خصائص نسائي- مستدرك الصحيحين – الرياض النضرة – كنزالعمال – مسند الامام احمد ابن حنبل – الطبقات الكبرى – الدر المنثور)

15.     Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Allah swt telah menyuruhku untuk menikahkan Fatimah dengan Ali.” (المعجم الكبيرللطبراني – كنزالعمال – معجم الزوائد – فيض القدير- الصواعق المحرقة)dan juga di buku(ذخائر العقبى)

16.     Sesungguhnya Rasulullah saw selama 6 bulan ketika melewati pintu rumah sayidina Ali dan sayidah Fatimah untuk sholat subuh Beliau berkata : “sholat, wahai Ahlulbayt” kemudian Beliau membaca ayat suci al-Quran “انّما يريد الله ليذهب عنكم الرجس اهل البيت و يطهّركم تطهيراً” hal ini tertulis didalam kitab-kitab ahlusunnah dan syiah berikut kitab-kitab dari ahlu sunnah(صحيح الترمذي- مسند احمد ابن حنبل – تفسير ابن جرير الطبري – مستدرك الصحيحين – اسد الغابة – كنزالعمال – الدرالمنثور)

17.     Aisyah berkata: “aku tidak mengetahui ada orang dicintai Nabi saw lebih dari Ali, dan tidak ada dibumi ini  perempuan yang dicintai Nabi saw lebih dari isterinya(Fatimah)” riwayat ini tertulis didalam buku-buku berikut(خصائص نسائي – مستدرك الصحيحين)riwayat seperti ini juga terdapat didalam buku-buku yang lain seperti:(صحيح الترمذي – مسند احمد ابن حنبل – اسد الغابة – الاصابة – الرياض النضرة)dan masih banyak lagi riwayat seperti ini yang tertulis didalam buku-buku syiah.

18.     Rasulullah saw bersabda: “Ali adalah pemimpin yang benar dan membenarkan, serta Dia adalah pembunuh orang-orang yang berbuat jahat.” (كنزالعمال)

19.     Dirawayatkan bahwa Malaikat Jibril melantangkan suaranya didalam perang uhud : “tidak ada pedang kecuali dzulfigar dan tidak ada pemuda(pemberani) kecuali Ali.” (تاريخ الطبري- الكامل في التاريخ)hal seperti ini juga tertulis didalam buku-buku berikut: (كنزالعمال – الرياض النضرة – ذخائر العقبى)

20.     Ketika ayat “قل تعالوا ندع ابناءنا وابناءكم ونساءنا ونساءكم وانفسنا و انفسكم ثمّ نبتهل فنجعل لعنة الله على الكاذبين”<آل عمران 61> kemudian Nabi saw memanggil  Ali, Fatimah, Hasan dan Husain, kemudian beliau berdo’a: “Ya Allah mereka adalah keluargaku (صحيح مسلم – صحيح الترمذي – الدرالمنثور – مستدرك الصحيحين)

21.     ابناءنا<dalam ayat> adalah Hasan dan Husain dan نساءنا adalah Fatimah serta انفسنا adalah Ali ibn Abu Thalib, hal ini tertulis dalam buku (اسباب النزول)

22.     Nabi saw bersabda : “Dia disisiku seperti diriku…. (kemudian Nabi saw memegang bahu Ali)” hal ini tertulis didalam buku (تفسيرالكشّاف)

23.     Nabi saw bersabda : “ana adalah kota ilmu dan ali adalah pintu kotanya, maka siapa yang ingin masuk kedalam kota maka akan datang ke pintunya.” Tertulis didalam buku-buku berikut (مستدرك الصحيحين – اسدالغابة – كنز العمال – فيض القدير – مجمع الزّوائد – تاريخ بغداد)

24.     Nabi saw bersabda: “Ali adalah pintu ilmuku dan (dia adalah) orang yang menerangkan apa yang aku diutus dengannya setelahku” (كنزالعمال – الصواعق المحرقة)

25.     Sayidina Ali as menyedekahkan cincinnya kepada seorang pengemis dalam keadaan ruku’, kemudian Nabi saw bertanya kepada pengemis tersebut: “siapakah yang memberimu cincin ini?” si Pengemis berkata : “orang yang sedang ruku’ itu(menunjuk kepada sayidina Ali )” kemudian Allah swt menurunkan ayat ini kepada Nabi saw “انّما وليكم الله و رسوله والذين آمنوا الذين يقيمون الصّلوة ويؤتون الزكوة وهم راكعون”(al-Ma’idah ayat 55) hal ini tertulis dalam (المتّفق و المفترق – كنزالعمال) riwayat seperti ini juga terdapat dalam buku-buku berikut ini (معجم الزوائد – ذخائر العقبى – الدر المنثور – تفسيرالكشاف – تفسير الطبري – التفسير الكبير للفخر الرازي – الرياض النضرة)

26.     Nabi saw bersabda:  “sesungguhnya Ali as adalah dariku dan aku darinya dan dia adalah pemimpin para mu’min setelahku” (صحيح الترمذي – مسند احمد ابن حنبل – مسند ابي داود – خصائص نسائي – كنزالعمال – الرياض النضرة)

27.     Nabi saw bersabda: “ sesungguhnya setiap Nabi memiliki pengganti dan pewaris, sesungguhnya Ali  adalah pengganti dan pewarisku” (تاريخ دمشق – فردوس – المناقب لابن مغازلي – كفاية الطالب)

 Surat al-Hamd dizaman Nabi saw telah terkenal dengan “Fatihah al-Kitab” yang artinya adalah pembuka kita. Dan dari riwayat-riwayat yang ada menyatakan bahwa Fatihah al-Kitab telah terkenal di zaman Nabi saw.Dan dari sini kita bisa mengetahui dan membuka masalah yang penting dalam islam.Sebagian umat islam berpendapat bahwa Al-Qur’an belum tersusun rapi di zaman Nabi saw, dan Nabi saw meninggal dalam keadaan Al-Qur’an masih belum terkumpul rapi, hanya saja sebagian sahabat menghafal al-Qur’an secara keseluruhan, kemudian di zaman usman Al-Quran disusun dengan rapi seperti Al-Quran yang ada sekarang ini. Akan tetapi sebagian umat islam yang lain berpendapat bahwa Al-Quran telah tersusun dengan rapi di zaman Nabi saw, dan Nabi saw meninggalkan Al-Qur’an dalam keadaan tersusun rapi dari ayat-ayatnya sampai susunan surat-suratnya.Kita akan sedikit teliti sejarah yang ada dan insyaallah kita akan menemukan pendapat siapakah yang benar.1)           Surat al-hamd telah terkenal di zaman Nabi saw dengan surat al-Fatehah atau Fatihah al-Kitab, dan kita semua tahu bahwa surat ini bukanlah wahyu yang pertama dan juga bukanlah surat pertama yang turun dari sisi Allah swt kepada Nabi saw.  Hal ini menunjukkan bahwa disaat Nabi saw masih hidup, beliau saw menjadikan surat ini sebagai surat pertama dalam Al-Qur’an, dan bukan surat yang lain. Dan hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an telah tersusun secara rapi di Zaman Nabi saw, yang mana pembuka Al-Qur’an adalah surat Al-Fatehah/Fatihah al-Kitab.2)           Banyak riwayat yang menyatakan bahwa Nabi saw memerintah sayidina Ali as untuk mengumpulkan surat-surat Al-Quran yang tertulis di kain atau di kulit atau di tempat-tempat yang lain. Dan sayidinia Ali as berdasarkan perintah Nabi saw mengumpulkan potongan-potongan dari surat-surat al-Qur’an didalam kain yang berwarna kuning. (Kitab Tarikh al-Qur’an Abu Abdillah Zanjoni). Dalil yang lain tentang hal ini juga terdapat di kitab “Manaqib” milik salah seroang ulama’ besar ahlu sunnah(sunni) al-Khawarizumi, yang mana beliau menukil sebuah hadis dari Ali ibn Riyah yang berkata bahwa: “Ali ibn Abi Thalib dan Abi Ibn ka’ab telah mengumpulkan surat-surat al-Qur’an  dizaman Nabi saw.  Hal seperti ini juga telah ditulis oleh Hakim, beliau adalah Alim dari Ulama’ besar ahlu sunnah, beliau meriwayatkan hadis didalam kitabnya Mustadrak al-Hakim dari Zain ibn Tsabit. Zaid berkata: “kita telah mengumpulkan surat-surat al-Qur’an dalam hidmat kepada Nabi saw, Dan setiap dari kami menyusunnya(al-Qur’an) dengan petunjuk-petunjuk dari Nabi saw, akan tetapi yang kami susun berbeda-beda, kemudian Nabi saw memerintah  Ali untuk mengumpulkannya dalam satu tempat,….” 3)           Bagaimana kita bisa mempercayai bahwa Nabi saw meninggal dan al-Qur’an(hidayah bagi umat) belum tersusun dengan rapi? Nabi saw terkenal dalam hidupnya sebagai orang yang selalu melakukan pekerjaan apapun dengan sangat rapi, walaupun dalam pekerjaan yang sangat kecil dan sepele di mata kita, dan beliau saw juga selalu memerintahkan kepada para sahabatnya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan mereka dengan rapi. Sekarang kita melihat bahwa Al-Quran adalah asas islam dan merupakan hidayah bagi umat serta merupakan dasar- dasar syariat dan pusat segala ilmu dan tarbiat(pendidikan dan pencerahan akhlak), bagaimana mungkin Nabi saw yang terkenal dengan orang yang sangat peduli terhadap umatnya juga terkenal sebagai orang yang selalu melakukan segala pekerjaan dengan sangat rapi dan teliti, meninggalkan Al-Qur’an dengan keadaan tidak tersusun? Tujuan Al-Qur’an yang paling besar adalah Hidayah bagi Umat, jika Al-Quran belum tersusun di zaman Nabi saw maka sia-sialah usaha Nabi saw selama hidupnya, karena Beliau saw selama hidup berusaha memeberi hidayah kepada umatnya yang hidup bersamanya dan umatnya yang akan datang.4)           Kita semua juga mengetahui hadis Tsaqolain yang mana Nabi saw bersabda: “Aku akan tinggalkan kepada kalian(umat) dua pusaka yang berharga yaitu Kitabullah(al-Qur’an) dan Alulbaytku…” (hadis ini dapat kita temukan di kitab-kitab penting ahlu sunnah dan kitab-kitab syiah) Hal ini menunjukkan bahwa al-Qur’an telah tersusun secara rapi, karena kalau al-Qur’an belum tersusun secara rapi, sia-sialah ucapan Nabi saw tersbut, sedangkan kita mengethaui bahwa Nabi saw bukanlah orang yang bertindak tanpa tujuan.

Seorang pedagang kaya memiliki bayi yang sangat mungil yang mana isterinya meninggal saat melahirkannya, dan dia adalah buah hatinya. Si Tajir (pedagang kaya) ini juga mempunyai seekor tupai yang dia pelihara di dalam rumahnya. Suatu hari Si Tajir ini memiliki urusan dagang yang sangat mendesaknya untuk pergi ke pasar, maka dia meninggalkan anaknya di dalam rumah seorang diri, Si Tajir pergi ke pasar hanya untuk sesaat.Ketika Si Tajir ini kembali dari Pasar dia melihat mulut Tupai(yang dia pelihara) berlumuran darah, ketika melihat darah tersebut maka dia berpikir bahwa Tupai tersebut telah memakan anaknya maka dengan tidak ada penyelidikian terlebih darhulu dari apa yang terjadi, Si Tajir dengan garang mengambil pemukul dan langsung memukul kepala Tupai hingga mati.

Akan tetapi ketika dia masuk ke dalam rumahnya, dia melihat anaknya sehat tanpa ada luka sedikitpun di tubuhnya dan dia juga melihat terdapat Ular Cobra yang mati dan berlumuran darah di samping tubuh anaknya yang mungil. Setelah melihat hal ini maka Si Tajir sangatlah menyesal karena telah membunuh Tupai yang telah menolong anaknya dari bahaya ular Cobra tanpa menyelidiki terlebih dahulu apa yang sedang terjadi.

Halaman Berikutnya »