Beranda > Ahulbayt, Seputar Madzhab > Keutamaan Sayidina Ali as

Keutamaan Sayidina Ali as

Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang tidak berkata bahwa Ali adalah sebaik-baik manusia maka telah kafir”
{Tarikh al-Khatib al-Baghdadi jilid 3 halaman 192 , Kanz al-Ummal jilid 11 halaman 625}

Rasulullah saw bersabda:”jika kalian menjadikan Ali sebagai pemimpin kalian-(dan aku melihat kalian tidak melaksanakannya)-maka kalian akan menemukan bahwa dia(Ali) adalah pemberi petunjuk yang akan menunjukkan kepada kalian jalan yang lurus dan benar.”
{musnad ahmad jilid 1 halaman 108}

Rasulullah saw bersabda : “siapa yang menaatiku maka telah menaati Allah swt, dan siapa yang melanggar perintahku maka telah melanggar perintah Allah,dan siapa yang menaati Ali maka telah menaatiku, dan siapa yang telah melanggar perintahnya maka telah melanggar perintahku.”
{mustadrak Hakim jilid 3 halaman 121}

Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Ali adalah kota hidayah, maka barangsiapa yang masuk ke dalam kota tersebut akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan celaka dan binasa.”
{Yanabi’ al-Mawaddah jilid 1 halaman 220 hadis ke 39}

Rasulullah saw bersabda : “Ali adalah bendera Hidayah”
{Haman jilid 42 halaman 330 hadis ke 8892, Hilyah al-Auliya’ jilid 1 halaman 66}

Rasulullah saw bersabda : “Ali adalah sebaik-baiknya manusia”
{syawahid al-Tanjil jilid 2 halaman 365 cetakan beirut th 1393H}

Rasulullah saw bersabda : “sebaik-baik umat ini setelahku adalah orang yang pertama masuk islam dialah Ali ibn Abi Thalib”
{syarkh Nahj al-Balaghah jilid 1 halaman 202 cetakan mesir th 1329H}

Rasulullah saw bersabda : “Ali adalah dariku seperti kedudukanku dari Tuhanku”.
{Dzakhair al-Uqba halaman 62}

Rasulullah saw berkata kepada Aisyah: “sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari para sahabtku adalah Ali dan yang paling terhormat dari mereka adalah Ali, maka ketahuilah haknya dan hormatilah kedudukannya.”
{Dzakhair al-Uqba halaman 62 dan al-Riyad al-Nadharah jilid 2 halaman 161}

dan masih ada puluhan lagi keutamaan-keutamaan Sayidina Ali lagi yang tercatat di kitab-kitab ahlusunnah dan syiah..

Categories: Ahulbayt, Seputar Madzhab
  1. Agustus 20, 2008 pada 1:21 pm | #1

    Assalamualaikum
    Seandainya aku hidup pada zaman beliau karomallohu wajhah, akan kutanyakan berbagai hal.
    Salam kenal dari mamas raharjo, buat yg mbaureksa situs ini.
    Wassalam.

  2. Januari 4, 2009 pada 10:34 am | #2

    Patut diteladani pribadi sayyidina ali, beliau murni dalam memelihara harga diri dan alim di bidang keagamaan.
    salam untuk semua komunitas muslim.

  3. sofyan
    Mei 15, 2009 pada 6:28 am | #3

    Seandainya ada capres seperti Sayidina Ali di Indonesia …..

  4. jaya jumantara
    September 1, 2010 pada 1:37 pm | #4

    jelas sudah…kedudukan sayidina ali..sebagai insan kamil yang mendapat jaminan dari rasulullah…tujulah pintu ilmu itu…agar kita bisa masuk kepada gudangnya ilmu.

  5. Husein
    Oktober 15, 2010 pada 8:52 am | #5

    boleh gak ya ngasih nama anak ‘sayyidina ali’??

    • April 3, 2011 pada 5:29 pm | #6

      sayidina ali adalah nabi muhamad,nabi muhamad adalah sayidina ali.

  6. al-kodir
    Mei 18, 2011 pada 1:46 am | #7

    sudahi untuk berandai-andai..
    jadilah diri yg iman dan islam sejati..
    ingat segala sesuatu itu ada kuncinya masing2, cobalah anda telaah diri anda sendiri kalau anda memang ingin menjadi insan kamil..
    “maksimalkan satu ilmu maka allah akan membukakan ilmu lainnya untuk kita”
    ini diantara ucapann sayidina ali..

    kunci ridho allah itu ada dalam keridhoan pada diri kita sendiri..
    ridhoi ketidak sempurnaan kita..
    akui kedholiman pada diri kita sendiri..
    insya allah taubat kita akan diterima allah swt toh Dia maha rahman rahim..
    manusia yg paling baik adalah yg bisa taubatan nasuha..

    mudah2an kita termasuk diantaranya,..
    aminn..

  7. ipurwanto
    Mei 20, 2011 pada 6:33 am | #8

    begitu tingginya kedudukan Ali ra dalam Islam. Aku pernah membaca dan mendengar ada hadist yang mengatakan bahwa ” Rasul SAW menyamakan kedudukan Ali sama dengan kedudukan nabi Harun as dengan nabi Musa as. Tetapi karena sesudahku tak ada lagi nabi lagi. Beliau orang yang lebih banyak mengamalkannya dan mencontohkannya ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran dan tuntunan yang diajarkan oleh kakak sepupu sekaligus mertuanya. Sholawat dan salam disampaikan kepada nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

  8. Desember 8, 2011 pada 6:25 pm | #9

    Yes good

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.