Arsip

Archive for the ‘Cerita Ringan’ Category

Tetesan air mata orang yang dianiaya.

September 21, 2007 1 komentar

 Seorang Raja yang jahat merasakan sakit yang sangat parah ditangannya yang tidak pernah dia rasakan selama hidupnya, kemudian dia memanggil tabib pribadinya dan memintanya untuk memeriksa tangannya,Raja menerangkan kepadanya tentang sakit yang dideritanya, tabib kerjaan ini setelah mendengar keluahan Raja atas sakit yang ada di tangannya, segera memeriksa tangannya akan tetapi setelah beberapa lama memeriksa tangannya tabib tidak menemukan tanda-tanda penyakit ditangannya. Kemudian tabib berkata kepada Raja: “ wahai Raja, aku tidak menemukan tanda-tanda penyakit ditanganmu”. Setelah mendengar jawaban tabib Raja berteriak dengan kencang karena sakit ditangannya dan berkata kepada tabib: “akan tetapi wahai tabib, aku merasakan sakit yang sangat parah ditanganku.” Tabib dengan heran menjawab: “wahai raja aku tidak tahu apa sebabnya.” Dan pada saat itu lewatlah orang yang arif dan orang yang bijak yang dengan melihat tangan Raja, dia berkata: “wahai Raja aku tahu sebab dari sakit yang ada ditanganmu”. Raja dengan heran berkata kepada orang arif tersebut: “apa yang engkau ketahui?” orang arif menjawab: “Aku melihat ditanganmu bekas tetesan air mata seorang perempuan miskin yang terdholimi/teraniaya.”

Categories: Cerita Ringan, HIKMAH

Lebah dan Singa

September 14, 2007 Tinggalkan Komentar

Dahulu kala di dalam hutan lebat nan indah terdapat Singa yang sombong yang tinggal di dalamnya. Singa ini tidak hanya hidup dengan sombong akan tetapi dia juga berkuasa didalam hutan tersebut. Dia adalah penguasa yang jahat dan memerintah dengan seenak hatinya, dan memerintah sekelompok hewan untuk menaatinya dan melakukan semua yang dia inginkan. Dan pekerjaan sehari-harinya adalah bermalas-malasan dan tidak bekerja. Dengan sekali perintah, hewan-hewan yang ada dijadikannya pelayan dan melayaninya dalam menyiapkan seluruh makanan yang dia inginkan.

Suatu hari beberapa ekor gajah dan beberapa hewan yang lain berkumpul dan bermusyawarah dalam mengatasi penguasa yang zalim dan jahat ini. Salah satu dari para gajah berkata: “apa yang harus kita lakukan dalam menanggulangi masalah ini? kita telah capek dari melayani singa pemalas dan zalim ini.” kemudian serigala berkata: “ya, kita sudah capek dan dari tingkah lakunya”. Setelah beberapa saat mereka mencari jalan keluar, seekor lebah berkata: “jika aku selamatkan kalian dari penguasaan singa yang jahat dan zalim, apakah kalian akan menerimaku sebagai pemimpin kalian?”

Kemudian kelinci dengan suara keras berkata: “kamu siapa? Dan bagaimana mungkin kamu akan menyelamatkan kami, kamu adalah hanya seekor lebah yang lemah dan kecil.”

Lebah tersebut untuk kedua kalinya mengutarakan apa yang ia inginkan. Setelah lebah selesai mengutarakan apa yang dia inginkan, sebagian besar hewan menyetujuinya dan akan menjadikannya raja hutan jika dia bisa menyelamatkan para hewan dari cengkraman singa.

Kemudian lebah tersbut terbang  dan berkata kepada seluruh binatang untuk mengikutinya, supaya mereka semua melihat apa yang akan dilakukan oleh lebah.

Dan ketika singa tidur si lebah masuk ke dalam telinga singa, dan mulailah si lebah menyengat bagian-bagian telinga dan mengeluarkan suara-suara yang membikin sakit singa.  Kemudian si singa bangun dari tidurnya dengan kesakitan dan memukul-mukul kepalanya karena suara-suara yang dikeluarkan oleh lebah. Si lebah terus-menerus mengeluarkan suara-suara yang keras dan menyengat bagian-bagian dalam telinga singa. Dan karena tidak si singa tidak bisa menahan suara-suara tersebut, dia menyeburkan dirinya ke dalam sungai, ketika si lebah tahu bahwa si singa akan tenggelam dia dengan cepat keluar dari telinga singa dan terbang menghampiri para hewan yang sedang menontonnya.

Dan berhasillah si lebah menyelamatkan para hewan dari cengkeraman dan penindasan yang dilakukan oleh singa yang jahat dan zalim.

Setelah para hewan menjadikan lebah sebagai raja mereka, si lebah berkata kepada mereka: “wajib bagi kalian untuk mencabut ketakutan yang ada di dalam diri kalian, dan hiasi diri kalian dengan keberanian dan hikmah, maka kalian akan hidup dengan tenang dan aman, penindas telah pergi dan syukur untuk Allah swt.”

Categories: Cerita Ringan

Tupai dan anak seorang pedagang

Agustus 29, 2007 Tinggalkan Komentar

Seorang pedagang kaya memiliki bayi yang sangat mungil yang mana isterinya meninggal saat melahirkannya, dan dia adalah buah hatinya. Si Tajir (pedagang kaya) ini juga mempunyai seekor tupai yang dia pelihara di dalam rumahnya. Suatu hari Si Tajir ini memiliki urusan dagang yang sangat mendesaknya untuk pergi ke pasar, maka dia meninggalkan anaknya di dalam rumah seorang diri, Si Tajir pergi ke pasar hanya untuk sesaat.Ketika Si Tajir ini kembali dari Pasar dia melihat mulut Tupai(yang dia pelihara) berlumuran darah, ketika melihat darah tersebut maka dia berpikir bahwa Tupai tersebut telah memakan anaknya maka dengan tidak ada penyelidikian terlebih darhulu dari apa yang terjadi, Si Tajir dengan garang mengambil pemukul dan langsung memukul kepala Tupai hingga mati.

Akan tetapi ketika dia masuk ke dalam rumahnya, dia melihat anaknya sehat tanpa ada luka sedikitpun di tubuhnya dan dia juga melihat terdapat Ular Cobra yang mati dan berlumuran darah di samping tubuh anaknya yang mungil. Setelah melihat hal ini maka Si Tajir sangatlah menyesal karena telah membunuh Tupai yang telah menolong anaknya dari bahaya ular Cobra tanpa menyelidiki terlebih dahulu apa yang sedang terjadi.

Categories: Cerita Ringan, HIKMAH

Perjanjian yang tidak benar (hikayah)

Agustus 29, 2007 Tinggalkan Komentar

 

Diceritkan bahwa seluruh burung yang ada di dalam hutan telah bersepakat dalam memberi batasan-batasan atas permusuhan yang ada di kalangan burung.

Maka pada suatu hari berkumpullah seluruh burung yang berada di hutan, mereka menulis sebuah perjanjian yang terdiri dari beberapa masalah, yang mana seluruh burung harus mena’ati perjanjian yang tertulis. Dan inti dari perjanjian itu adalah : ” burung-burung yang kuat tidak boleh memusuhi burung-burung yang lemah dan kecil, (seperti Elang tidak boleh memusuhi Merpati dan burung pemakan daging tidak boleh memakan burung-burung kecil).”

Dengan adanya perjanjian ini burung-burung yang tidak memiliki kekuatan merasa tenang dan merasa bahgaia serta terbang kesana kemari tanpa ada rasa takut dari burung-burung pemakan daging dan burung yang berkuasa di zaman sebelum perjanjian.

Akan tetapi sampai kapan burung-burung penerkam dan burung-burung pemakan daging serta burung-burung pemakan burung-burung kecil akan bertahan hidup? Tidak mungkin bagi mereka untuk menahan rasa laparnya, karena mereka tidak bisa makan kecuali daging.

Setelah beberapa hari dari hari perjanjian beberapa burung kecil hilang dari perkumpulannya(dimakan oleh burung-burung pemakan daging yang lapar) dan beberapa hari kemudian jumlah Merpati berkurang serta di hari berikutnya ditemukan bulu-bulu bebek tergenang di atas sungai. Maka para burung yang kecil&lemah mengadakan perkumpulan darurat yang mana perkumpulan ini didasari atas kekhawatiran yang ada di dalam diri mereka dan atas keadaan yang mulai mencekam mereka, akan tetapi mereka tidak menemukan hasil yang bagus, karena mereka tidak melihat permusuhan dari burung-burung pemakan daging secara nyata.

Saat itu juga salah satu hakim yang bijak dari golongan kancil mendengar apa yang terjadi maka dia menyampaikan kalimat-kalimatnya yang bijak kepada mereka: “kalian harus mewaspadai kemunafikan dari mereka (burung-burung pemakan daging), dan tidak sepantasnya kalian mengadakan perjanjian kepada mereka pemakan daging seperti elang,burung pemakan bangkai, burung pemakan daging, (Israel dan Amerika, serta Negara-Negara yang merampas hak Muslimin).”

Categories: Cerita Ringan, HIKMAH
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.