Dahulu kala di dalam hutan lebat nan indah terdapat Singa yang sombong yang tinggal di dalamnya. Singa ini tidak hanya hidup dengan sombong akan tetapi dia juga berkuasa didalam hutan tersebut. Dia adalah penguasa yang jahat dan memerintah dengan seenak hatinya, dan memerintah sekelompok hewan untuk menaatinya dan melakukan semua yang dia inginkan. Dan pekerjaan sehari-harinya adalah bermalas-malasan dan tidak bekerja. Dengan sekali perintah, hewan-hewan yang ada dijadikannya pelayan dan melayaninya dalam menyiapkan seluruh makanan yang dia inginkan.
Suatu hari beberapa ekor gajah dan beberapa hewan yang lain berkumpul dan bermusyawarah dalam mengatasi penguasa yang zalim dan jahat ini. Salah satu dari para gajah berkata: “apa yang harus kita lakukan dalam menanggulangi masalah ini? kita telah capek dari melayani singa pemalas dan zalim ini.” kemudian serigala berkata: “ya, kita sudah capek dan dari tingkah lakunya”. Setelah beberapa saat mereka mencari jalan keluar, seekor lebah berkata: “jika aku selamatkan kalian dari penguasaan singa yang jahat dan zalim, apakah kalian akan menerimaku sebagai pemimpin kalian?”
Kemudian kelinci dengan suara keras berkata: “kamu siapa? Dan bagaimana mungkin kamu akan menyelamatkan kami, kamu adalah hanya seekor lebah yang lemah dan kecil.”
Lebah tersebut untuk kedua kalinya mengutarakan apa yang ia inginkan. Setelah lebah selesai mengutarakan apa yang dia inginkan, sebagian besar hewan menyetujuinya dan akan menjadikannya raja hutan jika dia bisa menyelamatkan para hewan dari cengkraman singa.
Kemudian lebah tersbut terbang dan berkata kepada seluruh binatang untuk mengikutinya, supaya mereka semua melihat apa yang akan dilakukan oleh lebah.
Dan ketika singa tidur si lebah masuk ke dalam telinga singa, dan mulailah si lebah menyengat bagian-bagian telinga dan mengeluarkan suara-suara yang membikin sakit singa. Kemudian si singa bangun dari tidurnya dengan kesakitan dan memukul-mukul kepalanya karena suara-suara yang dikeluarkan oleh lebah. Si lebah terus-menerus mengeluarkan suara-suara yang keras dan menyengat bagian-bagian dalam telinga singa. Dan karena tidak si singa tidak bisa menahan suara-suara tersebut, dia menyeburkan dirinya ke dalam sungai, ketika si lebah tahu bahwa si singa akan tenggelam dia dengan cepat keluar dari telinga singa dan terbang menghampiri para hewan yang sedang menontonnya.
Dan berhasillah si lebah menyelamatkan para hewan dari cengkeraman dan penindasan yang dilakukan oleh singa yang jahat dan zalim.
Setelah para hewan menjadikan lebah sebagai raja mereka, si lebah berkata kepada mereka: “wajib bagi kalian untuk mencabut ketakutan yang ada di dalam diri kalian, dan hiasi diri kalian dengan keberanian dan hikmah, maka kalian akan hidup dengan tenang dan aman, penindas telah pergi dan syukur untuk Allah swt.”
Komentar Terakhir