Arsip

Archive for the ‘HIKMAH’ Category

Hanya Allah swt dan Rasulullah saw yang mengetahui hakikat Ali as

Oktober 13, 2008 2 komentar

قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Menurut hadis diatas kita ketahui bahwa sungguh mustahil untuk kita mengetahui seberapa besar kedudukan sayidina Ali ra disisi Allah swt dan kedudukan beliau ra disisi Rasulullah saw tanpa bantuan ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis Rasulullah saw.
قال الله سبحانه و تعالی: “ولسوف يعطيك ربّك فترضی” 1.
Allah swt berfirman didalam surat al-dhuha ayat 5: “dan sungguh Tuhanmu akan memberimu karuniaNya sampai Kamu puas/ridha.”
Rasulullah saw adalah kekasih Allah swt (habibullah). Beliau saw adalah makhluk Allah swt yang paling sempurna. Dan tidak ada satu makhlukpun yang dapat mencapai derajat kesempurnaan yang telah beliau saw capai. Oleh karenanya Allah swt akan memberi kepadanya karuniaNya sampai beliau merasa puas dan ridha.
Tidak ada satu Nabi pun yang menerima pemberian dari Allah swt sebesar pemberian Allah swt kepada Nabi besar Muhammad saw, karena setiap pemberian Allah swt kepada para Nabi as selain Nabi Muhammad saw memiliki batasan. Akan tetapi pemberian Allah swt kepada Nabi besar Muhammad saw batasannya adalah kepuasan dan keridhaan Beliau saw atau dalam kata lain tidak ada batasan didalam pemberian tersebut.
Lalu apakah pemberian Allah swt terhadap Nabi saw tersebut?
Kalau kita meneliti al-Quran maka kita akan mendapatkan jawaban tersebut. dan jawaban tersebut hanya satu dan itu terdapat didalam surat al-kautsar ayat pertama.
قال الله سبحانه و تعالی : “انّا أعطيناك الكوثر”. “sesungguhnya kami telah memberimu al-Kautsar.”
Ayat di atas menjelaskan tentang pemberian Allah swt , dan itu tidak lain adalah al-Kautsar.
Lalu apakah al-Kautsar tersebut?
Para mufasir al-quran, dan para ahli hadis serta para ahli sejarah menerangkan bahwa al-Kautsar tidak lain adalah Fatimah ra.

Dan kalau kita melihat sejarah hidup sayidatina Fatimah ra, maka kita akan melihat bahwa banyak dari pembesar-pembesar quraish ingin melamar beliau ra, termasuk khalifah pertama dan kedua, akan tetapi Rasulullah saw menolak mereka satu persatu. Akan tetapi ketika sayidina Ali ra melamarnya Rasulullah saw menerimanya bahkan Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Allah swt telah menyuruhku untuk menikahkan Fatimah dengan Ali.” (المعجم الكبيرللطبراني – كنزالعمال – معجم الزوائد – فيض القدير- الصواعق المحرقة)dan juga di buku(ذخائر العقبى)
Maka sungguh benar perkataan cucu Rasulullah saw Abu Abdillah ra:
“لولا انّ الله تبارك و تعالی خلق أمير المؤمنين لفاطمة ما كان لها كفو علی وجه الارض”
Jikalau Allah swt tidak menciptakan Amirul mu’minin (Ali ibn Abi Talib ra) untuk Fatimah, maka tidak akan ada kufu/pendamping baginya diatas bumi ini.
Fatimah adalah al-Kautsar.
Fatimah adalah pemberian Allah swt tersbesar dan terbaik bagi Nabi Muhammad saw, maka Hanya orang terbaiklah yang dapat memilikinya. Dan dialah Ali ibn Abi Talib ra.

*
قال الله: “مطاع ثم أمين” al-Takwir :21 “yang ditaati lagi dipercaya”.
Ayat diatas menerangkan tingkat kedudukan malaikat jibril, yang mana Jibril as adalah malaikat yang ditaati oleh para malaikat yang lain, dan Jibril as adalah paling mulianya malaikat serta paling agungnya mereka.
Akan tetapi ketika melihat hadis mi’raj kita akan mengetahui seberapa besar kedudukan Nabi saw dibandingkan dengan kedudukan malaikat Jibril as (paling mulianya malaikat).
Didalam hadis mi’raj disebutkan bahwa sesampainya Rasulullah saw dan malaikat Jibril di sidratul muntaha, Jibril as berkata kepada Nabi saw: “wahai Muhammad, pergilah kau (ke derajat berikutnya) sendiri”.
Kemudian Nabi saw berkata kepada Jibril: “wahai saudaraku Jibril, apakah didalam keadaan seperti ini kau akan meninggalkanku sendiri?”
Maka Jibril as berkata: “jika aku julurkan ujung jariku(kederajat selanjutnya) maka aku akan terbakar.”
Malaikat Jibril yang kita ketahui sebagai malaikat yang paling mulia dan paling agung serta dia adalah malaikat yang ditaati oleh malaikat yang lain, akan tetapi ketika sampai di sidratul muntaha beliau as tidak mampu maju dan naik ke derajat yang lebih tinggi, akan tetapi Nabi Muhammad saw maju dan naik ke derajat lebih tinggi. Rasulullah saw adalah makhluk Allah swt yang meraih kedudukan tertinggi disisi Allah swt dan tidak ada orang sebelumnya yang meraih kedudukan tersebut, dan tidak akan ada orang yang akan meraihnya.
Setelah kita melihat kedudukan Nabi saw yang begitu tinggi, marilah kita tengok seberapa besar kedudukan sayidini Ali ra disisi Allah swt dan Nabi saw.
قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Sesuai hadis diatas, wajib bagi kita untuk bertanya kepada al-Quran(firman Allah swt) seberapa besar kedudukan sayidina Ali ra disisi Allah swt dan Nabi saw.
Allah swt telah menerangkan kedudukan beliau ra di dalam ayat al-mubahalah
قال الله: “قل ندع ابناءنا و ابناءكم و نساءنا و نساءكم و أنفسنا و أنفسكم”
Para ulama ahlu sunnah seperti penulis kitab asbab nuzul, penulis kitab sohih muslim, penulis kitab sohih trimidzi dan para ulama ahlu sunnah lainnya serta para ulama syiah mengatakan bahwa أنفسانا adalah amirul mu’minin Ali ibn Abi Talib ra.
Rasulullah saw juga bersabda : “sesungguhnya Ali adalah dariku dan aku darinya dan dia adalah pemimpin para mu’min setelahku”
(صحيح الترمذي – مسند احمد ابن حنبل – مسند ابي داود – خصائص نسائي – كنزالعمال – الرياض النضرة)
Jadi sungguh jelas kedudukan beliau ra disisi Allah swt dan Nabi saw. Beliau adalah orang termulia setelah Nabi saw.

*
قال الله سبحانه و تعالى:”ولقد فضّلنا بعض النبيين على بعض”
Allah swt berfirman dalam al-Quran: ” Dan sungguh kami telah mengutamakan sebagian para nabi atas sebagian yang lain.”
Kita semua mengetahui bahwa setiap Nabi as adalah ma’sum dan ketaatan kepada seluruh Nabi as adalah kewajiban bagi seluruh umat manusia. Akan tetapi bersamaan dengan itu Allah swt mengutamakan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain.
Seperti halnya kalau kita lihat kita akan menemukan sebagian Nabi bukan ulul azm dan sebagian yang lain adalah ulul azm.
Dan kalau kita tengok keadaan para Imam kita, maka kita akan menemukan hukum diatas juga berlaku diantara mereka as, yakni Allah swt mengutamakan sebagian para Imam atas sebagian yang lain.
Dan hal ini bisa kita lihat dari perkataan Nabi saw dan perkataan Aimmah(para Imam) itu sendiri.
قال رسول الله (ص):” إنّ الحسن و الحسين سيّدا شباب اهل الجنّة و ابوهما خير منهماز”
Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya al-Hasan dan al-Husain adalah para pemimpin pemuda surga, dan ayahnya lebih utama dari mereka berdua.”
Hadis ini sungguh jelas menerangkan kedudukan sayidina Ali as dari kedudukan para pemimpin pemuda surga. Kita semua mengetahui bahwa sayidina Ali dan al-Hasan serta al-Husain, mereka semua adalah para Imam kita dan mereka adalah Ahlulbayt Nabi saw. Akan tetapi bersamaan dengan itu Allah swt melaluli lisan Rasulullah saw mengutamakan Sayidina Ali dari al-Hasan dan al-Husain.
Sekarang mari kita lihat apa perkataan para Imam as tentang kedudukan amirul mu’minin as.
سؤل الباقر(ع):” يابن رسول الله من منكم كأمير المؤمنين في عبادته؟”
قال(ع):”من منّا كأمير المؤمنين في عبادته؟” ” قل من منّا يشبه أمير المؤمنين في عبادته! ولا فينا احد إلاّ ابيّ السجّاد كان يشبه جدّي أمير المؤمنين.”
Imam Bagir as pernah ditanya: “wahai putra Rasulullah, siapakah dari kalian (aimmah/para imam as) yang sama seperti Amirul mu’minin dalam ibadahnya?” setelah mendengar pertanyaan ini beliau as menjawab : “siapa dari kami yang sama seperti Amirul mu’minin dalam ibadahnya?” kemudian Beliau as melanjutkan perkataannya “bertanyalah siapa dari kami yang menyerupai Amirul Mu’minin dalam ibadahnya! Dan tidak ada dari kami satupun yang menyerupai Amirul mu’minin as dalam ibadahnya kecuali ayahku as-Sajjad dialah yang menyerupai kakekku Amirul mu’minin as dalam ibadahnya.”
Riwayat diatas menerangkan bahwa hanya Imam as-Sajjad lah yang menyerupai Amirul Mu’minin dalam ibadahnya.
Lalu seberapa besarkah keserupaan yang ada diantara ibadah As-Sajjad as dengan ibadah Amirul mu’minin as?
Sebelum menjawab pertanyaan ini marilah kita lihat sekilas tentang as-Sajjad as.
Imam as-Sajjad as memiliki panggilan As-Sajjad tak lain dikarenakan banyaknya sujud dan banyaknya ibadah yang Beliau as lakukan. Dan dalam riwayat yang masyhur disebutkan bahwa Imam as-Sajjad dalam sehari semalam mengerjakan solat seribu rekaat. Dan kemasyhuran beliau as dalam ibadah tercatat dalam kitab-kitab ahlu sunnah juga.
Sekarang ini ketika kita sudah mengetahui betapa besar ibadah yang dilakukan oleh Imam as-Sajjad, maka marilah kita lihat seberapa besar keserupaan yang ada diantara ibadah beliau as dan ibadah kakeknya Amirul mu’minin as.
Didalam riwayat disebutkan bahwa
سؤل السّجّاد:”يابن رسول الله اين عبادتك من عبادة اميرالمؤمنين؟”
قال (ع):”و الله, كالقطر في بحر المحيط”
Imam sajjad as pernah diatanya : “wahai putra Rasulullah, dimanakah ibadahmu darai ibadah kakekmu Amirul mu’minin Ali Ibn Abi Talib?(yakni seberapa keserupaan yang ada di antara ibadah as-Sajjad dan ibadah Amirul mu’minin as).”
Imam Sajjad as menjawab: ” demi Allah, seperti satu tetes air didalam lautan samudera.”
Imam Ja’far as pernah berkata: “اعلم انّ أميرالمؤمنين أفضل عند الله من الأئمة كلّهم وله ثواب أعمالهم” “ketahuilah sesungguhnya Amirul mu’minin lebih utama disisi Allah swt dari para Imam seluruhnya, dan dia memiliki pahala seperti pahala mereka/para Imam seluruhnya.”
Mungkin banyak orang yang heran atas kedudukan beliau as yang sangat tinggi.
Akan tetapi, hal ini sudah dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam perang khandaq.
قال رسول الله (ص):”ضربة علي لعمرو يوم الخندق تعدل عبادة الثقلين” Rasulullah saw bersabda: ” pukulan Ali kepada Amr diperang khandaq sama seperti ibadah seluruh makhluk.”
Dari sini kita bisa mengetahui bahwa tidak ada orang yang bisa menyamai kedudukan Amirul mu’minin as (tentu saja selain Rasululla saw, karena Sayidina Ali pernah berkata bahwa dirinya adalah salah satu dari budak-budak Muhammad saw. Jadi derajat Rasulullah saw sangat jauh diatas derajat sayidina Ali as.)
Kita semua tahu bahwa pukulan beliau as hanya 2 atau 3 detik dari umurnya. Kalau 3detik dari umur beliau sudah menyamai ibadah seluruh makhluk, bagaimana dengan ibadah-ibadah beliau yang lain. lalu seberapa besarkah keseluruhan ibadah beliau dalam seluruh umurnya. Maka tidak ada satu orangpun yang tahu kecuali Allah swt dan RasulNya saw. Sungguh hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah saw ini:

قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Dan Rasulullah saw juga bersabda: “إنّ الله جعل لأخي علي بن ابي طالب فضائل لا يحصي عددها غيره…” “sesungguhnya Allah swt telah memberikan kepada saudaraku Ali ibn Abi Talib keutamaan-keutamaan yang tidak ada yang bisa menghitung jumlahnya kecuali dia sendiri…..”
Insyallah hari demi hari kita mendapatkan rizki untuk bisa mengetehaui keutamaan-keutamaan beliau as dan mendapatkan syafaatny kelak di hari akhir…..

Categories: Ahulbayt, HIKMAH

Perhatian Allah swt

Oktober 9, 2007 1 komentar

Allah swt adalah Tuhan yang selamanya hidup dan Tuhan yang hidup tanpa awal dan tanpa Akhir.

Dialah Tuhan yang menciptakan Kehidupan dan mematikan kehidupan. Dialah Tuhan yang menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Dialah Tuhan yang tidak pernah menutup pintu rahmatNya bagi siapa saja yang ingin mendapatkan rahmatNya. Dialah Tuhan yang senang melihat hambaNya kembali kepadaNya.

Kalau kita lihat ketika kita ingin berbicara atau ingin makan atau bahkan inging bernafas berapa banyak dari sel-sel tubuh kita yang bekerja hanya untuk satu pekerjaan, kita contohkan saja kalau kita ingin bernafas berapa bagian dari tubuh kita yang kita butuhkan dalam pekerjaan ini, kita butuh paru-paru yang sehat, kita butuh hidung yang baik, kita butuh saluran-saluran yang menyampaikan oksigen dari hidung ke paru-paru, dan masih banyak lagi dari bagian tubuh kita yang kita butuhkan untuk satu kali tarik nafas. Dan didalam bagian-bagian tubuh tersebut terdapat ribuan bahkan jutaan sel yang bekerja dan semua sel tersebut harus dalam keadaan baik dan bekerja maksimal. Kalau dari sel-sel tersebut ada yang rusak maka secara otomatis tubuh kita akan memperbaikinya atau menggantinya. Kemudian setelah seluruh bagian tubuh yang dibutuhkan untuk bernafas siap kita juga membutuhkan udara segar yang bisa kita hirup dengan baik. Sadarkah kita bahwa ini semua bekerja di dalam alam bawah sadar kita, kita contohkan saja orang yang tidur dia tidak sadar sama sekali, akan tetapi dia bernafas dengan baik. Sadarkah kita bahwa ini semu ada campur tangan Allah swt. Allah swt lah yang mengirim malaikat-malaikatNya untuk membantu kita dalam menjalankan seluruh bagian tubuh kita. Di setiap sel kita terdapat malaikat yang menjalankannya, tanpa bantuan Allah swt kita tidak bisa melakukan apapun termasuk bernafas.

Allah swt adalah Tuhan yang penyayang, Tuhan yang selalu memperhatikan hambanya, akan tetapi hamba-hambanya lah yang selalu melupakanNya dan menjauhiNya…

Sungguh celaka dan sungguh merugi orang yang meninggalkan Allah swt atau bermaksiat kepadaNya, karena hanya neraka yang pantas menjadi balasan untuk perbuatannya.

Allah swt berfriman kepada salah satu NabiNya as (yang kurang lebihnya seperti ini) “…aku malu tidak memberi hambaku yang meminta kepadaku, akan tetapi mengapa hambaku tidak malu bermaksiat kepadaku.”

Allah swt adalah penguasa seluruh apa yang ada di dunia dan akhirat. Semua kembali kepadaNya. Yang baik akan mendapatkan RidhaNya dan yang jelek akan mendapat MurkaNya.

Siapakah di dunia ini yang lebih bekuasa dari Allah swt? Milik siapakah kekuasaan dunia dan akhirat? Milik siapakah seluruh ilmu yang ada? Milik siapakah kekuatan yang ada? Tahukah kita seberapa luasnya dunia ini? Tahukah kita batasan-batasan dunia? Kalau ada yang mengaku mengetahui batasan-batasan dunia, pertanyaan selanjutnya adalah dunia ini dibatasi oleh apa? Dan apakah ada sesuatu setelah batasan tersebut?

Kekuasaan Allah swt tidak terbatas, begitu juga IlmuNya. Sungguh bodoh orang yang mencoba bermaksiat kepadaNya. Orang yang mau sadar atas keadaannya maka dia tidak bisa melakukan apapun selain syukur kepada Allah swt. Syukur sendiri jika tidak dibantu oleh Allah swt maka tidak bisa terlaksanakan. Jadi syukur yang kita telah laksanakan adalah suatu nikmat yang harus kita syukuri. Allah swt selalu menerima tobat hambaNya yang mau kembali kepadaNya. Dan tidak ada kasih sayang yang lebih besar dari kasih sayang Allah swt terhadap hambaNya.

Kalau kita berpendapat bahwa ruh kita adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita maka kita telah salah, Karena Allah swt lebih dekat kepada kita dari ruh kita.

Kalau kita menganggap bahwa kita sulit kembali kepada Allah swt, maka kita telah salah, karena Allah swt telah membuka pintu rahmatNya untuk hambaNya yang kembali kepadaNya, dan kalau kita melangkah satu langkah menuju kepada Allah swt, maka Allah swt mendekat kepada kita 10langkah. Jarak langkah disini adalah sebuah kiasan bahwa Allah swt selalu menyeriusi/memperhatikan hambanya dan Allah swt selalu bersama hambaNya.

Ketika orang awam/bodoh/jahil membawa al-Quran dan para ulama’ sholeh juga membawa al-Quran, maka manakah dari mereka yang lebih dekat kepada al-Quran? Orang yang berakal pasti akan berkata bahwa ulama’ lebih dekat kepada al-quran daripada orang jahil. Karena para ulama’ mengetahui tafsir al-quran dan para ulama’ lebih banyak mengamalkan al-Quan daripada orang jahil. Padahal al-Quran yang ada ditangan ulama’ sama seperti al-Quran yang ada ditangan orang jahil.

Categories: HIKMAH

Rizki di tangan Allah swt

Oktober 9, 2007 3 komentar

 

Seorang petani bercerita tentang kejadian aneh yang dia lihat.

“ketika di hari panen gandum, saya pergi ke sawah. Sesampainya di sawah saya melihat seekor lebah terbang di atas kumpulan gandum yang habis dipanen, tak lama kemudian saya melihat lebah tersebut mengambil biji gandum kemudian terbang kembali. Saya berkata kepada diri sendiri kenapa lebah mengambil biji gandum, bukankah lebah tidak memakan gandum??. Karena lebah tidak terbang dengan cepat saya mengikuti kemana lebah tersebut pergi, ternyata lebah terseut pergi ke bangunan rusak yang tak jauh dari sawah. Sesampainya saya di bangunan tersebut saya melihat lebah pergi menghampiri burung yang buta yang tidak bisa terbang. Dengan suara kepakan sayap lebah, si burung membuka paruhnya dan si lebah meletakkan biji gandum tersebut di dalam paruh burung.”

Rizki seluruh makhluk Allah swt telah tertulis disisiNya, dan rizki tersebut pasti akan sampai kepada yang berhak. Kalau ada rizki belum sampai kepada hamba Allah swt walaupun satu suapan nasi, maka hamba tersbut tidak akan mati sampai satu suapan tersebut dimakannya.

Manusia sudah terjamin rizkinya, baik dia kerja atau tidak kerja. Islam selalu mengajarkan kita untuk menjalankan pekerjaan yang mulia. Rizki kita akan sampai kepada kita, dan tidak ada satu makhlukpun yang bisa menggagalkannya. Kalau manusia bekerja dengan cara halal maka dia akan mendapatkan rizkinya dengan halal dan dengan kemuliaan disisi Allah swt, kalau dia bekerja dengan cara yang dilarang agama, maka dia akan mendapatkan rizkinya dengan haram dan dengan kehinaan disisi Allah swt. Intinya rizki kita sudah tertulis disisi Allah swt, akan tetapi cara kita mendapatkannya itu ikhtiar/pilihan kita kalau kita ingin mulia, maka kita harus bekerja dengan cara yang dihalalkan oleh Allah swt. Kalau kita (na’udzubillah mindzalik)bekerja dengan pekerjaan yang hina atau merampok atau menipu, maka rizki kita tetap akan sampai kepada kita akan tetapi diiringi dengan dosa dan kehinaan disisi Allah swt.

Manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah swt. Jika kita lihat bahwa burung yang buta tidak dilupakan oleh Allah swt, manusia yang merupakan hamba yang dimuliakan olehNya pasti tidak akan dilupakanNya. Akan tetapi kita masih sering melupakanNya.

Allah swt berfirman kepada salah satu NabiNya as (yang kurang lebih isinya seperti ini): “… aku malu tidak memberi hambaku yang meminta kepadaKu, tapi mengapa hambaku tidak malu bermaksiat kepadaku.?”

Jadi sudah sepantasnya bagi seluruh manusia untuk selalu mengingat Allah swt dan melaksanakan hal yang diridhainya dan menjauhi hal yang dilarangnya.

 

Categories: HIKMAH

Tetesan air mata orang yang dianiaya.

September 21, 2007 1 komentar

 Seorang Raja yang jahat merasakan sakit yang sangat parah ditangannya yang tidak pernah dia rasakan selama hidupnya, kemudian dia memanggil tabib pribadinya dan memintanya untuk memeriksa tangannya,Raja menerangkan kepadanya tentang sakit yang dideritanya, tabib kerjaan ini setelah mendengar keluahan Raja atas sakit yang ada di tangannya, segera memeriksa tangannya akan tetapi setelah beberapa lama memeriksa tangannya tabib tidak menemukan tanda-tanda penyakit ditangannya. Kemudian tabib berkata kepada Raja: “ wahai Raja, aku tidak menemukan tanda-tanda penyakit ditanganmu”. Setelah mendengar jawaban tabib Raja berteriak dengan kencang karena sakit ditangannya dan berkata kepada tabib: “akan tetapi wahai tabib, aku merasakan sakit yang sangat parah ditanganku.” Tabib dengan heran menjawab: “wahai raja aku tidak tahu apa sebabnya.” Dan pada saat itu lewatlah orang yang arif dan orang yang bijak yang dengan melihat tangan Raja, dia berkata: “wahai Raja aku tahu sebab dari sakit yang ada ditanganmu”. Raja dengan heran berkata kepada orang arif tersebut: “apa yang engkau ketahui?” orang arif menjawab: “Aku melihat ditanganmu bekas tetesan air mata seorang perempuan miskin yang terdholimi/teraniaya.”

Categories: Cerita Ringan, HIKMAH

Tupai dan anak seorang pedagang

Agustus 29, 2007 Tinggalkan Komentar

Seorang pedagang kaya memiliki bayi yang sangat mungil yang mana isterinya meninggal saat melahirkannya, dan dia adalah buah hatinya. Si Tajir (pedagang kaya) ini juga mempunyai seekor tupai yang dia pelihara di dalam rumahnya. Suatu hari Si Tajir ini memiliki urusan dagang yang sangat mendesaknya untuk pergi ke pasar, maka dia meninggalkan anaknya di dalam rumah seorang diri, Si Tajir pergi ke pasar hanya untuk sesaat.Ketika Si Tajir ini kembali dari Pasar dia melihat mulut Tupai(yang dia pelihara) berlumuran darah, ketika melihat darah tersebut maka dia berpikir bahwa Tupai tersebut telah memakan anaknya maka dengan tidak ada penyelidikian terlebih darhulu dari apa yang terjadi, Si Tajir dengan garang mengambil pemukul dan langsung memukul kepala Tupai hingga mati.

Akan tetapi ketika dia masuk ke dalam rumahnya, dia melihat anaknya sehat tanpa ada luka sedikitpun di tubuhnya dan dia juga melihat terdapat Ular Cobra yang mati dan berlumuran darah di samping tubuh anaknya yang mungil. Setelah melihat hal ini maka Si Tajir sangatlah menyesal karena telah membunuh Tupai yang telah menolong anaknya dari bahaya ular Cobra tanpa menyelidiki terlebih dahulu apa yang sedang terjadi.

Categories: Cerita Ringan, HIKMAH

Nabi saw dan si Kafir

Agustus 29, 2007 Tinggalkan Komentar

 

Diriwayatkan bahwasannya ketika Nabi saw sedang beribadah sendirian, ada seorang kafir yang memanfaatkan kesempatan ini untuk membunuh Nabi saw yang sedang beribadah sendirian di dekat sebuah pohon. Maka dengan cepat si kafir mengambil pedangnya dan menujukan pedang tersebut ke muka Nabi saw sambil berkata: ” siapakah yang akan menyelamatkanmu dariku wahai Muhammad?”Maka Nabi saw dengan hati yang tenang dan yakin berkata: “Allah.”Saat mendengar jawaban Nabi saw si kafir ketakutan dan bergetar tubuhnya kemudian dia menjatuhkan pedangnya, dan diambillah pedang tersebut oleh Nabi saw kemudian di arahkan pedang tersebut ke muka si kafir, sambil berkata: “siapakah yang akan menolongmu sekarang?”Maka si kafir menjawab dengan ketakutan setelah menyakini bahwa dia akan mati: “kemuliaanmu dan kedermawananmu.”Kemudian Nabi saw berkata : “pergilah!, kamu aman sekarang”Maka pergilah si kafir dengan berbisik dan berkata: “اشهد ان لا اله الا الله و ان محمد رسول الله” “tidak ada tuhan selain Allah swt dan Muhammad adalah Rasulullah saw.”

Categories: Ahulbayt, HIKMAH

Salman al-Farsi sahabat Nabi saw.

Agustus 29, 2007 Tinggalkan Komentar

Salman adalah sahabat Nabi saw yang setia, dan dia terkenal dengan juhudnya dan tawadhu’nya. Ketika dia ditunjuk sebagai gubernur kota Kufah, dia tidak memiliki rumah saat kedataangannya ke Iraq, dan dia tinggal di bawah naungan masjid sampai dibikinkanlah sebuah gubuk (yang kosong dari peralatan-peralatan rumah kecuali ceret untuk wudhu’) untuknya.

Suatu hari Sahabat Salman di datangi oleh para tamu dari Madinah dan saat itu dia tidak memiliki apapun kecuali roti, maka dia hidangkanlah roti tersebut kepada mereka dengan. Dan disaat para tamu makan roti tersebut, salah seorang dari mereka berkata: “jika ada madu bersama roti ini, maka makanan ini akan terasa lebih enak.!!”

Setelah mendengar ucapan itu, Salman berdiri dengan cepat dan membawa ceret(yang digunakannya untuk wudhu’) keluar rumah. Kemudian dia kembali dengan memabawa bejana yang isinya madu, kemudian dia hidangkan madu tersebut kepada para tamu.

Dan setelah mereka menyelesaikan makannya, mereka semua mengucapkan syukur kepada Allah swt seraya berkata: “puji syukur bagi Allah swt yang menjadikan kami sebagai orang-orang yang berqona’ah(menerima rizki apa adanya).

Maka salman menegor mereka dengan sopan: “jika kalian adalah orang yang berqona’ah wahai teman-temanku, maka ceretku tidak akan menjadi jaminan di toko madu.”

Categories: HIKMAH

Bayi yang dermawan

Agustus 29, 2007 Tinggalkan Komentar

Ketika Hatim at-Tho’I (yang orang-orang mengenal kedermawanan dan kebaikannya dengan membikin istilah kedermawanan dengan namannya) meninggal, adik kandungnya ingin berusaha menjadi sepertinya. Ketika ibunya melihat bahwa dia ingin berusaha menjadi seperti kakaknya, maka seketika itu juga ibunya melarangnya untuk melakukan hal tersebut, dan dia berkata kepada anaknya: “sesungguhnya kamu tidak akan bisa menjadi seperti kakakmu walaupun kamu berusaha seserius mungkin.”Maka saudara Hatim dengan tercengang bertanya kepada Ibunya: “kenapa aku tidak bisa seperti Hatim, sedangkan dia adalah saudaraku dari ayah dan ibu yang sama?”

Kemudian ibunya menjawab: “ketika Hatim bayi dia tidak akan meminum susu dariku sampai aku mendatangkan bayi lain yang ikut meminum susu dariku, dan kamu ketika masih bayi dulu, jika ada bayi yang lain ingin meminum susu dariku, maka kamu menangis dan kamu tidak berhenti menangis sampai bayi tersebut keluar dari rumah.”"Maka dimana kedudukan Hatim dan dimana kedudukanmu?”

Categories: HIKMAH

Perjanjian yang tidak benar (hikayah)

Agustus 29, 2007 Tinggalkan Komentar

 

Diceritkan bahwa seluruh burung yang ada di dalam hutan telah bersepakat dalam memberi batasan-batasan atas permusuhan yang ada di kalangan burung.

Maka pada suatu hari berkumpullah seluruh burung yang berada di hutan, mereka menulis sebuah perjanjian yang terdiri dari beberapa masalah, yang mana seluruh burung harus mena’ati perjanjian yang tertulis. Dan inti dari perjanjian itu adalah : ” burung-burung yang kuat tidak boleh memusuhi burung-burung yang lemah dan kecil, (seperti Elang tidak boleh memusuhi Merpati dan burung pemakan daging tidak boleh memakan burung-burung kecil).”

Dengan adanya perjanjian ini burung-burung yang tidak memiliki kekuatan merasa tenang dan merasa bahgaia serta terbang kesana kemari tanpa ada rasa takut dari burung-burung pemakan daging dan burung yang berkuasa di zaman sebelum perjanjian.

Akan tetapi sampai kapan burung-burung penerkam dan burung-burung pemakan daging serta burung-burung pemakan burung-burung kecil akan bertahan hidup? Tidak mungkin bagi mereka untuk menahan rasa laparnya, karena mereka tidak bisa makan kecuali daging.

Setelah beberapa hari dari hari perjanjian beberapa burung kecil hilang dari perkumpulannya(dimakan oleh burung-burung pemakan daging yang lapar) dan beberapa hari kemudian jumlah Merpati berkurang serta di hari berikutnya ditemukan bulu-bulu bebek tergenang di atas sungai. Maka para burung yang kecil&lemah mengadakan perkumpulan darurat yang mana perkumpulan ini didasari atas kekhawatiran yang ada di dalam diri mereka dan atas keadaan yang mulai mencekam mereka, akan tetapi mereka tidak menemukan hasil yang bagus, karena mereka tidak melihat permusuhan dari burung-burung pemakan daging secara nyata.

Saat itu juga salah satu hakim yang bijak dari golongan kancil mendengar apa yang terjadi maka dia menyampaikan kalimat-kalimatnya yang bijak kepada mereka: “kalian harus mewaspadai kemunafikan dari mereka (burung-burung pemakan daging), dan tidak sepantasnya kalian mengadakan perjanjian kepada mereka pemakan daging seperti elang,burung pemakan bangkai, burung pemakan daging, (Israel dan Amerika, serta Negara-Negara yang merampas hak Muslimin).”

Categories: Cerita Ringan, HIKMAH

Solawat kepada Nabi saw dan Ahlulbaytnya as

Agustus 19, 2007 38 komentar

Ketika nabi muhammad saww pergi ke langit Nabi saw melihat satu malaikat yang memiliki seribu sayap dan setiap sayap terdiri dari seribu tangan dan setiap tangan memiliki seribu jari, Nabi saw ketika melihat hal ini Nabi saww bertanya kepada Jibril as  tentang apa tugas malaikat itu?
Jibril menjawab bahwa malaikat itu bertugas menghitung setiap tetes air yang turun dari langit dari zaman nabi adam as sampai hari kiamat.
Kemudian Nabi saw menemui malaikat tersebut dan memujinya karena sangat tepat menghitung tetesan air hujan dan sangat teliti dalam menghitungnya..
Kemudian malaikat itu berkata kepada Nabi saw bahwa memang tugasnya menghitung tetesan air hujan tapi masih ada yang tidak bisa dia hitung.
Nabi sawberatanya kepada malaikat tersebut tentang apa yang tidak bisa dihitungnya.
Malaikat menjawab: Aku tidak bisa menghitung pahala orang yang bersolawat kepada mu dan keluargamu…….

Allah swt menciptakan 7 gunung di langit, setiap gunung dipenuhi oleh malaikat yang tak terhitung jumlahnya, disetiap gunung para malaikat selalu bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan semua pahalanya itu diberikan kepada siapa saja yang bersholawat kepada Nabi Muhammad saww dan Ahlulbaitnya as.
sholawat!!!!!!!! Allahumma sholli ala Muhammad wa alimuhammad.
 

Categories: Ahulbayt, Akhlak, HIKMAH

Rencana Allah Pasti Indah

Agustus 19, 2007 Tinggalkan Komentar

RENCANA ALLAH PASTI INDAH

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang
menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di
lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia
lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam
sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu
kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah
benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan
berkata dengan lembut:
“Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu
menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai,
kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan
ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.
“Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan
putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa
saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, “
Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. “
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat
bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang
pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh
indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya,
karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-
benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata,”Anakku,
dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi
engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini
sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu
hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari
atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu
lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat
ke atas dan bertanya kepada Allah, “Allah, apa yang
Engkau lakukan?” Ia menjawab : ” Aku sedang menyulam
kehidupanmu.” Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya
hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam,
mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?
“Kemudian Allah menjawab,” Hambaku, kamu teruskan
pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu
dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke
sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu
akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.
“Subhanallah…
Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah
Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.Semoga Allah
berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan
kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai
kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun
itu. Amin

Categories: HIKMAH

Kasih Sayang

 Pada suatu saat  nabi musa as pergi ke bukit tursina untuk bermunajat kepada Allah swt dan bertanya ke pada Allah swt tentang seberapa besar kasih sayang Allah kepada hambanya. Setelah mendengarkan keluhan Nabi Musa as kemudian Allah swt menyuruh Nabi Musa as untuk turun dari bukit dan melihat kejadian yang akan terjadi di kaki bukit dan dalam perintah ini Nabi Musa as tak boleh ikut campur atas kejadian itu, tetapi hanya boleh melihat saja. Kemudian Nabi Musa as melaksanakan perintah Allah swt, dan sesampainya dikaki bukit Nabi Musa as melihat seseorang berjalan sempoyongan sambil mabuk berjalan menuju ke salah satu rumah sesampainya di rumah tersebut dia memukul-mukul pintu sambil berteriak”buka….buka….” tak lama kemudian pintu dibuka oleh seorang perempuan tua yang bersinar wajahnya, ketika melihat perempuan itu sipemabuk langsung memukul orang tersebut sampai babak belur, kemudian ketika orang tua itu jatuh sipemabuk menendang-nendang, masih tak puas juga sipemabuk menyeret orang tua yang tak lain adalah ibunya itu ke bukit yang terjal dan dipenuhi oleh banyak batu-batu yang tajam, ketika sampai diatas bukit sipemabuk(anak durhaka) melempar orangtua itu(ibunya) kebawah bukit, kemudian setelah puas sipemabuk durhaka itu turun sempoyongan sambil kesakitan terkena bebatuan yang tajam, ketika melihat hal itu si ibu yang  tergeletak dengan penuh luka berteriak: “hati-hati anakku jangan sampai kakimu terluka terkena batu-batu yang tajam rasanya aku ingin jadi alas kakimu biar aku yang terluka dan kakimu tak terluka. Ketika melahat hal ini Nabi Musa as berteriak:”ya Allah kasih sayang macam apa ini yang tak ada dendam sama sekali” kemudian Allah swt berfirman kepada Nabi Musa as: (yang kurang lebihnya)” wahai musa ketahuilah kasih sayangku terhadap hamba-hambaku lebih besar dari kasih sayang seorang ibu itu kepada anaknya, wahai musa kasih tau hamba-hambaku untuk bertobat atas dosa-dosanya dan suruhlah mereka(hamba-hambaku ) untuk menemuiku dan meminta kepadaku, aku akan kabulkan doanya…”Ada hadis dari Nabi Muhammad saww: “Allah swt berfirman dalam hadist gudsi: “aku tidak lupa kepada hambaku yang lupa kepadaku bagaimana aku terhadap hambaku yang datang kepadaku”(Allah swt pasti akan memuliakan hamba-hambanya yang datang kepadanya)

Kalau kita ingin bertemu kepada orang-orang yang berpangkat/orang-orang yang terkenal maka kita harus membikin janji terlebih dahulu, kita memiliki Tuhan(ALLAH SWT) dialah dzat yang maha mulia tak ada yang bisa menandinginya, dan kita bisa bertemu dengannya setiap saat tanpa janji terlebih dahulu kenapa kita melupakannya, sungguh benar orang-orang yang masuk neraka itu karena ulahnya sendiri bukan orang lain.

Categories: Cinta, HIKMAH

Siapakah yang Paling dekat dengan Allah swt?

Juli 17, 2007 7 komentar

siapakah yang paling dekat dengan Allah?

Allah adalah Nur (cahaya di atas segala cahaya) 

kalau matahari di siang hari bersinar dengan terangnya dan rumah2 yang terbuka jendala2nya dan sinar matahari masuk kedalam nya maka orang2 yang ada di dalam rumah bisa dengan mudah melakukan pekerjaan2 mereka, dan ketika matahari bersinar akan tetapi orang2 yang ada di dalam rumah menutup jendala rapat2 sehingga tidak sedikitpun cahaya yang masuk ke dalamnya, sehingga rumah tersebut gelap gulita dan menyebabkan orang2 yang berada di dalamnya tidak bisa bekerja, ini semua bukan kekurangan atau kesalahan matahari akan tetapi kekurangan  dan kesalahan orang2 yang berada di dalam rumah tersebut, karena tidak mau membuka jendela2 rumahnya….

Allah adalah Nur(cahaya yang lebih baik/di atas segala cahaya) yang terang utk dirinya sendiri dan menerangi yang lainnya…

dan beruntunglah orang2 yang mau membuka jendela2 rumah(hati)nya, sehingga bisa menikmati rahmat dan kasih sayangNya…..

ada beberapa contoh yang bisa kita pakai untuk mengukur bagaimana kedekatan kita kepada Allah dan apakah Allah jauh dari kita itu berarti Allah tinggal jauh dari kita….

ada sebuah perbandingan antara 5 orang yang mana dinatara dari mereka adalah orang yang paling dekat dengan Alquran… orang2nya adalah sebagai berikut dan mereka semua membawa Alquran:

orang:

1) tidak bisa membaca alQuran akan tetapi Al-quran di tangannya…

2) bisa membaca al-Quran akan tetapi tidak bisa mengartikannya (al-quran jg berada di tangannya)….

3) bisa membaca al-Quran dan bisa mengartikannya , akan tetapi tidak bisa menafsirkannya (al-quran jg berada di tangannya)….

4) bisa membaca al-Quran, bisa mengartikannya dan bisa menafsirkannya akan tetapi tidak bisa mengamalkannya (al-Quran juga berada di tangannya)….

5) bisa membaca al-Quran, bisa mengartikannya, bisa menafsirkannya dan bisa jg mengamalkannya (al-Quran berada di tangannya)…

dalam pengelihatan secara dhohiri al-quran sama2 berada di tangan mereka (5 orang) semua akan tetapi secara maknawi orang kelima yang paling dekat dengan al-Quran karena bisa benar2 bicara dengan al-Quran, dan bisa memahami al-Quran dng sempurna………..

Allah bersama kita dimana saja kita berada..

Allah lebih dekat kepada kita dari pada urat nadi kita kepada kita…..

Allah lebih dekat kepada kita daripada kita dengan nyawa kita……

tapi secara maknawi seberapa dekatkah kita kepada Allah?

contoh yang ada di atas bisa kita pakai untuk mencontohkan seberapa kedekatan kita dengan Allah….

apakah kita telah mengetahui Allah?

apakah kita telah mengenal Allah?

apakah kita telah mengetahui untuk apa Allah menciptakan kita?

apakah kita telah mengetahui apa yang diinginkan Allah dari kita?

apakah kita telah mengetahui apa2 yang mengeluarkan kita dari agama Allah sehingga kita bisa menjaga diri dari itu semua?

Categories: HIKMAH

Pecinta Hakiki

Setiap pecinta selalu memberikan yang dia punya kepada yang dia cintai. kalau kita benar2 mencintai Allah swt maka kita wajib memberikan apa yang kita punyai kepada Allah swt, akan tetapi kita tidak memiliki apa2 kecuali kelemahan dan permohonan, maka itulah yang harus kita berikan kepada Allah swt, yakni merupakan kewajiban bagi kita untuk selalu memohon kepada Allah dan berkeluh kesah kepadaNya, serta menyerah kepadanya….

Allah mencitai Hamba yang kembali kepadanya…….

Orang yang paling tahu dan yang paling dekat dengan Allah, adalah orang yang paling sering berkeluh kesah dan paling sering minta kepadaNya……..

Allah selalu bersama kita tapi kita yang selalu meninggalkan dan melupakanNya…..

Allah menunggu kita…….

Categories: HIKMAH

Kuatnya Niat

suatu hari ada seorang mu’min dipagi harinya bangun dan ingin melaksanakan sholat di masjid ketika di kegelapan di tengah jalan ia terjatuh dan seluruh bajunya dan celananya kotor, ia kemudian kembali ke rumahnya untuk mengganti pakaiannya.

untuk ke dua kalinya dia pergi ke masjid, ketika sampai di jalan yang gelap ia dengan hati-hati berjalan akan tetapi untuk kedua kalinya dia terjatuh lagi. setelah itu dia kembali pulang sesampainya dia di rumah dia mengganti pakaiannya lagi.

kemudian dia kembali lagi pergi ke masjid untuk ketiga kalinya, ketika di tengah jalan dia bertemu dengan seorang yang tua yang membawa lampu. si orang tua berkata kepadanya mari ikut aku ke masjid dengan penrangan lampuku.

kemudian si mu’min bersama orang tua itu pergi ke masjid.
sesampainya di masjid si orang tua tidak masuk ke dalam masjid. si mu’min bertanya: “kenapa kamu tidak masuk ke dalam masjid? apakah kamu tidak sholat?
orang tua menjawab: ” ya, aku tidak sholat.”
si mu’min bertanya : “kenapa kamu tidak sholat?”
orang tua menjawab: “karena, aku adalah setan”
si mu’min : (sambil terkejut bertanya) kalau kamu setan kenapa kamu mengantarku ke masjid dan menerangi jalanku dengan lampumu?
orang tua (setan) : “karena ketika kamu jatuh yang pertama itu aku yang membuatmu jatuh agar kamu tidak pergi ke masjid. akan tetapi pulang ke rumah hanya untuk mengganti pakaianmu dan kembali ke masjid. dan ketika kamu pergi ke masjid untuk yang ke dua kalinya aku juga berusaha menjegahmu ke masjid dan aku menjatuhkanmu lagi di tempat yang gelap dan kotor, akan tetapi untuk yang kedua kalinya kamu pulang ke rumah dan mengganti pakaianmu tanpa ada perubahan niat untuk pergi ke masjid.
ketika jatuhmu yang pertama kamu tetap ingin pergi ke masjid dan tidak ada perubahan dalam niatmu dan kamu pulang hanya untuk mengganti pakaian maka dengan amalmu ini Allah mengampuni dosa2mu , dan jatuhmu yang kedua tidak sedikitpun keinginanmu untuk ke masjid berkurang dan kamu kembali lagi pergi ke masjid , untuk ini Allah swt mengampuni dosa2 mu dan keluargamu, maka utk yang ketiga kalinya aku menunjuki kamu jalan dengan lampuku karena aku tidak ingin Allah mengampuni seluruh masyarakat di sekitarmu dengan perbuatanmu yang ketiga.

Categories: HIKMAH
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.