Allah swt melaknat dan mengadzab.

Desember 24, 2011 Tinggalkan komentar

Didalam Surat Al-Ahzab ayat 57 disebutkan bhw yang menggangguAllah swt dan RasulNya saw maka Allah swt akan melaknatnya didunia & Akherat serta Allah swt akan mengadzabnya di Akherat.

Didalam Musnad Ahmad jilid 3 Halaman 483 disebutkan bahwa Rasulsaw bersabda:” Brngsiapa mengganggu Ali maka sungguh telah menggangguku”

Didalam kitab al-Sunan al-Kubra oleh al-Baihaqi disebutkan bhw Rasul saw bersabda: “Fatimah adalah bagian dariku barang siapa yang mengganggunya maka sungguh telah menggangguku”
hadis ini juga diriwayatkan oleh Bukhari didalam Sohihnya, begitu juga diriwayatkan oleh Muslim.

Didlm Musnad Ahmad jilid 2 halaman 288 disebutkan bahwa Rasul saw bersabda:”Barangsiapa yang mencintai mereka(Al-Hasan&Al-Husain) maka sungguh telah mencintaiku, dan Barangsiapa yang membenci mereka maka sungguh telah membenciku”.

Imam Ja’far al-Sodik as

Desember 24, 2011 Tinggalkan komentar

A. Abu Hanifah, pemimpin dan imam mazhab Hanafiah. Ia berkata: “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih alim dari Ja’far bin Muhammad”.
Dalam kesempatan lain ia juga berkata: “Jika tidak ada dua tahun (belajar kepada Ja’far bin Muhammad),niscaya Nu’man akan celaka”.
Nama asli Abu Hanifah adalah Nu’man bin Tsabit.

B. Malik, pemimpin dan Imam mazhab Malikiah. Ia pernah berkata: “Beberapa waktu aku selalu pulang pergi ke rumah Ja’far bin Muhammad. Aku melihatnya selalu mengerjakan salah satu dari tiga hal berikut ini: mengerjakan shalat, berpuasa atau membaca Al Quran. Dan aku tidak pernah melihatnya menukil hadis tanpa wudhu`”.

C. Ibnu Hajar Al-Haitsami berkata: “Karena ilmunya sering dinukil oleh Para Ilmuwan, akhirnya ia menjadi buah bibir masyarakat dan namanya dikenal di seluruh penjuru negeri. Para pakar (fiqih dan hadis) seperti Yahya bin Sa’id, Ibnu Juraij, Malik, Sufyan Ats-Tsauri, Sufyan bin ‘Uyainah, Abu Hanifah, Syu’bah dan Ayub As-Sijistani banyak menukil hadis darinya”.

D. Abu Bahar Al-Jaahizh berkata: “Ilmu pengetahuan Ja’far bin Muhammad telah menguasai seluruh dunia. Dapat dikatakan bahwa Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri adalah muridnya, danhal ini cukup untuk membuktikan keagungannya”.

E. Ibnu Khalakan, seorang sejarawan terkenal menulis: “Dia adalah salah seorang Imam Dua Belas Mazhab Imamiah dan termasuk salah seorang pembesar keluarga Rasulullah yang karena kejujurannya ia dijuluki dengan ash-shadiq. Keutamaan dan keagungannya sudah dikenal khalayak ramai sehingga tidak perlu untuk dijelaskan. Abu Musa Jabir bin Hayyan Ath-Thurthursi adalah muridnya. Ia menulis sebuah buku sebanyak seribu halaman yang berisi ajaran-ajaran Ja’far Ash-Shadiq dan memuat lima ratus pembahasan”.

Kategori:Ahulbayt

Karamah Sayidah Ruqaiyah

Desember 24, 2011 Komentar dimatikan

Seorang wanita warga Libanon yg beragama kristen memiliki anak kecil yang lumpuh. Usaha pengobatan telah dilakukannya di negara tersebut, akan tetapi tidak membuahkan hasil yang baik.
Dari saran-saran yg ia dapat, ia diharuskan melanjutkan pengobatan di negara tetangga yaitu Syiria/Suria.
Wanita tersebut pun membawa anak balitanya yang lumpuh menuju Syiria untk melakukan pengobatan.
Sesampainya di Suria ia menyewa rumah untuk beberapa bulan sampai anak balitanya pulih dari sakit yang diderita,
Yg mana rumah tsb terletak dekat dari makam sayidah Ruqaiyah Putri Imam Husain as yang meninggal tak lama setelah kesyahidan ayahnya dan dia berumur 3 tahun.
Kedatangannya di Syiria bertepatan dengan hari-hari asyura.
Ia pun melihat masyarakat turun ke jalan dan memukul-mukul dada sambil menyuarakan Syiar-syiar al-Husain menuju Makam suci Sayidah Ruqaiyah.
Wanita yg beragama kristen itu tersentak hatinya ketika melihat rombongan masyarakat yg memperingati hari kesedihan Sayidah Ruqaiyah yang merupakan syahidah berumur 3 tahun.
Setelah mengunci rumahnya dan meninggalkan anak balitanya di dalam rumah, ia pun bergegas menuju Makam Sayidah Ruqaiyah.
Sesampainya di Makam sayidah Ruqaiyah ia pun menangis dan berdoa supaya anaknya yg lumpuh dapat sembuh dari sakit yg dideritanya.
Karena tak kuasa menahan kesedihan ia pun pingsan.
Ketika sadar ia bergegas pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, ia melihat anaknya sedang bermain dan tidak ada sedikitpun bekas kelumpuhan yang terlihat dari tubuhnya.
Ia bertanya kepada anaknya: “apa yang terjadi ketika aku pergi?”
anaknya menjawab: “ketika ibu pergi, datang seorang anak kecil. Dia mengajakku bermain.
Dia berkata: ”bacalah BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM kemudian bangunlah”,
aku pun membacanya dan bermain bersamanya sampai dia berkata: ”ibumu telah datang”.
kemudian aku bertanya:”siapa namamu?”
dia menjawab:”namaku Ruqaiyah”
setelah itu dia pergi kemudian ibu pun datang.

Setelah melihat kesembuhan anaknya melalui karamah Sayidah Ruqaiyah, wanita tsb memeluk agama Islam.

Kategori:Ahulbayt

الصلاة على محمد وآل محمد ليلة ويوم الجمعة

الصلاة على محمد وآل محمد ليلة ويوم الجمعة
عن أبي عبد الله عليه الصلاة والسلام قال :  إذا كانت عشية الخميس وليلة الجمعة نزلت ملائكة من السماء ، معها أقلام الذهب ، وصحف الفضة ، لا يكتبون عشية الخميس وليلة الجمعة ويوم الجمعة إلى أن تغيب الشمس إلا الصلاة على النبي وآله ، .سئل الإمام الباقر عليه الصلاة والسلام عن أفضل الأعمال يوم الجمعة ؟ قال :  لا أعلم عملا أفضل من الصلاة على محمد وآل محمد  .عن أبي عبد الله عليه الصلاة والسلام قال : [ ما من عمل أفضل يوم الجمعة من الصلاة على محمد وآله ] .

عن الرضا عليه الصلاة والسلام قال :[ قال رسول الله نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي : من صلى عليَّ يوم الجمعة مئة مرة قضى الله له ستين حاجة ، منها للدنيا ثلاثون حاجة ، وثلاثون للآخرة ] .

قال نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي الطاهرين :[ من صلى عليَّ يوم الجمعة مئة مرة غفر الله له خطيئته ثمانين سنة ] .

قال نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي الطاهرين : [ من صلى عليَّ في يوم الجمعة ألف مرة لم يمت حتى يرى مقعده من الجنة ] .

عن أبي عبد الله الصادق صلوات الله عليه قال : [ الصلاة على محمد وآله يوم الجمعة بألف من الحسنات ، ويحط الله فيها ألفا من السيئات ، ويرفع فيها ألفا من الدرجات . وإن المصلي على محمد وآله في ليلة الجمعة يزهر نوره في السماوات إلى يوم الساعة ، وإن ملائكة الله عز وجل في السماوات ليستغفرون له ، وليستغفر له الملك الموكل بقبر رسول الله نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي إلى أن تقوم الساعة ] .

قال نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي الطاهرين :[ أكثروا من الصلاة عليَّ يوم الجمعة ، فإنه يوم يضاعف فيه الأعمال ، واسألوا الله لي الدرجة الوسيلة من الجنة ، قيل : يا رسول الله وما الدرجة الوسيلة من الجنة ؟ قال : هي أعلى درجة من الجنة ، لا ينالها إلا نبي أرجو أن أكون أنا ] .

سئل أبا عبد الله عليه الصلاة والسلام عن أفضل الأعمال يوم الجمعة فقال :[ الصلاة على محمد وآل محمد مئة مرة بعد العصر ، وما زدت فهو أفضل ] .

قال الصادق عليه الصلاة السلام : [ من قال بعد العصر يوم الجمعة : ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ الأَوْصِيَاءِ المَرَضِيِّينَ بِأَفْضَلِ صَلَوَاتِكَ ، وَبَارِكْ عَلَيْهِمْ بِأَفْضَلِ بَرَكَاتِكَ ، وَالسَّلامُ َعَلَيْهِمْ وَعَلَى أَرْوَاحِهِمْ وَأَجْسَادِهِمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه ) كان له مثل ثواب عمل الثقلين في ذلك اليوم ] .

وعنه صلوات الله وسلامه عليه أنه قال : [ من صلى بهذه الصلوات حين يصلي العصر يوم الجمعة قبل أن ينفتل من صلاته ـ أي ينصرف عنها ـ عشر مرات صلت عليه الملائكة من تلك الجمعة إلى الجمعة المقبلة في تلك الساعة ] .

وروى الكليني رحمه الله تعالى في الكافي : [ أنه إذا صليت العصر يوم الجمعة فقل : ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ الأَوْصِيَاءِ المَرَضِيِّينَ بِأَفْضَلِ صَلَوَاتِكَ ، وَبَارِكْ عَلَيْهِمْ بِأَفْضَلِ بَرَكَاتِكَ ، وَالسَّلامُ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه ) فإن من قالها بعد العصر كتب الله عز وجل له مئة ألف حسنة ، ومحا عنه مئة ألف سيئة ، وقضى له بها مئة ألف حاجة ، ورفع له بها مئة ألف درجة ] .

في مفاتيح الجنان : يستحب يوم الجمعة بعد صلاة الظهر هذا الدعاء : [ اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلاتَكَ وَصَلاةَ مَلائِكَتِكَ وَرُسُلِكَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ ] يقول : يورث الأمن من البلاء إلى الجمعة القادمة إذا دعي به ثلاث مرات بعد فريضة الظهر يوم الجمعة .

في مفاتيح الجنان : روي أن أفضل ساعات يوم الجمعة بعد العصر ، وتقول مئة مرة : ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ ) .

نسألكم الدعاء
Kategori:Ahulbayt, Hadis

Wasiat Khadijah ra kepada Rasul saw.

Agustus 12, 2009 Tinggalkan komentar

Ketika sakit yang diderita Sayidah Khadijah mulai parah,  Beliau ra berwasiat kepada Rasul saw dan berkata: “wasiat pertamaku: “ sesungguhnya aku telah tidak dapat menunaikan hakmu, maka tolong maafkan aku wahai Rasulullah.”
Rasul saw berkata: “sungguh sama sekali tidak, aku sama sekali tidak melihat kesalahan darimu, engkau telah berusaha dengan sesungguhnya dan engkau telah merasakan puncak kelelahan didalam rumahku, dan sungguh engkau telah habiskan seluruh hartamu dijalan Allah swt.
Kemudian Sayidah Khadijah berkata: “wahai Rasulallah, wasiatku yang kedua adalah dia (sambil menunjuk kepada Sayidah Fatimah as), sesungguhnya dia akan menjadi yatim dan akan menjadi asing setelah kepergianku, maka aku mohon jangan sampai ada seorang pun dari perempuan Quraysh yang mengganggunya, jangan sampai menampar pipinya, jangan sampai memukul wajahnya, dan jangan sampai mereka melihatnya dibenci.”
Kemudian beliau melanjutkan perkataannya “sedangkan wasiatku yang ketiga, maka aku akan memberitahukannya kepada Fatimah, maka dia yang akan memberitahukannya kepadamu, karena aku malu darimu wahai Rasulallah.” Maka Rasul saw pun berdiri dan keluar dari kamar. Kemudian Beliau ra memanggil Fatimah dan berkata kepadanya: “wahai kecintaanku dan penyejuk mataku, katakanlah kepada Ayahmu bahwa “sesungguhnya ibuku telah berkata: “Aku takut dari kubur, aku ingin darimu (Rasul saw) rida’ mu(sejenis jubah) yang engkau kenakan saat turunnya wahyu, dan engkau kafani aku dengannya.”
Kemudian Sayidah Fatimah as keluar dari kamar dan menyampaikan wasiat ketiga kepada ayahnya saw.
Maka bergegaslah Rasul saw dan memberikan Rida’nya kepada Fatimah as untuk disampaikan kepada Istri tercintanya Khadijah ra, dan beliau ra sangat gembira setelah menerima rida’ dari suami tercintanya.

Sungguh besar kedudukan Sayidah Khadijah ra, karena khidmat beliau ra kepada Rasul saw.  Sayidah Khadijah ra termasuk orang kaya Quraysh, akan tetapi setelah menikah dengan Rasul saw, seluruh harta yang dimilikinya diserahkan kepada Rasul saw demi berlangsungnya dakwah Rasul saw. Akan tetapi beliau ra di akhir hayatnya malu untuk meminta rida’ Rasul saw.

Kategori:Ahulbayt

Sebaik-baik Makhluk -Khairil Bariyah-

Oktober 14, 2008 Tinggalkan komentar

Al-Hakim al-Haskani adalah salah seorang ulama besar ahlu sunnah, beliau memiliki buku yang sangat menjadi kebanggaan bagi umat islam ahlu sunnah dan buku itu adalah شواهد التنزيل syawahid al-Tanzil.
Beliau hidup di abad ke lima hijriah, salah seorang ulama ahlu sunnah lainnya yang bernama al-Hafidz al-dzahabi berkata Al-Huskani adalah seorang ahli hadis, dan dia adalah orang yang bijaksana serta dia adalah orang yang pandai dalam ilmu agama.
*Di dalam kitab شواهد التنزيل al-Hakim al-Haskani menulis sebuah riwayat yang bersanadkan kepada Sayidina Ali Karamallah wajhah. Dan isi riwayat tersebut adalah seperti ini: sayidina Ali pernah berkata: “Rasulullah saw berbicara kepadaku: “wahai Ali apakah kamu tidak mendengar Firman Allah swt:”إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) “sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu adalah khairil bariyyah/sebaik-baik makhluk.”? Kemudian Nabi saw meneruskan pembicaraannya: “mereka itu adalah engkau dan syiahmu/pengikutmu, dan tempat perjanjianku dan kalian adalah al-Haud (telaga), jika seluruh umat telah berkumpul untuk dihisab, maka kalian akan disebut sebagai orang-orang yang masyhur dan yang bercahaya.”( شواهد التنزيل :2/459) riwayat ini juga disebutkan didalam kitab الدرّ المنثور :6/379 oleh Ibn Mardawiyah dan al-Suyuti. Juga disebutkan didalam kitab المناقب : 265-266 oleh Al-Muwaffak ibn Ahmad.
*Al-Hakim al-Haskani juga menulis dalam kitab yang sama hadis yang kurang lebih sama, akan tetapi dengan perawi yang berbeda. Disebutkan bahwa Ibn Abbas berkata: “ketika ayat ini turun “إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) Nabi saw bersabda kepada Ali as: “Dia (khairil bariyyah/sebaik-baik makhluk) adalah engkau dan syiahmu/pengikutmu, dihari kiamat engkau dan syiahmu akan datang sebagai orang-orang yang diridhai dan meridhai, dan musuh-musuhmu akan datang pada hari kiamat sebagai orang-orang yang terkena marah Allah swt dan sebagai orang-orang yang terhinakan.” شواهد التنزيل : 2/461, hadis ini juga ditulis oleh Ibn Udai dan Al-Suyuti didalam kitab الدر المنثور : 6/379.
*Hadis yang sama juga ditulis oleh Beliau dengan perawi yang berbeda. Disebutkan bahwa Jabir (salah seorang sahabat Nabi saw) berkata: “ketika ayat ini turun “إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) Nabi saw bersabda kepada Ali: “dia (khairil bariyah) adalah engaku dan syiahmu, dihari kiamat engkau dan syiahmu akan datang sebagai orang-orang yang diridhai dan meridhai, dan musuh-musuhmu akan datang pada hari kiamat sebagai orang-orang yang terkena marah Allah swt dan sebagai orang-orang yang terhinakan.” شواهد التنزيل : 2/462,
*Beliau juga menuliskan hadis yang kurang lebih sama dengan sanad yang berbeda. Disebutkan bahwa Abi barzah al-Aslami berkata: “Rasulullah saw membaca ayat إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) kemudian Beliau saw bersabda kepada Ali ra: “mereka (khairil bariyah) adalah engkau dan syiahmu/pengikutmu…..” شواهد التنزيل : 2/463,
*Beliau juga menuliskan hadis dari Buraidah ibn Hashib al-Aslami, yang mana Buraidah berkata: “Rasulullah saw membaca إنّ الذين آمنوا وعملوا الصالحات ألئك هم خيرالبرية”(البينة:7) kemudian Beliau saw meletakkan tangannya diatas bahu Ali ra dan bersabda: “wahai Ali,Dia (khairil bariyah) adalah engkau dan syiahmu. Dihari kiamat engkau dan syiahmu adalah orang-orang yang lepas dari dahaga dan puas dengan minum, sedangkan musuh-musuhmu adalah orang-orang yang sangat kehausan dan terhinakan.” شواهد التنزيل :2/454.

Hanya Allah swt dan Rasulullah saw yang mengetahui hakikat Ali as

Oktober 13, 2008 Tinggalkan komentar

قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Menurut hadis diatas kita ketahui bahwa sungguh mustahil untuk kita mengetahui seberapa besar kedudukan sayidina Ali ra disisi Allah swt dan kedudukan beliau ra disisi Rasulullah saw tanpa bantuan ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis Rasulullah saw.
قال الله سبحانه و تعالی: “ولسوف يعطيك ربّك فترضی” 1.
Allah swt berfirman didalam surat al-dhuha ayat 5: “dan sungguh Tuhanmu akan memberimu karuniaNya sampai Kamu puas/ridha.”
Rasulullah saw adalah kekasih Allah swt (habibullah). Beliau saw adalah makhluk Allah swt yang paling sempurna. Dan tidak ada satu makhlukpun yang dapat mencapai derajat kesempurnaan yang telah beliau saw capai. Oleh karenanya Allah swt akan memberi kepadanya karuniaNya sampai beliau merasa puas dan ridha.
Tidak ada satu Nabi pun yang menerima pemberian dari Allah swt sebesar pemberian Allah swt kepada Nabi besar Muhammad saw, karena setiap pemberian Allah swt kepada para Nabi as selain Nabi Muhammad saw memiliki batasan. Akan tetapi pemberian Allah swt kepada Nabi besar Muhammad saw batasannya adalah kepuasan dan keridhaan Beliau saw atau dalam kata lain tidak ada batasan didalam pemberian tersebut.
Lalu apakah pemberian Allah swt terhadap Nabi saw tersebut?
Kalau kita meneliti al-Quran maka kita akan mendapatkan jawaban tersebut. dan jawaban tersebut hanya satu dan itu terdapat didalam surat al-kautsar ayat pertama.
قال الله سبحانه و تعالی : “انّا أعطيناك الكوثر”. “sesungguhnya kami telah memberimu al-Kautsar.”
Ayat di atas menjelaskan tentang pemberian Allah swt , dan itu tidak lain adalah al-Kautsar.
Lalu apakah al-Kautsar tersebut?
Para mufasir al-quran, dan para ahli hadis serta para ahli sejarah menerangkan bahwa al-Kautsar tidak lain adalah Fatimah ra.

Dan kalau kita melihat sejarah hidup sayidatina Fatimah ra, maka kita akan melihat bahwa banyak dari pembesar-pembesar quraish ingin melamar beliau ra, termasuk khalifah pertama dan kedua, akan tetapi Rasulullah saw menolak mereka satu persatu. Akan tetapi ketika sayidina Ali ra melamarnya Rasulullah saw menerimanya bahkan Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Allah swt telah menyuruhku untuk menikahkan Fatimah dengan Ali.” (المعجم الكبيرللطبراني – كنزالعمال – معجم الزوائد – فيض القدير- الصواعق المحرقة)dan juga di buku(ذخائر العقبى)
Maka sungguh benar perkataan cucu Rasulullah saw Abu Abdillah ra:
“لولا انّ الله تبارك و تعالی خلق أمير المؤمنين لفاطمة ما كان لها كفو علی وجه الارض”
Jikalau Allah swt tidak menciptakan Amirul mu’minin (Ali ibn Abi Talib ra) untuk Fatimah, maka tidak akan ada kufu/pendamping baginya diatas bumi ini.
Fatimah adalah al-Kautsar.
Fatimah adalah pemberian Allah swt tersbesar dan terbaik bagi Nabi Muhammad saw, maka Hanya orang terbaiklah yang dapat memilikinya. Dan dialah Ali ibn Abi Talib ra.

*
قال الله: “مطاع ثم أمين” al-Takwir :21 “yang ditaati lagi dipercaya”.
Ayat diatas menerangkan tingkat kedudukan malaikat jibril, yang mana Jibril as adalah malaikat yang ditaati oleh para malaikat yang lain, dan Jibril as adalah paling mulianya malaikat serta paling agungnya mereka.
Akan tetapi ketika melihat hadis mi’raj kita akan mengetahui seberapa besar kedudukan Nabi saw dibandingkan dengan kedudukan malaikat Jibril as (paling mulianya malaikat).
Didalam hadis mi’raj disebutkan bahwa sesampainya Rasulullah saw dan malaikat Jibril di sidratul muntaha, Jibril as berkata kepada Nabi saw: “wahai Muhammad, pergilah kau (ke derajat berikutnya) sendiri”.
Kemudian Nabi saw berkata kepada Jibril: “wahai saudaraku Jibril, apakah didalam keadaan seperti ini kau akan meninggalkanku sendiri?”
Maka Jibril as berkata: “jika aku julurkan ujung jariku(kederajat selanjutnya) maka aku akan terbakar.”
Malaikat Jibril yang kita ketahui sebagai malaikat yang paling mulia dan paling agung serta dia adalah malaikat yang ditaati oleh malaikat yang lain, akan tetapi ketika sampai di sidratul muntaha beliau as tidak mampu maju dan naik ke derajat yang lebih tinggi, akan tetapi Nabi Muhammad saw maju dan naik ke derajat lebih tinggi. Rasulullah saw adalah makhluk Allah swt yang meraih kedudukan tertinggi disisi Allah swt dan tidak ada orang sebelumnya yang meraih kedudukan tersebut, dan tidak akan ada orang yang akan meraihnya.
Setelah kita melihat kedudukan Nabi saw yang begitu tinggi, marilah kita tengok seberapa besar kedudukan sayidini Ali ra disisi Allah swt dan Nabi saw.
قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Sesuai hadis diatas, wajib bagi kita untuk bertanya kepada al-Quran(firman Allah swt) seberapa besar kedudukan sayidina Ali ra disisi Allah swt dan Nabi saw.
Allah swt telah menerangkan kedudukan beliau ra di dalam ayat al-mubahalah
قال الله: “قل ندع ابناءنا و ابناءكم و نساءنا و نساءكم و أنفسنا و أنفسكم”
Para ulama ahlu sunnah seperti penulis kitab asbab nuzul, penulis kitab sohih muslim, penulis kitab sohih trimidzi dan para ulama ahlu sunnah lainnya serta para ulama syiah mengatakan bahwa أنفسانا adalah amirul mu’minin Ali ibn Abi Talib ra.
Rasulullah saw juga bersabda : “sesungguhnya Ali adalah dariku dan aku darinya dan dia adalah pemimpin para mu’min setelahku”
(صحيح الترمذي – مسند احمد ابن حنبل – مسند ابي داود – خصائص نسائي – كنزالعمال – الرياض النضرة)
Jadi sungguh jelas kedudukan beliau ra disisi Allah swt dan Nabi saw. Beliau adalah orang termulia setelah Nabi saw.

*
قال الله سبحانه و تعالى:”ولقد فضّلنا بعض النبيين على بعض”
Allah swt berfirman dalam al-Quran: ” Dan sungguh kami telah mengutamakan sebagian para nabi atas sebagian yang lain.”
Kita semua mengetahui bahwa setiap Nabi as adalah ma’sum dan ketaatan kepada seluruh Nabi as adalah kewajiban bagi seluruh umat manusia. Akan tetapi bersamaan dengan itu Allah swt mengutamakan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain.
Seperti halnya kalau kita lihat kita akan menemukan sebagian Nabi bukan ulul azm dan sebagian yang lain adalah ulul azm.
Dan kalau kita tengok keadaan para Imam kita, maka kita akan menemukan hukum diatas juga berlaku diantara mereka as, yakni Allah swt mengutamakan sebagian para Imam atas sebagian yang lain.
Dan hal ini bisa kita lihat dari perkataan Nabi saw dan perkataan Aimmah(para Imam) itu sendiri.
قال رسول الله (ص):” إنّ الحسن و الحسين سيّدا شباب اهل الجنّة و ابوهما خير منهماز”
Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya al-Hasan dan al-Husain adalah para pemimpin pemuda surga, dan ayahnya lebih utama dari mereka berdua.”
Hadis ini sungguh jelas menerangkan kedudukan sayidina Ali as dari kedudukan para pemimpin pemuda surga. Kita semua mengetahui bahwa sayidina Ali dan al-Hasan serta al-Husain, mereka semua adalah para Imam kita dan mereka adalah Ahlulbayt Nabi saw. Akan tetapi bersamaan dengan itu Allah swt melaluli lisan Rasulullah saw mengutamakan Sayidina Ali dari al-Hasan dan al-Husain.
Sekarang mari kita lihat apa perkataan para Imam as tentang kedudukan amirul mu’minin as.
سؤل الباقر(ع):” يابن رسول الله من منكم كأمير المؤمنين في عبادته؟”
قال(ع):”من منّا كأمير المؤمنين في عبادته؟” ” قل من منّا يشبه أمير المؤمنين في عبادته! ولا فينا احد إلاّ ابيّ السجّاد كان يشبه جدّي أمير المؤمنين.”
Imam Bagir as pernah ditanya: “wahai putra Rasulullah, siapakah dari kalian (aimmah/para imam as) yang sama seperti Amirul mu’minin dalam ibadahnya?” setelah mendengar pertanyaan ini beliau as menjawab : “siapa dari kami yang sama seperti Amirul mu’minin dalam ibadahnya?” kemudian Beliau as melanjutkan perkataannya “bertanyalah siapa dari kami yang menyerupai Amirul Mu’minin dalam ibadahnya! Dan tidak ada dari kami satupun yang menyerupai Amirul mu’minin as dalam ibadahnya kecuali ayahku as-Sajjad dialah yang menyerupai kakekku Amirul mu’minin as dalam ibadahnya.”
Riwayat diatas menerangkan bahwa hanya Imam as-Sajjad lah yang menyerupai Amirul Mu’minin dalam ibadahnya.
Lalu seberapa besarkah keserupaan yang ada diantara ibadah As-Sajjad as dengan ibadah Amirul mu’minin as?
Sebelum menjawab pertanyaan ini marilah kita lihat sekilas tentang as-Sajjad as.
Imam as-Sajjad as memiliki panggilan As-Sajjad tak lain dikarenakan banyaknya sujud dan banyaknya ibadah yang Beliau as lakukan. Dan dalam riwayat yang masyhur disebutkan bahwa Imam as-Sajjad dalam sehari semalam mengerjakan solat seribu rekaat. Dan kemasyhuran beliau as dalam ibadah tercatat dalam kitab-kitab ahlu sunnah juga.
Sekarang ini ketika kita sudah mengetahui betapa besar ibadah yang dilakukan oleh Imam as-Sajjad, maka marilah kita lihat seberapa besar keserupaan yang ada diantara ibadah beliau as dan ibadah kakeknya Amirul mu’minin as.
Didalam riwayat disebutkan bahwa
سؤل السّجّاد:”يابن رسول الله اين عبادتك من عبادة اميرالمؤمنين؟”
قال (ع):”و الله, كالقطر في بحر المحيط”
Imam sajjad as pernah diatanya : “wahai putra Rasulullah, dimanakah ibadahmu darai ibadah kakekmu Amirul mu’minin Ali Ibn Abi Talib?(yakni seberapa keserupaan yang ada di antara ibadah as-Sajjad dan ibadah Amirul mu’minin as).”
Imam Sajjad as menjawab: ” demi Allah, seperti satu tetes air didalam lautan samudera.”
Imam Ja’far as pernah berkata: “اعلم انّ أميرالمؤمنين أفضل عند الله من الأئمة كلّهم وله ثواب أعمالهم” “ketahuilah sesungguhnya Amirul mu’minin lebih utama disisi Allah swt dari para Imam seluruhnya, dan dia memiliki pahala seperti pahala mereka/para Imam seluruhnya.”
Mungkin banyak orang yang heran atas kedudukan beliau as yang sangat tinggi.
Akan tetapi, hal ini sudah dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam perang khandaq.
قال رسول الله (ص):”ضربة علي لعمرو يوم الخندق تعدل عبادة الثقلين” Rasulullah saw bersabda: ” pukulan Ali kepada Amr diperang khandaq sama seperti ibadah seluruh makhluk.”
Dari sini kita bisa mengetahui bahwa tidak ada orang yang bisa menyamai kedudukan Amirul mu’minin as (tentu saja selain Rasululla saw, karena Sayidina Ali pernah berkata bahwa dirinya adalah salah satu dari budak-budak Muhammad saw. Jadi derajat Rasulullah saw sangat jauh diatas derajat sayidina Ali as.)
Kita semua tahu bahwa pukulan beliau as hanya 2 atau 3 detik dari umurnya. Kalau 3detik dari umur beliau sudah menyamai ibadah seluruh makhluk, bagaimana dengan ibadah-ibadah beliau yang lain. lalu seberapa besarkah keseluruhan ibadah beliau dalam seluruh umurnya. Maka tidak ada satu orangpun yang tahu kecuali Allah swt dan RasulNya saw. Sungguh hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah saw ini:

قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
Dan Rasulullah saw juga bersabda: “إنّ الله جعل لأخي علي بن ابي طالب فضائل لا يحصي عددها غيره…” “sesungguhnya Allah swt telah memberikan kepada saudaraku Ali ibn Abi Talib keutamaan-keutamaan yang tidak ada yang bisa menghitung jumlahnya kecuali dia sendiri…..”
Insyallah hari demi hari kita mendapatkan rizki untuk bisa mengetehaui keutamaan-keutamaan beliau as dan mendapatkan syafaatny kelak di hari akhir…..

Kategori:Ahulbayt, HIKMAH