Allah swt melaknat dan mengadzab.

Desember 24, 2011 Tinggalkan komentar

Didalam Surat Al-Ahzab ayat 57 disebutkan bhw yang menggangguAllah swt dan RasulNya saw maka Allah swt akan melaknatnya didunia & Akherat serta Allah swt akan mengadzabnya di Akherat.

Didalam Musnad Ahmad jilid 3 Halaman 483 disebutkan bahwa Rasulsaw bersabda:” Brngsiapa mengganggu Ali maka sungguh telah menggangguku”

Didalam kitab al-Sunan al-Kubra oleh al-Baihaqi disebutkan bhw Rasul saw bersabda: “Fatimah adalah bagian dariku barang siapa yang mengganggunya maka sungguh telah menggangguku”
hadis ini juga diriwayatkan oleh Bukhari didalam Sohihnya, begitu juga diriwayatkan oleh Muslim.

Didlm Musnad Ahmad jilid 2 halaman 288 disebutkan bahwa Rasul saw bersabda:”Barangsiapa yang mencintai mereka(Al-Hasan&Al-Husain) maka sungguh telah mencintaiku, dan Barangsiapa yang membenci mereka maka sungguh telah membenciku”.

Imam Ja’far al-Sodik as

Desember 24, 2011 1 komentar

A. Abu Hanifah, pemimpin dan imam mazhab Hanafiah. Ia berkata: “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih alim dari Ja’far bin Muhammad”.
Dalam kesempatan lain ia juga berkata: “Jika tidak ada dua tahun (belajar kepada Ja’far bin Muhammad),niscaya Nu’man akan celaka”.
Nama asli Abu Hanifah adalah Nu’man bin Tsabit.

B. Malik, pemimpin dan Imam mazhab Malikiah. Ia pernah berkata: “Beberapa waktu aku selalu pulang pergi ke rumah Ja’far bin Muhammad. Aku melihatnya selalu mengerjakan salah satu dari tiga hal berikut ini: mengerjakan shalat, berpuasa atau membaca Al Quran. Dan aku tidak pernah melihatnya menukil hadis tanpa wudhu`”.

C. Ibnu Hajar Al-Haitsami berkata: “Karena ilmunya sering dinukil oleh Para Ilmuwan, akhirnya ia menjadi buah bibir masyarakat dan namanya dikenal di seluruh penjuru negeri. Para pakar (fiqih dan hadis) seperti Yahya bin Sa’id, Ibnu Juraij, Malik, Sufyan Ats-Tsauri, Sufyan bin ‘Uyainah, Abu Hanifah, Syu’bah dan Ayub As-Sijistani banyak menukil hadis darinya”.

D. Abu Bahar Al-Jaahizh berkata: “Ilmu pengetahuan Ja’far bin Muhammad telah menguasai seluruh dunia. Dapat dikatakan bahwa Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri adalah muridnya, danhal ini cukup untuk membuktikan keagungannya”.

E. Ibnu Khalakan, seorang sejarawan terkenal menulis: “Dia adalah salah seorang Imam Dua Belas Mazhab Imamiah dan termasuk salah seorang pembesar keluarga Rasulullah yang karena kejujurannya ia dijuluki dengan ash-shadiq. Keutamaan dan keagungannya sudah dikenal khalayak ramai sehingga tidak perlu untuk dijelaskan. Abu Musa Jabir bin Hayyan Ath-Thurthursi adalah muridnya. Ia menulis sebuah buku sebanyak seribu halaman yang berisi ajaran-ajaran Ja’far Ash-Shadiq dan memuat lima ratus pembahasan”.

Kategori:Ahulbayt

Karamah Sayidah Ruqaiyah

Desember 24, 2011 Komentar dimatikan

Seorang wanita warga Libanon yg beragama kristen memiliki anak kecil yang lumpuh. Usaha pengobatan telah dilakukannya di negara tersebut, akan tetapi tidak membuahkan hasil yang baik.
Dari saran-saran yg ia dapat, ia diharuskan melanjutkan pengobatan di negara tetangga yaitu Syiria/Suria.
Wanita tersebut pun membawa anak balitanya yang lumpuh menuju Syiria untk melakukan pengobatan.
Sesampainya di Suria ia menyewa rumah untuk beberapa bulan sampai anak balitanya pulih dari sakit yang diderita,
Yg mana rumah tsb terletak dekat dari makam sayidah Ruqaiyah Putri Imam Husain as yang meninggal tak lama setelah kesyahidan ayahnya dan dia berumur 3 tahun.
Kedatangannya di Syiria bertepatan dengan hari-hari asyura.
Ia pun melihat masyarakat turun ke jalan dan memukul-mukul dada sambil menyuarakan Syiar-syiar al-Husain menuju Makam suci Sayidah Ruqaiyah.
Wanita yg beragama kristen itu tersentak hatinya ketika melihat rombongan masyarakat yg memperingati hari kesedihan Sayidah Ruqaiyah yang merupakan syahidah berumur 3 tahun.
Setelah mengunci rumahnya dan meninggalkan anak balitanya di dalam rumah, ia pun bergegas menuju Makam Sayidah Ruqaiyah.
Sesampainya di Makam sayidah Ruqaiyah ia pun menangis dan berdoa supaya anaknya yg lumpuh dapat sembuh dari sakit yg dideritanya.
Karena tak kuasa menahan kesedihan ia pun pingsan.
Ketika sadar ia bergegas pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, ia melihat anaknya sedang bermain dan tidak ada sedikitpun bekas kelumpuhan yang terlihat dari tubuhnya.
Ia bertanya kepada anaknya: “apa yang terjadi ketika aku pergi?”
anaknya menjawab: “ketika ibu pergi, datang seorang anak kecil. Dia mengajakku bermain.
Dia berkata: ”bacalah BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM kemudian bangunlah”,
aku pun membacanya dan bermain bersamanya sampai dia berkata: ”ibumu telah datang”.
kemudian aku bertanya:”siapa namamu?”
dia menjawab:”namaku Ruqaiyah”
setelah itu dia pergi kemudian ibu pun datang.

Setelah melihat kesembuhan anaknya melalui karamah Sayidah Ruqaiyah, wanita tsb memeluk agama Islam.

Kategori:Ahulbayt

الصلاة على محمد وآل محمد ليلة ويوم الجمعة

الصلاة على محمد وآل محمد ليلة ويوم الجمعة
عن أبي عبد الله عليه الصلاة والسلام قال :  إذا كانت عشية الخميس وليلة الجمعة نزلت ملائكة من السماء ، معها أقلام الذهب ، وصحف الفضة ، لا يكتبون عشية الخميس وليلة الجمعة ويوم الجمعة إلى أن تغيب الشمس إلا الصلاة على النبي وآله ، .سئل الإمام الباقر عليه الصلاة والسلام عن أفضل الأعمال يوم الجمعة ؟ قال :  لا أعلم عملا أفضل من الصلاة على محمد وآل محمد  .عن أبي عبد الله عليه الصلاة والسلام قال : [ ما من عمل أفضل يوم الجمعة من الصلاة على محمد وآله ] .

عن الرضا عليه الصلاة والسلام قال :[ قال رسول الله نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي : من صلى عليَّ يوم الجمعة مئة مرة قضى الله له ستين حاجة ، منها للدنيا ثلاثون حاجة ، وثلاثون للآخرة ] .

قال نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي الطاهرين :[ من صلى عليَّ يوم الجمعة مئة مرة غفر الله له خطيئته ثمانين سنة ] .

قال نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي الطاهرين : [ من صلى عليَّ في يوم الجمعة ألف مرة لم يمت حتى يرى مقعده من الجنة ] .

عن أبي عبد الله الصادق صلوات الله عليه قال : [ الصلاة على محمد وآله يوم الجمعة بألف من الحسنات ، ويحط الله فيها ألفا من السيئات ، ويرفع فيها ألفا من الدرجات . وإن المصلي على محمد وآله في ليلة الجمعة يزهر نوره في السماوات إلى يوم الساعة ، وإن ملائكة الله عز وجل في السماوات ليستغفرون له ، وليستغفر له الملك الموكل بقبر رسول الله نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي إلى أن تقوم الساعة ] .

قال نقره
لتكبير أو تصغير الصورة ونقرتين لعرض الصورة في صفحة مستقلة بحجمها
الطبيعي الطاهرين :[ أكثروا من الصلاة عليَّ يوم الجمعة ، فإنه يوم يضاعف فيه الأعمال ، واسألوا الله لي الدرجة الوسيلة من الجنة ، قيل : يا رسول الله وما الدرجة الوسيلة من الجنة ؟ قال : هي أعلى درجة من الجنة ، لا ينالها إلا نبي أرجو أن أكون أنا ] .

سئل أبا عبد الله عليه الصلاة والسلام عن أفضل الأعمال يوم الجمعة فقال :[ الصلاة على محمد وآل محمد مئة مرة بعد العصر ، وما زدت فهو أفضل ] .

قال الصادق عليه الصلاة السلام : [ من قال بعد العصر يوم الجمعة : ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ الأَوْصِيَاءِ المَرَضِيِّينَ بِأَفْضَلِ صَلَوَاتِكَ ، وَبَارِكْ عَلَيْهِمْ بِأَفْضَلِ بَرَكَاتِكَ ، وَالسَّلامُ َعَلَيْهِمْ وَعَلَى أَرْوَاحِهِمْ وَأَجْسَادِهِمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه ) كان له مثل ثواب عمل الثقلين في ذلك اليوم ] .

وعنه صلوات الله وسلامه عليه أنه قال : [ من صلى بهذه الصلوات حين يصلي العصر يوم الجمعة قبل أن ينفتل من صلاته ـ أي ينصرف عنها ـ عشر مرات صلت عليه الملائكة من تلك الجمعة إلى الجمعة المقبلة في تلك الساعة ] .

وروى الكليني رحمه الله تعالى في الكافي : [ أنه إذا صليت العصر يوم الجمعة فقل : ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ الأَوْصِيَاءِ المَرَضِيِّينَ بِأَفْضَلِ صَلَوَاتِكَ ، وَبَارِكْ عَلَيْهِمْ بِأَفْضَلِ بَرَكَاتِكَ ، وَالسَّلامُ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه ) فإن من قالها بعد العصر كتب الله عز وجل له مئة ألف حسنة ، ومحا عنه مئة ألف سيئة ، وقضى له بها مئة ألف حاجة ، ورفع له بها مئة ألف درجة ] .

في مفاتيح الجنان : يستحب يوم الجمعة بعد صلاة الظهر هذا الدعاء : [ اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلاتَكَ وَصَلاةَ مَلائِكَتِكَ وَرُسُلِكَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ ] يقول : يورث الأمن من البلاء إلى الجمعة القادمة إذا دعي به ثلاث مرات بعد فريضة الظهر يوم الجمعة .

في مفاتيح الجنان : روي أن أفضل ساعات يوم الجمعة بعد العصر ، وتقول مئة مرة : ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ ) .

نسألكم الدعاء
Kategori:Ahulbayt, Hadis

Wasiat Khadijah ra kepada Rasul saw.

Agustus 12, 2009 2 komentar

Ketika sakit yang diderita Sayidah Khadijah mulai parah,  Beliau ra berwasiat kepada Rasul saw dan berkata: “wasiat pertamaku: “ sesungguhnya aku telah tidak dapat menunaikan hakmu, maka tolong maafkan aku wahai Rasulullah.”
Rasul saw berkata: “sungguh sama sekali tidak, aku sama sekali tidak melihat kesalahan darimu, engkau telah berusaha dengan sesungguhnya dan engkau telah merasakan puncak kelelahan didalam rumahku, dan sungguh engkau telah habiskan seluruh hartamu dijalan Allah swt.
Kemudian Sayidah Khadijah berkata: “wahai Rasulallah, wasiatku yang kedua adalah dia (sambil menunjuk kepada Sayidah Fatimah as), sesungguhnya dia akan menjadi yatim dan akan menjadi asing setelah kepergianku, maka aku mohon jangan sampai ada seorang pun dari perempuan Quraysh yang mengganggunya, jangan sampai menampar pipinya, jangan sampai memukul wajahnya, dan jangan sampai mereka melihatnya dibenci.”
Kemudian beliau melanjutkan perkataannya “sedangkan wasiatku yang ketiga, maka aku akan memberitahukannya kepada Fatimah, maka dia yang akan memberitahukannya kepadamu, karena aku malu darimu wahai Rasulallah.” Maka Rasul saw pun berdiri dan keluar dari kamar. Kemudian Beliau ra memanggil Fatimah dan berkata kepadanya: “wahai kecintaanku dan penyejuk mataku, katakanlah kepada Ayahmu bahwa “sesungguhnya ibuku telah berkata: “Aku takut dari kubur, aku ingin darimu (Rasul saw) rida’ mu(sejenis jubah) yang engkau kenakan saat turunnya wahyu, dan engkau kafani aku dengannya.”
Kemudian Sayidah Fatimah as keluar dari kamar dan menyampaikan wasiat ketiga kepada ayahnya saw.
Maka bergegaslah Rasul saw dan memberikan Rida’nya kepada Fatimah as untuk disampaikan kepada Istri tercintanya Khadijah ra, dan beliau ra sangat gembira setelah menerima rida’ dari suami tercintanya.

Sungguh besar kedudukan Sayidah Khadijah ra, karena khidmat beliau ra kepada Rasul saw.  Sayidah Khadijah ra termasuk orang kaya Quraysh, akan tetapi setelah menikah dengan Rasul saw, seluruh harta yang dimilikinya diserahkan kepada Rasul saw demi berlangsungnya dakwah Rasul saw. Akan tetapi beliau ra di akhir hayatnya malu untuk meminta rida’ Rasul saw.

Kategori:Ahulbayt

Mu’jizat Fatimah as 2

Agustus 12, 2009 Tinggalkan komentar

Salah seorang dari pecinta Ahlulbayt as mendatangi salah seorang ulama dan berkata : “wahai syekh , saya minta anda untuk mengisi acara malam asyura’ di majlis kita.” Syekh tersebut berkata: “ saat ini saya sangat kecapekan , mungkin saya akan terlambat dan hadir di dalam majlis kalian pukul 1 malam.” Orang tersebut berkata : “wahai syekh, kami siap untuk mendengarkan ceramah darimu.”
Pada pukul 1 malam Ulama itu datang ke majlis tersbut. Beliau melihat bahwa majlis telah dipenuhi oleh para hadirin.
Pemilik rumah sekaligus Panitia acara  meminta Ulama tersebut untuk membacakan kesedihan-kesedihan Fatimah Az-Zahra. Ulama tersebut bertanya : “kenapa?(saati itu adalah malam asyura)” dia berkata : “setelah acara selesai saya akan menjelaskan kenapa saya meminta anda untuk membacakan kesedihan-kesedihan Fatimah Az-zahra.”
Ketika ulama tersebut mulai membaca terdengar jerit tangis hadirin dan jerit tangis para wanita yang berada didalam rumah..
Setelah selesai acara, pemilik rumah sekaligus panitia acara mendatagi ulama tersebut dan berkata : “wahai syekh, ini adalah anakku hasan (sambil menunjuk ke arah anaknya), nama dia sebelumnya bukanlah hasan, dan aku ubah nama tersebut karena Az-zahra as ibu al-Hasan wa al-Husain telah menyelamatkannya dari kematian.”
“ Ketika dia masih kecil, dia membawa uang koin dirham dan menaruh dirham tersebut didalam mulutnya, sampai-sampai dirham tersebut masuk kedalam tenggorokannya dan tersangkut didalamnya. Dokter-dokter yang berada di Bahrain tidak mampu untuk mengeluarkan dirham tersebut dari tenggorokannya. Kemudian kami membawanya ke London. Setelah diperiksa oleh dokter. Dokter tersebut berkata : “ 99% anak ini akan mati, akan tetapi ada 1% kemungkinan untuk bisa selamat dari bencana ini.” Kemudian dokter itu menyodorkan kertas dan berkata : “jika anda menandatangani  ini maka kami akan menjalankan operasi ini.” (hal ini tidak lagi hanya sekedar masalah uang dirham yang tersangkut ditenggorokannya akan tapi masalah ini sudah menyebar ke otak dan beberapa organ tubuh lainya karena darah yang mengalir ke otak terhambat.) kemudian saya menandatangani kertas tersebut. Saat saya menandatangani kertas tersebut seolah saya telah menandatangani kepergian anakku dari dunia ini. Kemudian para dokter membawanya ke ruang operasi. Saat itu pula saya teringat bahwa para khatib mimbar berkata bahwa Az-Zahra  alaihassalam akan selalu hadir jika seorang dari pengikutnya memanggilnya dan meminta bantuan darinya, saat itu pula saya menyendiri dan menghadapkan wajahku ke arah madinah dan saya berkata: “wahai junjunganku jika perkataan para khatib mimbar (yang mereka berceramah tentang al-Husain as anakmu) adalah benar maka hadirlah disini dan tolong selamatkan anakku ini.” Setelah selesai dari doa dan tangisan, saya melihat dokter berlari menuju kepadaku, dan berkata : “marilah ikut denganku dan lihatlah apa yang terjadi dengan anakmu.” Kemudian dokter memasukkanku kedalam ruang operasi. Didalam saya melihat anakku duduk diatas tempat tidurnya dan tidak sedikitpun terlihat efek dari sakit yang dialaminya. Dan saya tidak tahu gerangan apa yang telah terjadi. Dokter itu dengan nada terheran bertanya kepadaku : “apa yang anda lakukan ?” saya menjawab : “aku tidak melakukan apa-apa.” Dokter bertanya lagi : “tidak mungkin, anda sekarang telah melakukan hal yang sangat agung, katakanlah apa yang telah anda perbuat?” saya balik bertanya : “anda yang seharusnya memberitahuku apa yang telah terjadi.” Dokter kemudian mulai menjelaskan apa yang telah terjadi : “ketika kami membawa anak anda ke ruang operasi, anak anda terbatuk dan keluarlah dirham dari mulutnya. Kemudian kami dengan alat-alat operasi yang ada berusaha untuk memeriksa organ-organ tubuh yang kekurangan darah akibat dirham yang tersangkut didalam tenggorokannya. Setelah kami letakkan alat-alat tersebut, kami tidak menemukan penyakit didalam tubuhnya. Dan tidak ada sedikitpun sakit yang dia derita. Darah yang berada di otaknya kembali normal, begitu juga organ-organ tubuh lainnya kembali normal. Sekarang katakanlah apa yang telah anda lakukan?” saya menekankan kembali pernyatan dokter : “ demi Tuhan, apakah anda telah berkata jujur?” dokter berkata : “ ini anakmu, sekarang dia tidak mengalami sakit apapun.” Kemudian saya berkata : “sebenarnya saya telah meminta kepada Ibu al-Hasan dan al-Husain Fatimah Az-Zahra as dia adalah Putri Nabiku saw untuk hadir disini dan menolong anakku, dan sekarang anda mengembalikan anakku tanpa ada sakit lagi yang dideritanya.” Dokter yang beragama Kristen itu berkata : “ sungguh agung dan ini adalah benar, saya percaya dengan apa yang anda katakan. Az-Zahra Putri Rasul, ini pertama kali saya mendengar namanya, ini adalah benar dan saya mempercayainya.”
Az-Zahra akan selalu hadir jika seorang dari pengikutnya memanggilnya dan meminta bantuan darinya.
Allahummarjukna syafaata Fatimah az-Zahra alaiha salam.
Allahummarjukna hubba Muhammadin wa ali Muhammadin.
Nasalukumuddua.

Kategori:Ahulbayt

Mu’jizat Az-Zahra as

Agustus 12, 2009 1 komentar

.
Syekh Abdul Hamid al-Muhajir seorang ulama irak pada tahun 1984 di bulan mei selama 4 bulan berada di salah satu rumah sakit di London karena mengalami kelumpuhan. Setelah para dokter rumah sakit mengadakan operasi di bagian punggung beliau, datang seorang dokter yahudi yang dengan sengaja menyuntik beliau dengan cairan dengan tujuan supaya beliau meninggal. Setelah kejadian tersebut  para dokter rumah sakit tidak mampu lagi untuk memulihkan keadaan beliau. Tidak lama setelah itu Kepala rumah sakit mendatangi beliau dan menyatakan kepada beliau bahwa kelumpuhan yang dialaminya tidak bisa lagi diatasi, dan beliau akan mengalami kelumpuhan ini sampai akhir hayatnya.
Kemudian setelah mendengar kabar dari Kepala rumah sakit, beliau menyalakan lampu merah  kamar pasien yang berarti tidak ada satu orangpun yang boleh masuk kamar untuk menjenguknya. Dan disaat  yang sunyi itu beliau bertawajjah kepada Az-Zahra as(menghadapkan dirinya ke keagungan Az-Zahra Putri Rasul saw) , dan beliau berkata : “wahai junjunganku, dari masa kecilku aku duduk di depan pintumu ( beliau dari kecil telah mempelajari ilmu-ilmu agama {ilmu yang diajarkan oleh Rasul saw dan Ahlulbayt as} dan semenjak umur 9 tahun beliau telah mengenakan imamah {pakain ulama} dan berkhidmat kepada masyarakat islam ) ,” kemudian beliau melanjutkan perkataannya : “ wahai junjunganku dengan seluruh umur yang aku lalui ini apakah engkau akan meningglkanku ditangan orang-orang yahudi dan nasrani ini.???” 
Setelah itu beliau menangis  sampai beliau tertidur. Di alam mimpi beliau melihat bahwa dirinya sudah berada di husainiah Ali Yasin di Kuwait (Kejadian ini terjadi 2 minggu sebelum bulan muharram, dan telah terjadwal bahwa di bulan muharram beliau akan mengisi acara di husainiyah Ali Yasin Kuwait.). Didalam mimpi tersebut beliau masih dalam keadaan lumpuh, dan acara yang diadakan di husainiyah tersebut adalah acara malam pertama bulan muharam, didalam husainiyah tersebut beliau melihat  perempuan yang dipenuhi dengan kewibawaan dan muka yang dipenuhi dengan cahaya  duduk di sebelah kanan mimbar (minbar di sebagian Negara arab berupa kursi tinggi yang mana penceramah duduk diatasnya). Kemudian Perempuan tersebut mengangkat tanganya dan menunjuk ke arah beliau sambil berkata : “wahai Abdul Hamid, naiklah ke atas mimbar dan ceramahlah!”  beliau berkata : “ wahai perempuan yang mulia, aku lumpuh”. Perempuan yang bercahaya itu berkata lagi : “wahai Abdul Hamid, naiklah keatas mimbar, ketika mimbar anakku al-Husain ini menyentuh badanmu maka kelumpuhan itu akan pergi.” (dari perkataannya shekh Abdul hamid mengetahui bahwa Perempuan mulia tersebut adalah Fatimah az-Zahra as Putri Rasul saw) setelah itu beliau Syekh Abdul Hamid berkata : “wahai junjunganku, aku tidak punya tema untuk berceramah ?”  kemudian Sayidah Fatimah as mengangat tangannya dan mengarahkannya ke hadapan Syekh Abdul Hamid sambil berkata : “ini adalah temanya.”
Syekh melihat dari tangan Az-Zahra keluar cahaya yang sangat terang yang menuju kehadapannya dan setelah itu beliau mendapatkan tema yang akan dibawakannya diatas mimbar. Sebelum beliau berceramah Sayidah Fatimah memintanya untuk membacakan syair kesedihan yang biasa beliau baca sebelum ceramah, yang mana syair itu berkenaan tentang al-Husain as dan  Zainab Putra dan Putri sayidah Fatimah as.
Setelah itu Syekh terbangun dari tidurnya, dan dia melihat dirinya masih terlentang lumpuh di atas tempat tidur di rumah sakit di London. Dan saat itu dia sadar bahwa Az-Zahra menyuruhnya untuk pergi ke husainiyah Ali Yasin di Kuwait, dan dari mimbar al Husain beliau akan mendapatkan kesembuhan.  Kemudian beliau meminta kepada keluarganya dan orang-orang dekatnya untuk membawanya ke husainiyah Ali Yasin di Kuwait. Sesampainya di Kuwait panitia acara memintanya untuk berceramah hanya 10 menit karena keadaannya yang lumpuh, dan setelahnya maka khatib lain yang akan  berceramah. Kemudian beliau duduk diatas mimbar dan mulai berceramah, dan beliau memulai ceramahnya dengan syair kesedihan. Ketika beliau mulai membaca syair beliau lupa bahwa dirinya lumpuh dan beliau lupa tentang keadaannya, sampai-sampai beliau berceramah 1 setengah jam. Dan ketika beliau selesai dari ceramahnya beliau secara tidak sadar berdiri dari mimbar dan seluruh hadirin menyaksikan hal itu,dan sampai saat ini tidak ada sedikitpun efek kelumpuhan terlihat dari tubuhnya. Dan ini semua karena tawajjuh beliau kepada Fatimah Az-Zahra as.
Allahumma urjukna syafaata Zahra as.
Allahummarjukna hubba Muhammadin wa ali Muhammadin.
Nasalukumuddua.

Kategori:Ahulbayt