Tiga tanda orang yang riya’

Imam Ali as berkata:”
Tiga tanda orang yang riya’;
1- Setiap kali melihat orang, ia semakin giat.

2 – Setiap kali sendiri, malas dan tak bergairah.

3 – Merasa senang jika dipuji dalam semua urusannya. 
📚usul kafi, jilid 2. hal, 295.

Kategori:Akhlak, Hadis

Agha Bushqabi

‍ Marhum Ali Akbar Shirin Kar terkenal dengan julukan Agha bushqabi.

Beliau adalah seorang supir taksi biasa akantetapi memiliki ketaatan agama yang Luar biasa.

Beliau mendapat julukan Agha Bushqabi karena setiap kali hendak meminta uang taksi kepada penumpang perempuan maka beliau akan menjulurkan tangannya yang memegang piring(Bushqab) agar penumpang Perempuan yang bukan muhrim meletakkan uang taksi ke dalam piring, beliau lakukan ini agar tangan beliau tidak tersentuh tangan yang bukan muhrimnya.

      

        Salah seorang Penduduk Qazwin pernah bercerita bahwa:

“beberapa tahun yang lalu (skitar 11tahun yang lalu) yang mana biaya taksi masih 15tuman, istriku beserta kedua anakku menunggu taksi di maidan e sabz dalam keadaan cuaca hujan.

Kepada taksi pertama yang datang istriku bertkata: “50Tuman sampai Padeghan(biaya taksi dalam keadaan normal adalah 15Tuman)”

Pengemudi Taksi pun membawa Istri dan anak²ku sampai tujuan.

Ketika turun dari taksi istriku memberinya uang 100Tuman dengan berharap kembalian 50Tuman.

Akantetapi pengemudi taksi mengembalikan uang sejumlah 85Tuman.

Istriku berkata kepadanya:

“tuan, aku sendiri yang ingin membayar 50Tuman”
Pengemudi tua itu menjawab:

“Putriku, engkau beserta dua anakmu yang masih kecil terpaksa mengatakan 50tuman(karena cuaca hujan), tapi hatiku tidak merelakannya”

Dia pun tidak menerima lebih dari harga normal.

Kategori:Akhlak, Cerita Hikmah

Jujur dan Adil

Agaknya saya pernah bercerita tentang Rasulullah SAW ketika menyaksikan pelaksanakan eksekusi rajam terhadap seorang pria yang sudah terbukti harus menerima hukuman ini.

 Saat itu orang-orang lain juga turut menyaksikan. Diantara mereka terdapat dua orang saling bercakap satu sama lain. Dalam percakapan ini keduanya sama-sama menyebut tereksekusi sebagai orang yang mati dalam kondisi seperti anjing, atau menyebutkan ungkapan-ungkapan hina lain yang semisalnya. 
Usai pelaksanaan eksekusi, Rasulullah SAW pulang menuju rumah beliau atau masjid bersama dua orang tersebut.

 Di tengah perjalanan, beliau melihat bangkai binatang -entah anjing atau apa -. 

Beliau menatap dua orang tadi kemudian berujar, “Silakan mencicipinya!” Dua orang itu terkejut dan berkata, “Ya Rasulullah, engkau mempersilahkan kami memakan bangkai?!!” Beliau berkata, “Apa yang kalian katakan tentang saudara kalian tadi lebih buruk daripada mencicipi bangkai ini.”

 Inilah yang dikatakan Rasul, padahal siapakah orang yang beliau sebut sebagai saudara tadi?! Orang itu tak lain adalah pelaku zina muhshan yang dihukum rajam tadi. 

Beliau ternyata mencela orang yang menghinanya.
Jangan berbicara lebih dari apa yang ada. Kita harus jujur dan adil. Ini adalah kewajiban kita. Jangan karena kita merasa sebagai mujahid dan pejuang revolusi lalu kita merasa berhak mengatakan apa saja terhadap orang yang kita nilai lebih rendah dari kita. Jangan pernah bersikap demikian. Kualitas iman memang berbeda-beda, dan Allah Maha Mengetahui dan mungkin pula hamba-hamba salih-Nya juga mengetahui siapa yang imannya lebih tinggi dan siapa yang lebih rendah. Namun, dalam pergaulan hidup bermasyarakat persatuan dan keharmonisan harus dijaga, dan harus ada upaya untuk mengurangi perbedaan kualitas itu.
Cuplikan Pidato Rahbar, Sayyid Ali Khamenei hf,  di Depan Anggota Basij Dewan Sains Universitas Iran.

Ujian yang lebih berat

Ayatullah Sa’adat Parvar, dalam salah satu majlisnya yang diadakan setelah kejadian gempa bumi di Syahrestan Bam, beliau menyampaikan:
 “gempa bukanlah ujian yang berat, ujian ini dalam satu sisi menjadikan manusia untuk kembali kepada ‘Ahd-nya. Jika Allah berkehendak untuk memberi ujian kepada kalian maka akan menguji kalian dengan istri-istri kalian yang setiap saat kalian bertemu dengannya, kadang ketika kalian baru sampai di rumah,(istri kalian) tanpa pendahuluan yang baik berbicara hal yang tidak kalian sukai, dan jika kalian tidak berhati-hati dengan ucapan dan tindakan kalian yang tidak pantas kepadanya maka seluruh pahala maknawi kalian akan hancur.”

Kategori:Akhlak, HIKMAH, Ulama

Ibu yang utama 

Abdul Baqi  salah seorang putra Allamah Husain Thaba’thaba’i menyampaikan: “di masa kecilku, suatu hari almarhum ayah pernah bertanya kepadaku: “saya yang lebih kamu cintai ataukah ibumu?”
 maka saya dengan rasa hormat menjawab: “engkau”.
 Beliau kemudian berkata: “tidak, kamu harus lebih mencintai ibumu”

Kategori:Akhlak, Ibu, Ulama

DUA HUJJAH ALLAH

Imam Musa al-Kadhim as:

 “sesungguhnya Allah mempunyai 2 Hujjah atas seluruh manusia, yaitu hujjah yang tampak(dhohir) dan hujjah yang tersembunyi(batin). Adapun hujjah dhohir adalah para Rasul, para Nabi dan para Imam as, sedang hujjah batin adalah Akal.”

Kategori:Akhlak, Hadis

​Al-Quran

Rasul saw bersabda: 

“Memandang kepada 3 hal ini adalah ibadah;

1. Memandang wajah Ayah dan Ibu.

2. Memandang al-Quran.

3. dan Memandang laut.”
Sahife Imam Ridha, hal 90.

Rasul saw bersabda:

“barangsiapa yang mengajarkan Al-Quran kepada anaknya maka seakan-akan telah Haji sepuluh ribu Haji,

melakukan Umrah sepuluh ribu Umrah,

membebaskan sepuluh ribu Budak keturunan Nabi Ismail as,

berperang sepuluh ribu perang,

memberi makan sepuluh ribu Muslim yang Miskin dan Kelaparan,

memberi baju dan menutupi Aurat sepuluh ribu Muslim yang telanjang,

serta dari setiap huruf yang diajarkannya adalah terhitung sepuluh kebaikan untuknya dan Allah menghapus darinya sepuluh kejelekan,

dan Al-Quran bersamanya didalam kuburnya dan memberatkan timbangan amalnya dan ……….”

Rasulullah saw bersabda: “barangsiapa ingin berbicara dengan Tuhannya maka hendaknya membaca al-Quran”
📚Kanzul Ummal 21/510

Imam Ja’far al-Sodiq as berkata:

“Rumah yang di dalamnya tidak dibacakan al-Quran dan tidak ada dzikir kepada Allah maka 3 efek buruk akan berdampak pada rumah tersebut.

1. Barokah akan menjadi sedikit.

2. Para Malaikat akan pergi darinya.

3. Para Setan akan memasukinya.”

(Olok-olokan, perpecahan, perselisihan adalah bentuk dari hal yang diciptakan setan di dalam rumah)
📚Usul al-Kafi 2/499.

Allamah Husain Thaba’thaba’i :

“Setiap bulan saya menghatamkan al-Quran, setiap kali saya membaca seakan al-Quran ini berbeda dengan yang sebulmnya telah saya baca, karena masalah-masalah baru yang saya fahami dari Kitab Suci ini.”
📚Kheradpishe parsa.

Rahbar hf:

“Janganlah lupa untuk membaca al-Quran setiap hari”