Beranda > Ahulbayt > Wasiat Khadijah ra kepada Rasul saw.

Wasiat Khadijah ra kepada Rasul saw.

Ketika sakit yang diderita Sayidah Khadijah mulai parah,  Beliau ra berwasiat kepada Rasul saw dan berkata: “wasiat pertamaku: “ sesungguhnya aku telah tidak dapat menunaikan hakmu, maka tolong maafkan aku wahai Rasulullah.”
Rasul saw berkata: “sungguh sama sekali tidak, aku sama sekali tidak melihat kesalahan darimu, engkau telah berusaha dengan sesungguhnya dan engkau telah merasakan puncak kelelahan didalam rumahku, dan sungguh engkau telah habiskan seluruh hartamu dijalan Allah swt.
Kemudian Sayidah Khadijah berkata: “wahai Rasulallah, wasiatku yang kedua adalah dia (sambil menunjuk kepada Sayidah Fatimah as), sesungguhnya dia akan menjadi yatim dan akan menjadi asing setelah kepergianku, maka aku mohon jangan sampai ada seorang pun dari perempuan Quraysh yang mengganggunya, jangan sampai menampar pipinya, jangan sampai memukul wajahnya, dan jangan sampai mereka melihatnya dibenci.”
Kemudian beliau melanjutkan perkataannya “sedangkan wasiatku yang ketiga, maka aku akan memberitahukannya kepada Fatimah, maka dia yang akan memberitahukannya kepadamu, karena aku malu darimu wahai Rasulallah.” Maka Rasul saw pun berdiri dan keluar dari kamar. Kemudian Beliau ra memanggil Fatimah dan berkata kepadanya: “wahai kecintaanku dan penyejuk mataku, katakanlah kepada Ayahmu bahwa “sesungguhnya ibuku telah berkata: “Aku takut dari kubur, aku ingin darimu (Rasul saw) rida’ mu(sejenis jubah) yang engkau kenakan saat turunnya wahyu, dan engkau kafani aku dengannya.”
Kemudian Sayidah Fatimah as keluar dari kamar dan menyampaikan wasiat ketiga kepada ayahnya saw.
Maka bergegaslah Rasul saw dan memberikan Rida’nya kepada Fatimah as untuk disampaikan kepada Istri tercintanya Khadijah ra, dan beliau ra sangat gembira setelah menerima rida’ dari suami tercintanya.

Sungguh besar kedudukan Sayidah Khadijah ra, karena khidmat beliau ra kepada Rasul saw.  Sayidah Khadijah ra termasuk orang kaya Quraysh, akan tetapi setelah menikah dengan Rasul saw, seluruh harta yang dimilikinya diserahkan kepada Rasul saw demi berlangsungnya dakwah Rasul saw. Akan tetapi beliau ra di akhir hayatnya malu untuk meminta rida’ Rasul saw.

Kategori:Ahulbayt
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: